
Naya menghapus jejak air mata yang telah tumpah membasahi pipi. Apa yang baru saja ia alami sungguh seperti mimpi buruk di siang bolong. Ia tak pernah menyangka sang suami akan menciduknya seperti ini. Tidak pernah mengira Sami akan mengetahui semua aktivitas bebasnya diluar sana. Selama ini ia cukup pintar menyimpan dengan sangat rapat aktivitas ranjang yang ia lakukan dengan banyak pria sebagai pemuas nafsunya. Menjadi seorang wanita malam untuk kalangan elite yang sudah terlanjur ia nikmati. Kini semua terbongkar sudah. Sang suami sudah mengetahui semuanya sampai ke akar. Apa yang harus Naya lakukan sekarang? Apa ia akan menerima saja dengan pasrah vonis yang sudah diberikan oleh Sami? Apa semudah itu Naya terima?
Tidak Bisa. Semua tidak bisa ia biarkan berlalu begitu saja. Ia harus mencari cara untuk mempertahan biduk rumah tangganya bersama sang suami. Meskipun itu terasa sudah sangat mustahil setidaknya Naya harus mencoba hal itu. Ia tetap harus berjuang untuk kembali membalikkan keadaan. Siapa tahu saja ia mampu meluluhkan kembali hati suaminya. Mana tahu dengan kegigihan yang ia miliki, Sami bisa kembali luluh dan mau menerimanya untuk memperbaiki pondasi rumah tangga mereka yang sudah hancur ini. Masih ada Kiara diantara mereka yang bisa jadi alat untuk mencegah perpisahan. Ya Naya harus mencoba untuk melakukannya.
Naya kembali meraih foto-foto dirinya yang berserakan di atas ranjang. Gambar dirinya dengan pose panas itu sungguh telah berhasil menguak rahasia yang telah ia simpan rapi selama ini dihadapan Sami. Naya menyimpan kembali semua foto itu ke dalam amplop kacang. Memasukkan semua benda itu ke dalam tong kosong lalu kemudian tanpa ragu ia bakar untuk melenyapkan barang bukti itu. Naya membakarnya hingga menjadi abu.
Ia lalu berfikir sejenak. Langkah apa yang harus ia lakukan untuk mencegah perpisahannya dengan sang suami. Naya mondar-mandir di dalam kamarnya. Mencoba berfikir keras kemudian tidak lama ia langsung meraih gawainya yang tergeletak pasrah di atas nakas. Naya berniat untuk menghubungi seseorang. Ia ingin mencari tahu siapa wanita yang telah berhasil mengandung benih dari suaminya. Siapa perempuan yang telah memicu Sami untuk segera menceraikannya dalam waktu dekat.
"Ya nyonya ada apa?' Seseorang memberi respon atas panggilan yang baru saja Naya layangkan dari layar gadget. Suara bariton milik seorang pria suruhan Naya.
"Saya ada tugas baru buat kamu." Tukas Naya dengan nada datar. Ia sedikit lega saat panggilannya terhubung begitu cepat. Orang suruhannya cukup bisa diandalkan kapanpun ia butuh.
"Tugas apa nyonya? Anda tinggal bilang saja. Apa yang bisa saya lakukan untuk anda?" Sahut lelaki itu dengan tanpa ragu.
__ADS_1
"Bram...tolong carikan saya informasi tentang seorang wanita yang belum lama ini dekat dengan suami saya, mas Sami. Tolong kamu selidiki latar belakang wanita itu. Carikan informasi sedetail mungkin. Saya tunggu secepatnya." Naya memberi perintah tanpa banyak basa-basi. Ia harus mencari tahu lebih dulu siapa wanita yang telah berhasil menarik perhatian suaminya. Wanita itu tentu bukan wanita sembarangan mengingat Sami adalah lelaki yang sangat pemilih. Ia pria dingin yang sulit untuk ditaklukkan. Naya sangat penasaran dengan perempuan yang telah berhasil meniduri suaminya. Siapa wanita itu? Ia akan segera tahu. Bram dan anak buahnya akan membantu Naya menemukan Fakta itu dalam waktu singkat.
