
Aliana Zulfa Kusuma adalah seorang siswi yang saat ini menjabat sebagai ketua kedisiplinan. Perempuan yang memiliki karakter tegas , cuek , galak , tapi dia akan menjadi sosok teman yang hangat jika sudah bersama dengan orang terdekat nya. Karakter ini lah yang menjadi kan nya salah satu perempuan yang diinginkan oleh para siswa laki-laki. Menjadi salah satu pasangan idaman.
Rangga Daniyal Ruubic adalah seorang siswa yang selalu memasang wajah dingin , tapi hal ini lah yang membuat nya menjadi the most wanted di sekolah , dan termasuk salah satu pacar idaman bagi setiap perempuan di sekolah nya.
Dan apa yang terjadi jika ke dua orang ini di pasangkan menjadi kekasih? Apalagi kedua nya populer di sekolah. Terlebih lagi kedua nya sangat cocok untuk di sandingkan. Yang perempuan nya cantik , dan yang laki-laki nya tampan. Saat ini di SMA XX telah banyak gosip yang tersebar. Sudah beberapa hari yang lalu saat semua siswa atau siswi melihat Ali dan Rangga berangkat sekolah bersama. Tidak! Lebih tepat nya semua siswa siswi terkejut saat motor gagah Rangga sudah berada di tempat parkir sekolah tepat sebelum bel sekolah berbunyi. Saat-saat Rangga memboncengi seorang perempuan di belakangnya yang sedang memakai helm , itu saja sudah menjadi tanda tanya besar bagi siswa yang melihat nya. Siapa kah perempuan itu ? Menjadi pertanyaan Semua orang.
Semua mata tertuju pada dua insan yang berbeda jenis itu. Suasana menjadi sedikit tegang saat si perempuan memegang helm dan hendak melepaskan nya. Masih menjadi pertanyaan besar , siapa kah gadis itu?
Dan… mulai lah para mulut lemas memulai gibahan mereka. Ada yang berteriak histeris karena Ali lah ternyata perempuan itu. Sebagian sangat setuju untuk keduanya jika di sandingkan dan sebagian dari mereka ada yang kecewa karena bukan mereka lah yang berada di posisi Ali saat ini , atau sebalik nya. Tentu saja lebih banyak iri nya.
Di dalam kelas...
Ali dan Rangga masuk kedalam kelas seperti biasanya , seakan mereka tidak pernah membuat kehebohan yang menggemparkan sekolah saat ini dengan gosip tentang kedua nya.
"Pagi semua" Sapa Ali seperti biasa nya.
"Pagi juga" sahut teman sekelas nya.
Ali seperti biasa nya , jika sudah meletakkan tas di bangkunya lalu menghampiri trio curut yang sudah berkumpul di meja Fika.
"Pagi girl's" Sapa Ali pada mereka bertiga.
"Pagi juga bune" sahut trio curut yang masih belum mengalihkan pandangannya pada tulisan mereka masing-masing.
"Bune , bune... dibilang juga dari kemaren! Jangan panggil aku bune , padahal bunda udah kasih aku nama cantik-cantik Aliana Zulfa Kusuma , kalian seenak jidat nya ganti nama aku bune. Emang apa sih bune itu?" Tanya Ali yang masih belum mengetahui apa arti dari bune. Karena anak-anak di kelas nya suka sekali memanggil nya bune. Entah sejak kapan , Ali pun tak ingat.
" Bune itu singkatan dari ibuk negara! Apalagi?" Jawab Fika masih sibuk dengan tulisan nya.
" Cih! Ibuk negara apanya?" Gerutu Ali jengah. Lalu bertopang dagu , ikut duduk di samping Yola.
" Kalian nulis apa sih? Asik amat , sampai aku di anggurin gini?" Tanya Ali.
__ADS_1
" Ini nih , gak tau Napa kok kami bertiga selalu kompak ya kalau bagian gak buat PE ER ?" Tanya Lala bingung sendiri.
Braak!!
Suara meja yang tiba-tiba di gebrak.
