Asmara Anak SMA

Asmara Anak SMA
Jarak


__ADS_3

Sudah berhari-hari yang lalu setelah Rangga mendengar kisah antara Ali dan Dewa. Entah rasa apa yang mendorong nya untuk berubah. Sekarang Rangga tidak lagi di bangunkan Ali setiap pagi nya jika berangkat ke sekolah. Bahkan Rangga lah yang setiap pagi nya menjemput Ali agar bisa berangkat sekolah bersama lalu jika sudah waktunya pulang sekolah Rangga akan mengantar Ali pulang kerumah. Tidak ingin memberikan kesempatan pada siapa pun yang ingin mendekati Ali.


Sampai saat ini Rangga tidak berani menanyakan pada trio curut tentang jawaban yang di berikan Dewa pada ayah Ali. Jadilah Rangga tidak tahu sama sekali jawaban itu. Rangga berfikir , walaupun Dewa menjawab sanggup atas persyaratan yang di ajukan Beni maka Dewa akan menjadi saingan nya. Walaupun Beni pernah mengatakan bahwa Ali akan di nikahkan dengan Rangga , asalkan Rangga bisa membuat Ali jatuh cinta pada nya. Walaupun Beni hanya menyampaikan satu syarat saja saat itu , seperti nya Rangga tidak bisa untuk bersikap santai saat ini.


Walaupun awal dari keterikatan nya dengan Ali tidak berawal baik , dan awal nya dia pun ingin menolak atas perjodohan atau pernikahan yang akan di lakukan nya bersama Ali di masa yang akan datang.


Rangga tidak memungkiri bahwa dia telah jatuh pada pesona yang telah di tebar Ali.


Karena rasa yang tidak bisa ia pungkiri pun , ia sedikit demi sedikit mulai berubah. Dia tidak pernah sekali pun berfikir akan pernah jatuh cinta pada seseorang. Bahkan dia juga tidak pernah berfikir bahwa dia akan menikah. Tidak! Bukanya tidak pernah , tapi dia tidak menyempatkan diri nya untuk memikirkan hal itu.


Awal dari perubahan Rangga yang di sebabkan oleh persyaratan yang pernah di ajukan Beni pada Dewa. Dia ingin memenuhi semua persyaratan itu , walaupun Beni tidak pernah mengatakan secara langsung persyaratan nya.


Rangga yang mulai bangun pagi. Berusaha agar tidak lagi tidur di dalam kelas. Semakin rajin belajar. Awal nya Rangga yang ogah-ogahan untuk mengikuti ekstrakurikuler, tapi sekarang tidak dia semakin menonjol kan diri nya. Bahkan dia mulai mengikuti ayah nya untuk mengurus perusahaan keluarga Ruubic. Hal itu sangat membuat Aldi dan Tissa terheran-heran. Tapi mereka menyukai perubahan besar anak nya.


Rangga sempat merenungkan diri sejenak atas awal perubahan nya. Saat itu dia mendengar ceramah singkat tentang serba serbi pernikahan. Ceramah singkat itu menceritakan tentang perjuangan seorang pria yang berusaha sekuat tenaga menghafal Al-Qur'an agar bisa menikahi pujaan hati nya. Inti dari ceramah itu mengatakan bahwa jangan pernah berniat untuk melakukan suatu pekerjaan jika bukan di dasari ingin mendapatkan keridhaan Tuhan.


Mendengar ceramah singkat itu membuat Rangga menata kembali hati nya , apakah benar dia berubah semata-mata karena ingin mendapatkan Ali?


Mulai saat itulah Rangga benar-benar berubah , dia mulai mengikuti pengajian seminggu sekali. Walaupun itu belum cukup. Tapi… mungkin setelah dia menikah nanti dia akan memperdalam lagi tentang ilmu agama nya.


Semua orang terkejut dengan perubahan Rangga.

__ADS_1


Mulai saat itu Rangga tidak lagi menjemput antar Ali.


