Arti ?

Arti ?
Chapter 4.


__ADS_3

Setyaki dan Verina berbincang cukup lama di tempat itu hingga saat itu ponsel milik Setyaki berbunyi, lalu Setyaki mengambil ponselnya dari saku dan melihat ada telepon dari temannya, Setyaki menjawab panggilan telepon itu, dan saat itu teman Setyaki menanyakan di mana keberadaan Setyaki saat ini, dan meminta Setyaki untuk segera pergi ke salah satu rumah sakit yang ada di kotanya, saat itu Setyaki menanyakan siapa yang sedang sakit, namun teman Setyaki itu tidak mau memberitahukannya, intinya Setyaki harus datang ke rumah sakit itu secepatnya. Setelah mematikan telepon, Setyaki segera mengajak Verina untuk pulang, dan saat itu Verina menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, namun Setyaki tidak mengetahui mengapa dia di minta untuk datang ke rumah sakit, setelah itu Setyaki dan Verina segera bergegas.


Setelah mengantar Setyaki pulang ke rumah untuk mengambil sepeda motornya, Setyaki meminta Verina untuk segera pulang, karena Setyaki akan pergi ke rumah sakit menemui temannya. Saat sebelum Verina pulang, Verina berkata kepada Setyaki “Janji ya jangan cuek lagi, jangan nakal ya kamu.” Ucap Verina, setyaki berjalan ke arah Verina lalu mencium bibirnya setalah itu Setyaki berkata “Iya sayang, kamu juga jangan nakal ya.” Ujar Setyaki. Dan setelah Verina pulang, Setyaki segera Bergegas menuju rumah sakit itu, sesampainya di rumah sakit, Setyaki menelepon temannya dan meminta temannya untuk menjemput Setyaki di tempat parkir rumah sakit. Tak lama menunggu di tempat parkir, salah satu teman Setyaki yang bernama Bimo datang menjemput Setyaki, dan saat itu Setyaki menanyakan siapa yang sedang di rawat di rumah sakit.


Di perjalanan menuju ruangan tempat temannya di rawat, Bimo mengatakan jika yang sedang di rawat adalah Indra, lalu Setyaki menanyakan mengapa Indra harus di rawat di rumah sakit, dia sedang sakit apa?. Bimo mengatakan jika Indra tadi di keroyok oleh beberapa orang dari daerah yang menjadi musuh dari daerah Setyaki. Setiap wilayah di kota itu memiliki tongkrongan anak muda di setiap daerah, dan salah satunya adalah daerah Setyaki sebut saja daerah Smetyaki adalah Distrik 7 dan yang menjadi musuh Distrik 7 adalah Distrik 2. Sesampainya di depan ruangan Indra di rawat, dan di sana sudah ada banyak teman-teman yang lain dan ada keluarganya indra juga yang ada di dalam ruangan itu. Setyaki menanyakan kronologi kejadian mengapa Indra bisa di keroyok oleh geng Distrik 2, Bimo menceritakan jika saat itu indra akan pergi ke menjemput pacarnya di Distrik 4 dan Indra mengajak Dani dan Bayu, Dani dan Bayu mengikuti Indra dari belakang.

__ADS_1


Namun saat Indra melewati Distrik 2, mereka di cegat beberapa orang geng Distrik 2 , dan orang-orang itu meminta mereka untuk segera turun dari sepeda motor, para anggota distrik 2 saat itu terlihat seperti sedang mabuk. setelah mereka turun dari motor, mereka langsung di serang oleh geng Distrik 2, Indra, Bayu dan Dani melakukan perlawanan, namun karena mereka kalah jumlah, akhirnya mereka kalah, namun untung saja Dani dan Bayu bisa melarikan diri saat itu, dan Dani dan Bayu berhasil melarikan diri namun Indra tidak bisa lolos, akhirnya Indra di pukuli habis-habisan. Bayu dan Dani yang berhasil kabur lalu berusaha meminta bantuan dengan menelepon teman-teman yang lain termasuk Bimo dan meminta mereka untuk segera datang ke Distrik 2 dan menceritakan apa yang terjadi.


Namun saat mereka datang ke lokasi di mana Indra di keroyok, di sana sudah ada beberapa polisi dan ada 1 mobil ambulans dan terlihat beberapa orang yang sedang memasukkan Indra ke dalam mobil ambulans. Bimo mencari keberadaan Bayu dan Dani, namun saat itu Bimo tidak menemukan Bayu dan Dani, akhirnya Bimo menelepon Bayu dan ternyata Bayu sudah di bawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan dan untuk menjadi saksi atas kejadian tersebut. Setyaki menanyakan luka yang di derita oleh Indra apakah sangat parah?, Bimo mengatakan jika indra baik-baik saja, namun masih belum sadarkan diri, untung saja indra saat itu hanya di pukuli dengan tangan kosong dan tidak di serang menggunakan senjata tajam, selain itu juga kebetulan saat itu ada polisi yang berpatroli di daerah itu, jadi Indra masih selamat.