"Eh ayam... ayam..." Latah Fika kaget.
"Yes! Aku siap duluan!" Seru Yola menutup buku nya dengan tenaga.
"Yol ! Jangan ganggu dulu Napa!! Aku belum selesai nih , kamu berisik" kesal Lala.
"Eh... yoyo B aja! gak usah pake gebrak meja Napa?" Kesal Fika , lalu memukul pelan tangan Yola yang ada di atas meja.
"Hehe... peace Mak!" Kekeh Yola mengacungkan dua jari nya. Mengusap tangan nya yang di pukul Fika.
"Cih... gelar trio curut memang pantes buat kalian! Ini kan PE ER seminggu yang lalu! Kok belum siap aja sih?" Tanya Ali.
"Keasikan pacaran sih kalian" cibir Ali.
"Aku belum cubit kamu Bune!! Udah ngeluh sakit ae" kesal Yola karena tidak berhasil mencubit target nya.
Dan Ali hanya terkekeh saja.
"Hemm... Ali kamu pacaran sama batu es ya?" Tanya Lala tiba-tiba , dia juga sudah selesai dengan PE ER nya.
"Engg...
"Al ! Ayo !" Ajak Dewa , wakil ketua kedisiplinan. Biasanya mereka akan selalu patroli bersama.
"Eh aku udah di cariin nih , aku duluan ya" Ucap Ali berlalu meninggalkan trio curut yang penasaran dengan Jawaban Ali.
__ADS_1
Kepergian Ali anak-anak kelas menghampiri trio curut.
"Yola , Lala , Fika! Ali betulan pacaran sama ituuuu yaa?" Tanya Nabila menunjuk Rangga dengan bibirnya . Dia duduk di sebrang trio curut yang sedang berkumpul.
"Iyaa! Aku gak yakin kalau mereka gak pacaran!" Sahut Ridha bergabung dengan mereka.
"Tapi... yaa , sebelum nya kan si Rangga buat masalah Mulu sama Ali , selalu buat kerjaan untuk Ali dengan kesetiaan nya yang selalu telat datang" seru Nabila berbisik menyampaikan unek-unek nya. Takut kedengaran Rangga.
Yola Lala dan Fika hanya saling berpandangan satu sama lain , hanya bisa menjadi pendengar saat ini , karena mereka juga tidak tahu kepastian hubungan antara Ali dan Rangga.
" Hemm... Ali kalau di tanyain sih pasti jawabannya enggak , yaa... kalau dia bilang enggak ya kami percaya aja , lagian gak ada guna nya juga kalau Ali bohong?" Jawab Yola di angguki Lala dan Fika.
"Yaa.. kalau iya pun mereka pacaran , malah bagus kali. Liat tuh si Rangga gak pernah telat lagi kan datang ke sekolah?" Sahut Fika menutup buku nya , dia juga sudah selesai dengan PE ER nya.
" Ya kalau kalian masih kepo , coba tanya sama Rangga!" Seru Lala bertopang dagu melihat ke arah Rangga yang masih menelungkup kan wajah nya di meja. Tidur.
"Itupun kalau kalian berani hehehe... " kekeh trio curut.
Tidak ada yang menjawab. Semua orang hanya saling berpandangan menatap Rangga lalu saling dorong mendorong agar salah satu dari mereka bertanya pada Rangga. Melihat tingkah teman sekelas nya , Yola berinisiatif untuk menanyakan perihal ini pada Rangga , untuk mewakili yang lain.
"Rangga!" Panggil Yola , menghampiri meja Rangga. Di ikuti yang lainnya
Satu dua tiga detik tidak ada sahutan. Yola memanggil nya lagi.
"Hoy Rangga! Ali sekarang lagi di tembak cowok loh!!" Seru Yola bohong.
Rangga langsung berdiri , mata nya terlihat memerah dengan ekspresi wajah yang sulit ditebak.
"Dimana dia sekarang?" Tanya Rangga tidak sabaran.
"Slow bang! Becanda doang mah" kekeh Yola melihat reaksi yang di berikan Rangga.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua