
"Aku berharap mampu memundurkan waktu sehingga aku bisa bertemu denganmu lebih awal dan meluangkan waktu lebih banyak bersamamu."
- Kenzo
****
"Kalian Udah Dapat Pelakunya?"Tanya Alya Pada Sahabatnya, Saat Ini Seperti Biasa Mereka Kumpul Di Kantin, Tapi Suasananya Menjadi Sangat Dingin, Dyra Dan Kenzo Yang Semakin Dingin.
"Udah"Balas Reyhan Yang Dibalas Tatapan Bingung Oleh Lainnya.
"Siapa?"Tanya Dyra Dingin.
"Jes, Lo Ingat Cewek Nerd Yang Waktu Ki- Eh Kalian Smp? Yang Iri Sama Kalian? Dia Yang Bunuh Aurel Karena Dendam Yang Semakin Membesar, Dia Punya Alter Ego, Dia Menyamar Jadi Nerd Untuk Melancarkan Rencananya Dan Kemarin Puncaknya"Ucap Reyhan, Dyra Yang Merasa Janggal Segera Menatap Alya.
"Iya Gue Ingat, Ara Kalau Gak Salah Namanya"Ucap Jessy Mengangguk.
"Tapi Gue Dan Dyra Sangat Mengenal Aurel, Aurel Tidak Mungkin Lengah Gitu Aja, Trus Si Nerd Itu Gimana?"Ucap Alya Mengeluarkan Kecurigaannya.
"Aurel Phobia Debu, Dia Lengah Saat Phobianya Kambuh Dan Memudahkan Si Nerd Membunuhnya"Ucap Jessy.
"Gue Yakin Kalian Tau Kalau Aurel Phobia Debu"Ucap Jessy Memutar Bola Matanya Malas.
"Si Nerd Itu Sekarang Dalam Keadaan Kritis, Di Antara Kematian, Aurel Sempet Bilang Jangan Bawa Jalur Hukum"Ucap Reyhan Dan Berlalu Pergi.
"Ken, Temenin Aku Yuk, Daripada Kamu Disini Terjebak Di Masalah Kematian Si Cewek Gak Benar"Ucap Selvia Sinis.
"Maksud Lo Apa!"Ucap Jessy Tajam Mencengkeram Dagu Selvia.
"Jangan Pernah Lo Jelek Jelekin Sepupu Gue, Cukup Sabar Gue Hadepin Lo Karena Ada Aurel, Gue Benci Ngeliat Aurel Menangis Karena Lo Dan Kenzo, Dan Jangan Pernah Mulut Lo Ini Ngucapin Yang Jelek Tentang Aurel, Atau Gak Mulut Lo Ini Gue Jahit"Ucap Jessy Menatap Tajam Mata Selvia.
"Le-pas, Ken-"Cicit Selvia.
"Lo Gak Tau Siapa Gue, Lain Kali Hati Hati Kalau Ngomong, Gue Ahli Bedah Dan Pastinya Lo Tau Apa Yang Dilakukan Setelah Membedah Pastinya MENJAHIT"Ucap Jessy Tersenyum Smirk.
"Dia, Gak Mungkin Nolongin Lo, Kalau Sampai Nolongin Lo, Tentu Saja Gue Bisa Bikin Dia Punya Tangan Seperti Boneka Yang Tangannya Dijahit Karena Putus, Sekalipun Dia Cowok"Ucap Jessy Tajam Melepas Cengkeramannya.
"Anjing Sakit *****"Ringis Selvia Sinis.
"Lo Kira Cuma Lo Doang Yang Bisa Nusuk? Gue Juga Bisa *****, Bahkan Ngoyak Jantung Lo Pun Gue Bisa, Atau Gak Ubah Bentuk Hati Lo Seperti Emoticon?"Bisik Jessy Membuat Selvia Terdiam Kaku.
"*****!"Ucap Selvia Sinis.
"Lo Perlu Kaca Gak?"Tanya Jessy Tersenyum Smirk.
"Rel Lo Bisikin Apaan Tuh Cabe?"Tanya Galang Penasaran.
"Cuma Bilang Mau Ubah Bentuk Hatinya Seperti Emoticon Lope Lope"Ucap Jessy Terkekeh.
__ADS_1
"Wah Gue Belum Liat Tuh Jes"Ucap Aldo.
"Ken, Ayo Dong Temenin Gue, Disini Tuh Tempatnya Sampah"Ucap Selvia Sinis.
"Lo Belum Puas? Karena Kelakuan Lo, Aurel Pergi! Karena Lo Yang Murahan! Lo Yang Datang Di Kehidupan Gue Dengan Seenaknya! Lo Pikir Gue Mau Sama Lo! Sampai Kapanpun Gue Gak Akan Pernah Sama Lo! Lo Gak Pernah Gue Anggap Di Hati Gue! Gue Cuma Kasian Sama Lo Yang Broken Home! LO YANG SAMPAH!"Teriak Kenzo Menatap Selvia Tajam.
"Ken Kamu Kok Gitu Sih, Apa Karena Aurel? Apa Karena Cewek Itu Yang Ngerubah Kamu?"Teriak Selvia Dengan Mata Yang Berkaca-kaca.
Plak..
"Gue Bilang Jangan Sebut Nama Aurel Di Mulut Kotor Lo Itu! Lo Gak Ngerti Bahasa Indonesia?"Ucap Jessy Tajam Menampar Selvia.
"Mending Lo Pergi"Ucap Kenzo Dingin Pada Selvia.