Saat itu juga Setyaki mengajak Bimo untuk menyerang Distrik 2, lalu Bimo menanyakan apakah mereka akan mengikuti Gerry dan yang lainnya, Setyaki berkata “Kita serang berdua saja.” Ujar Setyaki, saat itu juga Bimo mengatakan jika Setyaki itu bodoh karena tidak mungkin mereka akan menang jika hanya berdua, Bimo mengajak Setyaki untuk mengikuti Gerry saja, akhirnya Setyaki dan Bimo memutuskan untuk mengikuti Gerry dan segera bergegas pergi menyusul Gerry dan yang lainnya di tongkrongan mereka. Sesampainya Setyaki dan Bimo di sana, mereka di marahi oleh Iwan dan Iwan juga melarang mereka untuk ikut, namun saat itu Setyaki memaksa jika dia ingin ikut menyerang Distrik 2 dan akhirnya Setyaki di perbolehkan untuk ikut. Setelah persiapan akhirnya mereka semua berangkat menyerang tongkrongan Distrik 2, namun setibanya mereka di sana, tempat itu sangat sepi tidak ada orang satu pun, lalu mereka mencari di seluruh jalanan Distrik 2, namun mereka tidak bisa menemukan para geng Distrik 2 hingga akhirnya mereka memutuskan untuk kembali pulang dan menunda untuk menyerang Distrik 2.

__ADS_1


Namun saat perjalanan pulang melewati Distrik 5, mereka bertemu dengan beberapa anggota geng distrik 2, dan saat itu juga Gerry mengajak untuk mengejar mereka, para anggota geng Distrik 2 tidak menyadari kedatangan Setyaki, Gerry dan yang lainnya. Sesampainya di dekat gerombolan anggota geng Distrik 2, Gerry dan yang lainnya berhenti dan langsung menyerang mereka habis-habisa. Gerombolan anggota geng Distrik 2 itu sangat terkejut dengan serang tiba-dari dari Gerry dan yang lainnya, Saat itu Gerry dan yang lainnya langsung memukuli mereka semua dan mereka awalnya melakukan perlawanan namun karena mereka kalah jumlah akhirnya perlahan mereka semua kalah dan tidak bisa melakukan apa apa, saat itu Gerry menyerang dengan sekitar 30 orang anggota distrik 7 dan itu juga termasuk teman-teman Gerry dari Distrik 9, lalu gerombolan Distrik 2 saat itu ada sekitar 8 sampai 9 orang dan mereka semua di pukuli habis-habisan oleh Gerry dan teman temannya.


Saat itu terlihat cahaya lampu biru milik mobil patroli dari polisi, lalu Iwan segera mengajak semuanya untuk bergegas melarikan diri, dan akhirnya Gerry, Setyaki, Iwan dan yang lainnya segera kabur, dan saat itu terlihat para anggota geng Distrik 2 sudah terkapar semuanya bahkan beberapa dari mereka sudah berlumuran darah, ada yang kepalanya bocor karena di pukul menggunakan kayu dan ada juga yang di pukuli hingga muntah darah. Setelah semuanya kembali ke tongkrongan, Setyaki segera berpamitan untuk pulang untuk membersihkan dirinya, karena saat itu baju Setyaki banyak terkena darah. Sesampainya di rumah untung saja orang tua Setyaki sudah tidur, dan Setyaki segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan bekas darah yang menempel pada dirinya dan bajunya. Lalu setelah itu Setyaki segera pergi ke kamar dan tidur.


Keesokan harinya Setyaki mendapat berita dari tetangga sekitar rumahnya jika Polisi sedang memburu pelaku pengeroyokan yang terjadi di distrik 4 semalam, dan di kabarkan mereka semua terbaring koma di rumah sakit. Saat itu juga Setyaki merasa sangat ketakutan, karena dia tidak mau di tangkap oleh polisi, namun Setyaki berusaha bersikap tenang seolah dia tidak mengetahui apa-apa. Saat itu juga ayah Setyaki menanyakan kepada Setyaki apakah dia mengetahui tentang kejadian itu, Setyaki berkata jika dia tidak mengetahui tentang hal itu dan beralasan jika semalam dia di rumahnya Verina. Ayahnya Setyaki mengingatkan Setyaki agar tidak ikut ikutan berkelahi dan mengingatkan Setyaki untuk selalu berhati hati saat keluar rumah.

__ADS_1


__ADS_2