Aurelian Life

Aurelian Life
"'37"'


__ADS_3

RAJIN KOMEN DAN AJAK TEMAN KALIAN BACA YAH BIAR SEMANGAT UPDATE NYA HEHEHEHE...


"EGOIS SIKAP YANG SETIAP MANUSIA MILIKI, TAPI TERGANTUNG BAGAIMANA KITA MENGENDALIKANNYA."


-Dyra


******


"Ra" ucap Keenan lirih memandang Dyra yang duduk disampingnya, saat ini Keenan berada di kelas Dyra, jam istirahat tiba tapi Dyra memilih diam di kelas hingga Keenan menghampirinya.


"Lo mau apa sih?" tanya Dyra datar tanpa menoleh kearah Keenan, ia masih sibuk dengan handphonenya.


"Maafin aku, tapi aku tidak menyalahkan perkataan aku kemarin, kamu juga sudah liat nakam Aurel kan? Jangan egois Ra, biarin aurel tenang, kamu jangan berlarut-larut, aku tunangan kamu, tapi kamu gak ingat ada aku, kamu terus berlarut dalam kesedihan, aku juga butuh kamu Ra," ucap Keenan dengan helaan nafas.


"Iya gue emang egois, semua manusia punya ego, eedanya gue gak bisa ngendaliin itu. Gue butuh waktu sendiri, dan waktu gue nggak selamanya tentang lo," ucap Dyra tajam.


"Tapi Ra. Aku gak bisa jauh dari kamu," ucap Keenan menahan tangan Dyra tangan langsung ditepis oleh Dyra.


"Beri gue waktu atau kita break," ucap Dyra membuat Keenan frustasi.


"Fine! Terserah kamu, aku emang gak pernah ternilai di mata kamu. Kamu sangat EGOIS!" ucap Keenan menghela nafas kasar dan berlalu pergi meninggalkan Dyra yang terkekeh miris.


******


"Loh Keenan, Dyra mana?" tanya Alya pada Keenan yang baru saja datang dengan wajahnya yang sangat datar.


"Entah," ucap Keenan singkat menghedikkan bahunya dan menelungkupkan wajahnya di lipatan tangannya diatas meja.


"Kalian berantem?" tanya Galang yang tidak mendapatkan jawaban.


"Nan gue beliin makanan yah," ucap Jessy.


"Gak usah," balas Keenan menggeleng.


"Lo harus makan, gue tau lo belum makan. Kalau lo gak mau kita putus," ucap Jessy yang mendapat geplakan di lengannya dari Alya yang duduk disampingnya.


"****" ucap Alya sinis yang dibalas kekehan oleh Jessy.


"Lo makan yah Nan. Lo kan kesayangan gue," ucap Jessy tersenyum lebar.


"Terserah," balas Keenan.


"Nahh kan lo gak mau putus sama gue," ucap Jessy terkekeh.


"Jess!" ucap Keenan tajam memperingati.


"Iya iya ahsiapp sayang," ucap Jessy terkekeh dan berlalu pergi membelikan Keenan makanan.


"Eittt lo juga harus makan Ken. Tadi lo gak mesen," ucap Jessy menghentikan langkahnya dan menghadap Kenzo yang memainkan hpnya sedari tadi.


"Kenzo gue ngomong sama lo. Bukan sama patung tapi lo kan titisan patung," ucap Jessy terkekeh.

__ADS_1


"Apa?" ucap Kenzo malas.


"Lo makan batu yah," ucap Jessy tersenyum lebar.


"Hmm" balas Kenzo memutar bola matanya malas.


"Jess lo gakk nawarin gue?" tanya Galang.


"Iya kita juga kan belum makan," ucap Aldo mengangguk.


"Heh! Lo berdua tadi udah makan yah. Bahkan dua porsi, lo jangan maruk yah. Lagian emang lo siapa mau nyuruh nyuruh gue, gaada yang boleh perintah seorang Jessy yang baik hati," ucap Jessy sinis.


"Giliran Keenan ama Kenzo aja ditawarin, lah kita nanya doang malah nyerocos kek lambe. Pilih kasih itu namanya," balas Galang mendengus.


