
Belakang ini , hari hari yang di jalani Ali sedikit berbeda dari hari biasanya. Sudah beberapa hari ini dia tidak pernah sarapan pagi bersama , terlebih lagi Ali selalu berangkat ke sekolah juga lebih cepat dari pada biasanya. Membuat orang tua dan kakak nya menjadi penasaran atas apa yang telah terjadi.
Sama seperti pagi ini , mereka sarapan pagi tanpa ada nya Ali.
"Racka… adik kamu kenapa? Sudah beberapa hari ini Ali tidak pernah sarapan bareng" Tanya Bunda yang sedang mengambil sarapan untuk suami nya.
"Racka juga gak tau Bun , nanti Racka tanya Ali" Jawab Racka lalu mulai menyuapi nasi goreng yang menjadi menu sarapan hari ini.
Sementara itu…
Tok!
Tok!
Tok!
"Assalamualaikum!" Salam Ali setengah berteriak.
"Waalaikumsalam neng" Jawab pak satpam.
"Neng Ali langsung masuk aja , kata Nyonya kalau neng Ali datang anggap aja kayak rumah sendiri , jadi neng langsung masuk aja , gak usah ketok pintu dulu" Ujar pak satpam.
"Tapi… tetap aja gak enak mang , mau anggap gimana pun… ini tetap aja bukan rumah Ali" Jawab Ali sopan.
"Tapi neng…" Ucapan pak satpam terhenti karena pintu utama tiba-tiba saja terbuka , terlihat wanita paruh baya seumuran bunda nya lah yang membuka pintu.
"Selamat pagi nyonya" sapa pak satpam menundukkan sedikit kepalanya.
"Pagi juga pak" balas wanita itu yang tak lain adalah mama Rangga.
"Eh Ali… ayo masuk , kenapa kamu gak langsung masuk aja tadi hemm? Kan Tante sudah bilang anggap aja kayak rumah sendiri… gak usah malu-malu ih" Ucap nya menggandeng tangan Ali untuk masuk kedalam rumah. Meninggalkan pak satpam dalam kesendirian nya.
__ADS_1
Di dalam rumah…
"Kamu langsung aja ke atas! Tante mau siapin sarapan dulu" Seru Tissa di angguki Ali. Tissa menuju dapur , meninggalkan Ali yang masih berdiri di depan tangga menuju lantai dua.
"Ah… si jigong kapan sih bakal bangun sendiri" Kesal Ali berjalan menaiki tangga menuju kamar Rangga yang sudah hafal letaknya. Karena beberapa hari ini sudah menjadi kebiasaan nya untuk membangun kan Rangga.
Tanpa basa-basi Ali langsung saja masuk ke dalam kamar Rangga tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Hadeh… ini nih yang nama nya the most wanted itu? Yang ganteng nya sejagat , yang selalu di gibahin anak-anak cewek , Kok bisa sih dia di gilai anak-anak cewek? Gak habis pikir deh" Gumam-gumam kecil Ali , menatap kesal Rangga.
"Gaaa! Bangun! Woi Rangga ! Bangun" Teriak Ali menarik-narik tangan Rangga.
Rangga yang terusik , bukanya bangun dia malah semakin nyenyak dalam tidur nya. Rangga semakin membenamkan wajahnya ke bantal sambil memeluk erat bantal guling. Mengabaikan panggilan Ali yang tengah kesal padanya. Padahal sudah beberapa hari belakangan ini Ali selalu membangun kan Rangga , tapi sepertinya tidak ada perubahan pada Rangga. Belum ada sejarah nya Rangga lah yang bangun terlebih dahulu sebelum Ali datang kerumahnya.
Seperti hal-hal yang di lakukan Ali sebelum nya , jika Ali membangunkan Rangga hanya dengan teriakan sambil menarik tangan Rangga , itu tidak akan pernah mempan pada Rangga. Jadilah setiap perjalan menuju rumah Rangga , Ali akan selalu berpikir keras tips apa yang akan digunakan setiap kali membangunkan Rangga. Karena jika memakai tips yang sama seperti sebelumnya , itu juga tidak akan mempan lagi untuk yang ketiga kalinya.
