Asmara Anak SMA

Asmara Anak SMA
Kisah Ali dan Dewa


__ADS_3

Mendengar hal itu Rangga kembali duduk , menatap kesal Yola.


"Apa lihat-lihat?" Tantang Yola.


"Cih! PEDE amat diliatin" Rangga mendengus kesal.


"Ngapain kalian pada ngumpul di sini?" Tanya Rangga melihat anak-anak kelas nya mengerumuni nya.


"Kamu pacaran sama Ali ya ?" Tanya Fika to the poin.


"Memang nya apa urusan nya sama kalian?" Rangga malah balik bertanya.


"Yaa… kami gak masalah sih kalau kalian pacaran cuma yaa…, hemm… kalau belum kayak nya kamu harus nembak Ali buruan deh! Soal nya wakil nya Ali suka sama Ali udah lama banget , nanti keduluan lagi sama dia" Ucapan Lala memancing Rangga.


"Wakil…? Maksud nya si Dewa?" Tanya Rangga meyakinkan pendengaran nya.


"Yap" jawab Lala di angguki semua orang yang ikut berkumpul.


"Jadi… sebenar nya kalian pacaran apa nggak sih? Eh tapi kayak nya kalian gak pacaran kan? Kan si Ali gak di bolehin pacaran dulu sama ayah nya" Yola menjawab pertanyaan nya sendiri.


"Eh… jadi Ali gak boleh pacaran ya? Aku kira orang tua jaman sekarang udah gak ada yang kayak gitu lagi" sahut Ridha kaget mendengar perkataan Yola begitu pula dengan anak-anak lainnya.


"Masak sih..?" Tanya Nabila masih tidak percaya.


"Masak di dapur?" Jawab trio curut kompak.


"Yeee… yang betul lah? Masak Ali gak di bolehin pacaran sama ayah nya?" Tanya Nabila lagi.


"Iyaa… kalau kalian pada gak percaya , langsung tanya ayah Ali sana!" Kali ini Lala yang menjawab.


"Oh iya… tapi nih , si Dewa udah pernah nembak Ali kan ? Kalian inget gak yang pas Ali ultah tahun lalu?" Tanya Ridha mengingat kan semua orang kenyataan yang pernah terjadi.


"Eh… lah iya yaa… kok kamu masih ingat? Aku aja udah lupa, aku aja udah lupa kalau tahun kemarin kita sekelas juga" kekeh Fika di angguki Lala dan Yola.

__ADS_1


Mendengar hal itu , entah kenapa telinga Rangga rasa nya gatal dan panas. Saat ini , mendengar nama Dewa saja rasa nya sudah kesal.


Walaupun para perempuan yang sedang bergosip di meja nya sangat berisik, tapi kali ini Rangga tidak keberatan karena dia juga ingin mendengarkan cerita tentang Ali sebelum mereka saling mengenal.


"Tapi… pas itu Ali gak langsung jawab kan? Dia malah ajak Dewa entah kemana" seru Nabila.


Tahun lalu dewa memang sekelas dengan Ali dan para perempuan yang sedang bergosip ini. Hanya Rangga saja yang tidak sekelas dengan Ali. Tahun lalu anak-anak sekelas Ali merayakan ultah Ali di kelas. Dewa dan trio curut lah yang merencanakan semua itu.


Dan saat itu lah dewa menyatakan perasaannya pada Ali di depan kelas , mengundang perhatian semua orang yang ada di kelas nya. Tentu saja semua orang bersorak meminta Ali untuk menerima perasaan dewa. Tapi apalah daya , Ali tidak segera menjawab pertanyaan dewa. Ali malah membawa dewa pergi ke suatu tempat , meninggalkan kelas begitu saja, disaat semua orang pada heboh penasaran akan jawaban yang akan Ali sampaikan.


Beberapa menit kemudian Ali dan dewa kembali lagi ke dalam kelas.


Tentu saja mereka tidak mengetahui apa jawaban yang diberikan Ali. Terlebih Ali dan dewa terlihat dekat tapi tidak juga. Seperti ada tembok yang membatasi keduanya. Tidak ada yang berani menanyakan hal itu pada saat itu. Tapi… semua itu terjawab sudah saat ini. Setelah mendengar Ali yang tidak di perbolehkan ayah nya berpacaran.


"Jadi… kalian bertiga tau gak apa yang terjadi?" Tanya Ridha serius.


Rangga sebenarnya juga ingin menanyakan hal yang sama , tapi di urungkan nya. Gengsi masih menguasai Rangga saat ini. Saat ini dia hanya menjadi pendengar yang baik. Menurut nya itu sudah cukup.


Mendengar pertanyaan Ridha membuat trio curut saling memandang. Memikirkan apakah hal itu boleh di bicarakan saat Ali tidak ada di tempat.