"Gue Mau Lo Kenzo"Ucap Selvia Menangis.
"Pergi!"Teriak Kenzo, Selvia Yang Mendengarnya Segera Pergi Dengan Tangis Yang Semakin Deras.
"Gue Belum Puas Aurel, Kalau Perlu Sahabat Lo Yang Jadi Korban Gue Selanjutnya"Batin Selvia.
"Wow"Ucap Galang.
"Kenapa Lo?"Tanya Nana Penasaran.
"Kenzo Bicara Lumayan Panjang, Gue Sampai Gak Bisa Ngitung Berapa Kata Yang Keluar"Ucap Galang Polos.
"Duluan"Ucap Dyra Melirik Keenan Dan Berlalu Pergi
"Gue Nyusul Dyra"Ucap Keenan Beranjak Pergi Mengikuti Dyra.
"Jes! Gimana Enak Gak Tangan Lo?"Tanya Nana Pada Jessy.
"Gue Belum Puas, Sekali Doang, Tapi Lumayan Bagus Yah Dia Dengan Stempel Tangan Gue Di Pipinya, Lain Kali Kayaknya Gue Harus Berkali-kali Biar Tambah Bagus"Ucap Jessy Tersenyum Lebar.
"Gila Lo Emang"Ucap Alya Memutar Bola Matanya Malas.
"Ken Duduk, Gak Capek Lo Berdiri Mulu"Ucap Jessy Menarik Pundak Kenzo Untuk Duduk.
"Gue Tadi Tuh Serasa Nonton Live Drama"Ucap Aldo Yang Diangguki Oleh Galang Dan Nana.
"Tapi Bentaran Banget, Jes Nanti Lo Lebih Lama Lagi Yah Durasinya, Biar Gue Jadi Sutradara Nya"Ucap Galang Antusias.
"Ehh Guys Mau Ikut Gak Bentar Malam?"Tanya Jessy.
"Kemana?"Tanya Alya Yang Diangguki Oleh Lainnya.
"Ngamen Di Kolong Jembatan"Ucap Jessy Tertawa Dan Berlalu Pergi.
__ADS_1
"Jessy Gila!"Teriak Mereka Serentak.
*****
"Ra"Ucap Keenan Lembut Dari Belakang Dyra Yang Memejamkan Mata.
Saat Ini Mereka Berada Di Rooftop Sekolah, Dyra Menumpukan Kedua Tangannya Di Pembatas Rooftop Seraya Memejamkan Mata Menikmati Hembusan Angin Yang Menerpa Wajahnya.
"Ngapain"Ucap Dyra Tanpa Membuka Matanya.
"Luapkan"Ucap Keenan Lembut Menarik Tangan Dyra Sehingga Menabrak Dada Bidangnya.
"Jangan Ditahan"Ucap Keenan Memeluk Dyra Erat.
"Kenapa Aurel Tinggalin Gue Secepat Ini, Gue Yakin Aurel Belum Pergi, Dia Gak Akan Setega Itu Ninggalin Gue Kan?"Ucap Dyra Memukul Dada Keenan, Dyra Mendongak Menatap Keenan Dengan Air Mata Yang Berlinang.
"Ikhlasin"Ucap Keenan Memejamkan Matanya Sejenak Dan Menghembuskan Nafas Kasar.
"Aurel Gak Akan Pergi Keenan"Ucap Dyra Dengan Tangisnya, Dyra Sudah Tidak Mampu Berdiri Hingga Ia Terduduk Dengan Keenan Yang Setia Memeluknya.
"Kamu Gak Akan Mengerti Keenan, Aku Dan Aurel Sudah Seperti Saudara Dan Ikatan Kita Sangat Kuat, Dan Aurel Masih Ada Sampai Sekarang, Makam Itu Bukan Aurel"Ucap Dyra Dengan Isak Tangisnya.
"Aurel Gak Akan Tenang Kalau Kamu Gini, Kamu Lihat Jessy? Dia Berusaha Tegar, Disini Dia Yang Sangat Terpukul, Dia Dan Aurel Sudah Bareng Sejak Kecil"Ucap Keenan Memegang Pipi Dyra Yang Basah Karena Air Matanya Yang Masih Mengalir.
"Dan Lo Liat? Jessy Bahkan Sesantai Itu"Ucap Dyra Tajam Menyeka Air Matanya.
"Karena Dia Berusaha Tegar Untuk Kalian, Kalau Semuanya Sedih, Siapa Yang Ingin Menguatkan"Balas Keenan Lembut.
"Gue, Kenzo, Lo Liat? Hanya Kita Berdua Yang Dekat Dengan Aurel Yang Sangat Terpukul, Gak Semuanya Yang Sedih"Ucap Dyra Tajam.
"Sampai Kapanpun Lo Gak Akan Ngerti! Kalau Sampai Dugaan Gue Benar, Jangan Harap Kalian Bisa Temuin Gue Lagi!"Ucap Dyra Dingin Dan Berlalu Pergi Meninggalkan Keenan Yang Mengacak Rambutnya Frustasi Mendengar Ucapan Terakhir Dyra.
*****
**LANJUT GAK?....
TBC.....
HAPPY READING.....
MAAF BILA ADA PERUBAHAN DAN TYPO....
MAAF BILA ADA KESALAHAN ATAU KESAMAAN DALAM CERITA INI....
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, SHARE DAN FAVORITKAN....
JANGAN LUPA BAHAGIA GUYSS**....
__ADS_1