Arti ?

Arti ?
Chapter 5.


__ADS_3

Berita tentang kejadian malam itu tersebar luas dengan sangat cepat, dan berita itu tersebar hampir di seluruh Distrik kota itu. Setyaki berusaha tetap bersikap tenang dan seolah tidak tahu menahu tentang kejadian itu, Setyaki pergi ke bengkel seperti biasanya dan sesampainya dia di bengkel, Sang pemilik bengkel menanyai Setyaki apakah dia terlibat dalam kejadian itu?, Setyaki bersikap tetap tenang dan dia berkata “Engga tahu, semalam aku pergi ke rumah pacarku, aku di sana hingga larut dan setelah itu langsung pulang.” Ujar setyaki.


Tak lama setelah itu Verina menelepon Setyaki, Verina juga bertanya tentang kejadian semalam dan saat itu Setyaki tetap berkata jika dia tidak terlibat dengan kejadian semalam, Setyaki berkata kepada Verina jika semalam setelah berkencan dengannya, Setyaki ke rumah sakit menjenguk indra dan menunggu Indra semalaman. Verina seolah tidak percaya dengan apa yang sudah di katakan oleh Setyaki dan Verina terus mendesak Setyaki seolah Verina tahu apa yang sebenarnya di lakukan oleh Setyaki meskipun Setyaki terus mengelak. Setelah beberapa saat mengobrol dengan Verina lewat telepon, Setyaki kembali melakukan aktivitas seperti biasanya di bengkel, yaitu membantu membenahi motor yang di perbaiki di sana.

__ADS_1


Hingga saat sore tiba, ada beberapa orang dari mobil turun dan datang ke bengkel itu, si pemilik bengkel menyambut orang itu dengan sangat ceria, orang itu adalah salah satu teman dari pemilik bengkel itu. Saat itu Setyaki tetap bersikap tenang dan tetap fokus mengerjakan mesin yang sedang dia bongkar, tak lama setelah itu si pemilik bengkel itu memanggil Setyaki lalu Setyaki menghampirinya. Si pemilik bengkel memperkenalkan Setyaki kepada temannya itu dan mengatakan jika teman-temannya itu adalah Intel. Saat itu juga Setyaki merasa kaget dan ketakutan, namun Setyaki tetap berusaha untuk tetap tenang. Tak lama setelah pemilik bengkel itu memperkenalkan Setyaki kepada temannya, Setyaki kembali mengerjakan mesin yang sedang dia bongkar, lalu mereka menanyai Setyaki tentang kejadian semalam dan saat itu juga jantung Setyaki berdebar kencang. Setyaki menjawab dia tidak mengetahui apa-apa tentang kejadian semalam, namun saat itu Setyaki menjawab pertanyaan itu sambil mengerjakan mesin dan tidak melihat ke arah orang yang bertanya kepadanya.


Untung saja si pemilik bengkel membantu Setyaki, dan si pemilik bengkel itu berkata kepada temannya “Setyaki itu hobinya pacaran, dia mana mau ikut-ikutan tawuran, mana berani dia.” Ujar si pemilik bengkel. Saat itu juga Setyaki merasa agak sedikit lega, namun saat itu mereka tidak juga pergi. Mereka malah mengobrol di sana dan bersantai sehingga hal itu membuat Setyaki merasa tidak nyaman dan sangat terganggu. Akhirnya hari semakin sore dan saatnya bengkel untuk tutup, Setyaki segera membereskan peralatan yang tadi dia gunakan dan segera membersihkan bengkel, namun orang-orang itu masih tetap di sana dan belum juga pulang, Setyaki seolah merasa jika Intel itu mencurigainya. Setelah semuanya beres, Setyaki berpamitan kepada pemilik bengkel dan yang lainnya karena Setyaki akan segera pulang. Namun saat Setyaki hendak pulang, dia di beri sedikit uang oleh pemilik bengkel itu karena hari ini bengkel sangat ramai dan mendapat keuntungan banyak, sebagai tanda terima kasih karena telah membantu maka Setyaki di beri uang jajan.