"Waktu itu karena Ali gak mau mempermalukan dewa di depan teman sekelas yang lain , maka nya Ali ngajak Dewa ke taman belakang" Fika mulai menceritakan tentang kejadian yang sudah berlalu.


"Tentu aja Ali bilang kalau dia gak bisa pacaran karena gak di bolehin om Beni , ayah nya Ali" sambung Lala menceritakan nya.


"Mendengar hal itu si dewa gak nyerah juga , besok nya dia malah datangin rumah Ali buat ketemu om Beni. Dari cerita Ali , Dewa minta persetujuan ayah Ali untuk di bolehin pacaran sama dia , om Beni kaget sama keberanian Dewa" Kali ini Yola yang bercerita.


"Karena keberanian Dewa , om Beni bilang boleh tapi ada syaratnya" Ujar Lala.


"Syarat nya itu… kalau Dewa bisa buat Ali suka sama dia dan Dewa bisa melindungi Ali dan mencukupi kebutuhan Ali ke masa yang akan datang. Membahagiakan Ali. Dan mengetahui ajaran agama yang di yakini Ali walau tidak sepenuhnya , tapi setidaknya punya bekal pemahaman tentang agama untuk kehidupan berumah tangga. Inti dari permintaan om Beni itu gitu lah. Terus om Beni bukan cuma bolehin Ali pacaran sama dewa…" Fika sengaja menghentikan ceritanya sejenak , ingin mengetahui bagaimana ekspresi Rangga.


Tentu saja mendengar hal itu Rangga terkejut , dia bahkan tidak bisa menghilangkan kerutan di dahi nya. Jelas Rangga sangat tidak suka dengan cerita yang di dengar nya sekarang.


Melihat ekspresi Rangga sesuai dengan keinginan Fika , dia meminta Yola untuk melanjutkan nya. melanjutkan lagi cerita yang tertunda sejenak.

__ADS_1


"Om Beni gak cuma bolehin Ali pacaran sama Dewa! Om Beni bakal nikahin dewa saat itu juga kalau Dewa mampu sama persyaratan yang di ajukan Om Beni!" Jawaban Yola kali ini membuat semua orang semakin heboh , bahkan para siswa yang sebelumnya , hanya mendengarkan sekilas dari kehebohan para anak perempuan yang berkumpul di meja Rangga. Mereka yang tidak ikut berkumpul di meja Rangga kini mulai merapat ingin mendengar lebih jelas cerita tentang Ali dan Dewa. Tak terkecuali perempuan maupun laki-laki.


"Kalian tahu apa jawaban Dewa?" Tanya Fika mendramatisir keadaan.


"Dia bilang...


"Stop!" Ucap Rangga tiba-tiba, menghentikan Fika yang ingin berbicara. Semua orang memandang heran Rangga.


"Kalian ini gibahin orang aja! Gak baik! Udah bubar sana!!" Seru Rangga mengusir semua orang.


" Kalau mau ngerumpi jangan di meja ku! Sana! Hush.. hush…" usir Rangga membubarkan kerumunan di meja nya.


"Huuuu… Rangga gak seru!! " Teriak semua anak-anak heboh.


"Bilang aja panas dengar nya" ucapan Lala memancing emosi Rangga.


"Apa…


"YANG DI KELAS SEMUA NYA BARIS DI LAPANGAN!! BEL UDAH BUNYI! JANGAN NGERUMPI AJA KERJA NYA DI KELAS!!" Teriak Ali yang tiba-tiba muncul di depan pintu kelas. Dengan wajah kesal nya memandang kesemua anak-anak di kelas nya.


"ZAKY!! Kamu itu ketua kelas!! Atur anak buah mu!!" Ucapan Ali menohok Zaky yang juga ikut terhanyut dengan cerita yang di sampaikan trio curut tadi. Zaky hanya bisa cengir kuda memandang tidak enak Ali. Karena ketidak becusan nya mengontrol anak buah nya.


"CEPAT KELUAR KELAS!!" Teriak Ali lagi mengagetkan semua orang.


"Iya BUNE!!" Jawab anak-anak kelas Ali kompak.


Semua siswa berbondong bondong keluar kelas. Takut kenak amuk Ali lagi. Walaupun Ali itu perempuan , semua anak-anak di kelas nya patuh. Ya walaupun awal nya mereka menampilkan cengiran yang menyebalkan , tapi tetap di lakukan juga apa yang di katakan Ali. Benar benar sudah seperti ibuk negara saja.


Sementara itu , Rangga hanya terdiam setelah mendengar cerita tentang Ali dan dewa tadi. Rasanya sangat panas.


Apalagi saat ini Ali tersenyum hangat pada Dewa yang mengingatkan Ali agar tidak terlalu sering marah-marah.


Apakah Ali pernah tersenyum sehangat itu pada nya?. Tanya Rangga tidak sadar.

__ADS_1


bersambung


jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗


__ADS_2