"Oke nyonya. Saya akan cari tahu informasi itu untuk anda secepat mungkin." Pria yang bernama Bram itu mengiyakan perintah yang diberikan oleh Naya.
"Terima kasih Bram."
"Baik nyonya."
Panggilan itu berakhir. Naya terduduk di atas ranjang dengan perasaan campur aduk. Hatinya kini sangat gundah. Cukup berat rasanya untuk ia berperang melawan sang suami. Memperjuangkan rumah tangganya yang kini telah berada di ujung tanduk. Semua fakta memang telah terkuak. Semua rahasia dunia malamnya kini juga sudah terbongkar oleh Sami. Sang suami telah mengetahui semua pengkhianatan yang telah ia lakukan sedari lama namun Naya merasa tetap harus memperjuangkan kembali rumah tangganya bersama sang suami mengingat Sami juga telah melakukan hal sama pada dirinya.
Naya kemudian mencoba untuk menghubungi nomor ponsel sang suami. Ia ingin kembali bicara dengan pria itu. Ingin mencoba untuk memberi penjelasan apapun yang bisa membuat pria itu kembali luluh. Nomor Sami telah terhubung namun tak ada respon yang Naya terima. Sami mengabaikan panggilan dari sang istri.
Naya mencoba sekali lagi. Kembali mengulang panggilan. Hening. Tak ada jawaban. Hal itu terus berulang sampai Naya merasa jenuh dan sakit hati. Ia melempar ponselnya begitu saja ke atas ranjang. Sami mengabaikan dirinya sama sekali. Lelaki itu tak lagi mau menerima panggilan Naya dari ponselnya. Apa yang dilakukan oleh sang suami kini? Apa Sami memang sudah bertekad bulat untuk segera mengakhiri kisruh rumah tangganya dengan Naya? Apa Sami memang telah benar-benar murka? Benarkah Rumah tangganya bersama Sami akan segera berakhir?
__ADS_1
Naya terisak pelan di atas ranjang. Ia menarik rambut panjangnya yang sudah awut-awutan dengan perasaan galau. Gaun tidur seksi yang belum sempat ia kenakan dengan rapi membuat tubuhnya kini nampak setengah polos. Fakta yang telah terlanjur dijabarkan oleh Sami membuatnya tadi tak sempat untuk memakai gaun tidur itu dengan benar. Tak menyangka Sami akan membuka aibnya secepat ini.
Rasanya tak cukup ia menumpahkan air mata meratapi semua yang telah terjadi. Sami kini tak lagi menghiraukannya. Lelaki itu telah bertekad untuk mengakhiri semuanya. Naya tergugu bersimpuh di tepian ranjang.
Sedang sibuk-sibuknya menangisi nasibnya yang malang, tanpa di duga ponselnya tiba-tiba berdering dari ujung ranjang. Awalnya Naya merasa enggan untuk menjawab panggilan itu namun mendadak terbayang wajah Sami di pelupuk mata . Siapa tahu itu panggilan balik dari sang suami yang sedari tadi telah mengabaikannya.
Naya buru-buru menghapus air mata dari wajah cantiknya. Ia beranjak dari duduknya untuk segera meraih benda pipih itu. Ia sempat tersenyum senang mengira itu adalah panggilan dari Sami namun saat melihat layar ponsel senyum cantik wanita itu langsung memudar. Ia tercenung melihat panggilan yang tertera pada gawai. Terlihat nama seseorang yang membuat hatinya seketika mencelos. Ia mendesah dengan membuang nafas kasar.
Shane is calling. Pria itu. Partner setia yang telah menjadi lawan mainnya di atas ranjang.
Naya menatap layar itu dengan pandangan mata yang sudah mengabur.
Langkah apa yang akan dilakukan oleh Naya untuk meraih kembali cinta Sami??
__ADS_1
********TBC********