__ADS_1


Riska memberikan sebuah kotak kepada Setyaki “Ini buat kamu!.” Ucap Riska sambil memberikan kotak itu. Setyaki menerima kotak itu dan merasa penasaran dengan isinya “Ini apa Ris?.” Setyaki bertanya kepada Riska. “Bukanya nanti saja kalo aku sudah pulang.” Ucap Riska. Lalu tak lama setelah memberikan kotak itu, Riska berpamitan karena dia ingin langsung pulang, dan setelah Riska pulang, Setyaki segera masuk ke kamar dan karena Setyaki penasaran dengan isi yang ada di dalam kotak itu, lalu Setyaki segera membuka kotak itu. Saat Setyaki membuka kotak itu dan mengetahui isinya, Setyaki sangat terkejut karena isinya adalah jaket salah satu tim sepak bola yang di sukai Setyaki, Setyaki sempat ingin membeli jaket itu namun dia tidak memiliki uang yang cukup untuk membelinya. Setelah mengetahui hal itu, Setyaki segera menelepon Riska dan saat itu Riska mengangkat telepon Setyaki, Setyaki mengucapkan terima kasih kepada Riska dan dia sangat Menyukai hadiahnya.


Namun saat itu Setyaki merasa bingung mengapa Riska memberikannya hadiah, padahal hari ulang tahun Setyaki masih sangat lama dan akhirnya Setyaki menanyakan hal itu kepada Riska. Riska berkata jika dia mendapat jaket itu dari pacarnya, namun dia tidak menyukai jaket itu dan dia teringat jika Setyaki sangat menyukai tim sepak bola itu, jadi Riska memutuskan untuk memberikan jaket itu kepada Setyaki. Setelah berbicara sejenak dengan Riska lewat telepon, Setyaki berkata jika dia akan mengakhiri telepon namun sebelum Setyaki mengakhiri telepon, dia lagi dan lagi mengucapkan terima kasih kepada Riska karena dia sangat menyukai jaket itu. Setelah beberapa saat bertelepon dengan Riska, Setyaki kembali menelepon Verina dan melanjutkan pembicaraan mereka tadi. Verina bertanya “Siapa yang tadi datang?.” Ucap Verina. Saat itu Setyaki menjawab “Si Bimo tadi, dia mau mengajak aku main keluar tapi aku tolak.” Ucap Setyaki. Setyaki terpaksa berbohong karena Setyaki tahu jika Verina akan marah jika dia tahu yang sebenarnya. Setyaki dan Verina melanjutkan pembicaraan mereka hingga larut malam, Setyaki meminta untuk menyudahi telepon karena saat itu sudah cukup larut, dan Setyaki meminta Verina untuk segera tidur karena besok mereka akan bersekolah, namun Verina masih belum ingin menyudahi telepon “Engga mau, akunya masih kangen sama kamu.” Ucap Verina. Setyaki beralasan jika dia sudah sangat mengantuk dan merasa lelah karena hari ini bengkel sangat ramai dan dia sangat sibuk, akhirnya Verina menyetujui untuk mengakhiri telepon, namun sebelum mematikan telepon Verina kembali mengingatkan Setyaki “Kamu jangan nakal ya, jangan genit sama cewek lain, kalo ada yang deketin kamu jangan kamu respons, janji ya!.” Ucap Verina.

__ADS_1


Saat itu juga dada Setyaki terasa sesak namun Setyaki juga merasa sangat senang, Setyaki merasa jika dirinya sangat di cintai oleh Verina. “Iya aku janji aku tidak nakal kok, kamu juga ya jangan nakal!.” Ucap Setyaki. Setelah mereka mematikan telepon Setyaki segera bersiap untuk tidur, namun entah kenapa Setyaki tiba-tiba kembali terbayang tentang Saskia, Setyaki tiba-tiba saja kembali memikirkan Saskia dan kembali merasa ingin sekali bertemu dengan Saskia. Saat itu Setyaki merasa bingung dengan apa yang terjadi dengan dirinya. Dia bertanya tanya mengapa dia selalu teringat dengan Saskia, seolah Saskia tidak bisa hilang dari pikirannya, padahal Setyaki sudah menjalin hubungan dengan wanita lain namun Saskia belum juga hilang dari pikiran Setyaki. Setyaki terus memikirkan Saskia dan terus terbayang tentang Saskia hingga Setyaki tertidur.


__ADS_2