Pernah suatu hari , cara yang di gunakan Ali ketika membangun kan Rangga adalah menyiram Rangga langsung dengan se gayung air , bukan hanya di ciprati air saja , Ali langsung menyiramkan se gayung. Tapi sebelum itu Ali harus meminta izin terlebih dahulu pada Tissa , karena jika Rangga di siram air maka kasur nya pun pasti akan ikut basah. Dan Tissa tentu saja tidak keberatan karena Ali telah mengurangi tugas nya yang paling berat di pagi hari
Ah… saking tidak keberatan nya Tissa dengan ide Ali , dia dengan senang nya mengambil video singkat Adengan Rangga di siram air.
Karena tidak ada juga respon dari Rangga , Ali pun memulai tips yang akan di gunakan nya hari ini.
"Rangga… aku tau kamu itu udah bangun" Seru Ali setengah berteriak.
Ali naik ke atas kasur king size Rangga , menghampiri Rangga yang masih setia dengan guling dan bantal nya. Ali mendekatkan wajahnya pada telinga Rangga , lalu….
"Ranggaaah… ayooh… banguuunh… fiuh…" Bisik Ali sedikit desahan lalu meniup telinga Rangga.
Deg!
"Huaaa… kamu apa-apaan sih" teriak Rangga sambil menutup telinga nya , dengan wajah memerah Rangga langsung terduduk menjauhkan diri nya dari Ali.
__ADS_1
"Kamu gak ada cara lain apa bangunin aku" Seru Rangga masih dengan wajah memerah. Entah kenapa , jantung Rangga berdetak lebih cepat daripada irama biasanya.
Sementara Ali , dia biasa saja dengan wajah datar nya , seakan-akan tidak pernah melakukan dosa sekali pun.
"Kamu bangun sekarang! Kalau gak aku bakal seret kamu terus lempar dari balkon ke kolam yang ada di bawah!" Ancam Ali lalu berjalan menuju pintu.
"Ah… iya…" Ucap Ali yang tiba-tiba berbalik lagi.
"Kamu tau kan kalo aku gak main-main sama ucapan aku , jadi ge-pe-el ya mandi nya!" Ucap Ali lalu benar-benar pergi dari kamar Rangga.
Rangga hanya bisa menatap pintu yang telah menelan Ali.
"Woi jantung ! Kamu diem Napa!! Baru di gituin aja udah deg-degan" Ucap Rangga yang kesal pada diri nya sendiri.
"Haaah! Gimana kalau kami udah nikah? Bakal pakai cara apa dia bangunin aku?" Tanya Rangga pada diri nya sendiri , dia sudah mulai menghayal tentang kehidupan rumah tangga nya bersama dengan Ali.
"Sayaaangh… bangunh… kalau gak bangun juga bakal aku ciu……
Plakk!!
Rangga tidak jadi melanjutkan khayalan nya , Rangga menampar keras pipi nya sendiri , mengingatkan diri nya agar tidak menghayal lebih dalam lagi.
"Udah! Gak usah mikir yang iya-iya , sekarang aku harus cepat mandi!" Ingat Rangga yang masih terngiang-ngiang ancaman Ali pada nya. Dan tentu saja mandi nya harus GE-PE-EL.
Beberapa saat kemudian , dengan mandi yang menggunakan kekuatan the power of kepepet. Rangga sudah duduk di tempat yang biasa di duduki nya. Semua orang sarapan dalam keadaan mengheningkan cipta. Sepanjang waktu menghabiskan sarapan , ekspresi yang di tampilkan semua orang berbeda beda. Ali dengan wajah senyum secerah mentari yang hanya dia tampil kan di hadapan kedua orang tua Rangga. Sebenarnya Ali sangat ingin sekali menampilkan wajah kesal nya karena lelah menghadapi kebo berbau jigong.
Rangga yang dengan wajah yang masih ingin menghayal lebih lanjut tentang rumah tangga nya bersama Ali.
Sementara itu…
Para orang tua yang sangat bahagia atas penderitaan yang di alami Ali. Mereka bagai karena akhirnya Rangga sedikit demi sedikit mulai berubah. Hmm yaa.. itu menurut mereka.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