Rangga tidak lagi menargetkan Ali yang akan di nikah kan nya. Tapi dia akan menikah dengan Ali karena dia akan bertanggung jawab atas perbuatannya dulu , dia pernah menodai bibir Ali sekali. Walaupun di jaman ini menodai bibir bukanlah sesuatu hal yang di anggap besar. Bahkan dulu dia juga menganggap remeh hal itu. Tapi bagi Rangga saat ini itu hal yang sangat besar menurut nya karena telah menodai bibir anak gadis orang.


Hari-hari yang di lalui Rangga dan Ali saat ini hanya sebatas saling menyapa saja. Hal itu membuat Ali sedikit terusik. Entah kenapa , awal nya Ali tidak menerima keberadaan Rangga , tapi sekarang… melihat Rangga yang tidak lagi membuat masalah lagi. Mereka yang tidak pernah bertemu jika bukan di kelas lah tempat nya. Membuat Ali sedikit terusik , ada yang aneh pada dirinya. Serasa ada yang hilang.


Pernah sekali Ali menggoda Rangga waktu istirahat dengan mengatakan.


"Wah… udah berubah ya… gak nyusahin lagi! Kayak dulu! Ada angin apa nih?" Goda Ali waktu itu.


"Maaf kan aku jika selalu menyusahkan mu waktu itu… Kamu tenang saja, hal itu takkan pernah terjadi lagi" Jawaban Rangga cukup mencengangkan Ali saat itu.


Setelah mengatakan hal itupun Rangga langsung pamit, pergi meninggalkan Ali. Pergi entah kemana membawa beberapa buku yang cukup tebal.


Baiklah , jika ada kesempatan Ali akan meminta maaf secara langsung.


Tidak cuma Ali , teman sekelas yang lain nya pun cukup bingung dengan Rangga yang saat ini. Dia bukan lagi Rangga yang selalu memasang wajah dingin nya. Tapi sekarang dia sudah menjadi laki-laki yang ramah. Ya walaupun se-ukir senyuman masih langka di wajah nya.


Entah sejak kapan perubahan mulai terjadi pada Rangga , Ali pun tak tahu kapan pasti nya. Tapi yang pasti , ada rasa aneh menggerogoti hati dan pikiran nya. Rasa nya ada yang kurang dari hari-hari yang di lalui nya sejak perubahan yang di tunjukkan Rangga.


Dulu yang setiap pagi nya Ali akan menahan emosi jika sudah berurusan dengan Rangga. Menahan emosi tentang susah nya Rangga yang di bangunkan setiap pagi , atau Rangga yang selalu telat pagi nya.

__ADS_1


Apa pun itu , bukan kah seharusnya Ali merasa tenang dan damai jika setiap pagi yang di lalui nya tidak ada lagi si kebo bau jigong?


Tapi ini tidak , Ali merasakan hampa di sudut hati nya.


Yah Ali selalu menyangkal bahwa ada sesuatu yang membuat hatinya hampa. Jika di sekolah Ali akan bersikap seperti ia biasanya. Tapi jika di rumah Ali selalu terlihat lesu. Hal itu membuat bunda merasa khawatir. Ali yang biasa nya akan selalu berenergi membalas setiap perkataan yang di lontarkan kakak nya , jika itu bertentangan dengan dirinya. Tapi ini bukan seperti Ali , Ali terlihat lebih pendiam.


"Sayang , kamu kenapa?" Ucap bunda saat itu melihat Ali yang berdiam diri di tepi kolam.


"Eh… Ali gak kenapa-napa kok Bun" ujar Ali dengan senyum terpaksa.


"Hemm… kalau kamu gak kenapa-napa , gimana kalau kamu bantu bunda buat kue? Makanan manis itu bisa merubah mood kita loh" seru bunda semangat.


"Hemm… oke deh Bun" jawab Ali mengikuti keinginan bunda nya.


Benar kata bunda , makanan manis bisa membuat mood Ali lebih baik. Sejak saat itu Ali mulai lah belajar memasak agar perasaan hampa nya ini tidak menghantuinya setiap saat Ali di rumah.


Ali pun mulai menyibukkan diri nya agar tidak teringat kenangan nya saat bersama dengan seseorang.


Sejak saat itu jarak membatasi kedua nya. Tapi…


Tanpa di sadari bahwa waktu berlalu begitu cepat...

__ADS_1


bersambung


jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗


__ADS_2