"Jess!" ucap Keenan tajam memperingati Jessy yang hendak membalas ucapan Galang.


"Iya iya tunggu sebentar Keenan sayang. Ini si dua dedemit ngajak ribut," ucap Jessy tersenyum manis lalu menatap sinis Aldo dan Galang. Dan berlalu pergi.


****


Saat ini mereka semua ada dirumah Aurel yang sekarang hanya dihuni oleh Jessy, Dyra dan Alya berserta maid.


"Sini lo," ucap Jessy sembari menarik Dyra menuju ruang tamu dimana temannya berada, Jessy tadi naik menuju kamar Dyra untuk memanggil Dyra, dengan segala ancaman akhirnya Dyra mau turun.


"Apasih lo" ucap Dyra sinis.


"Lo harus gabung. Gak sopan," ucap Jessy sinis.


"Jangan sentuh aku mas! Aku jijik. Aku jijik sama kamu mas," cibir Jessy menirukan sinetron orang keempat.


"Sekarang lo selesaiin masalah lo sama Keenan," ucap Jessy setelah mereka sampai diruang tamu.


"Masalah gue sama Fikri? Bukan urusan lo!" ucap Dyra tajam pada Jessy.


"Lo tega sama tunangan gue? Dia uring uringan Dyra," ucap Jessy sinis.


"Terserah," ucap Dyra memutar bola matanya malas.


Berniat kembali kekamarnya. Saat ia melangkah Jessy mengunci badannya hingga tidak bisa bergerak, ia tahu Jessy sangat mahir bela Diri sama seperti Aurel, ia bahkan bisa dikalahkan oleh Jessy.


"Jess!" ucap mereka semua serentak tak terkecuali Keenan dan Kenzo, sedangkan Dyra hanya memutar bola matanya malas.


"Lo mau kemana. Jangan melawan atau lo gak bisa berjalan lagi, tentunya lo tau gue kan." ucap Jessy terkekeh.


"Gila!" ucap Dyra memutar bola matanya.


"Gaada yang bilang gue waras kok," ucap Jessy tersenyum smirk.


"Lo jangan berlarut ******, mau gue tampar biar lo sadar? Lo buta? Lo gak liat disana ada orang yang sedih ngeliat lo egois," ucap Jessy tajam pada Dyra lalu melirik Keenan yang menatap Dyra sendu.


"Lo hanya mikirin diri lo sendiri. Kalau begitu lo mending mati aja disana gaada yang ganggu hidup lo. Alhamdulillah kalau lo masuk surga," uvap Jessy terkekeh melepas kunciannya lalu menepuk Dyra sedikit keras.

__ADS_1


"Lo itu ****, ******. Dia pergi dari lo, baru nyesel," ucap Jessy tajam mencengkeram rahang Dyra yang menatapnya sinis.


"Udah?" tanya Dyra datar dan berlalu pergi.


"AUREL BENCI LIAT LO DYRA!" teriak Jessy menahan langkah Dyra yang hendak menaiki tangga.


"PERTEMUAN LO DAN KEENAN DIBANTU AUREL, DAN HANYA INI BALASAN LO?" Lanjutnya lagi teriak, hingga Dyra menatap keenan dengan mata yang berkaca-kaca dan melanjutkan langkahnya.


"Lo Jangan Emosi Jess"Ucap Keenan Menghela Nafas.


"Gue disini karena Aurel, dia minta gue temenin kalian. Bisa aja tadi gue masukin dia kerumah sakit," ucap Jessy santai.


"Kasian juga si Dyra lo gituin Jess. Emang gila lo," cibir Nana.


"Lo tadi liat ada kesakitan di muka Dyra? Itu bukan seberapa dibanding harus menghadapi kemarahan gue, lo tau kan marahnya orang kayak gue gimana? Kalau gue emosi bisa aja dia gue jahit luka robek dari gue, dengan tangan gue sendiri," ucap Jessy tersenyum smirk.


"Kejam sungguh kejam diriku," nyanyi Jessy dengan nada sumbang.


"Berisik" ucap mereka serentak.


"Jess gue boleh kekamar Aurel," ucap Kenzo izin.


"Boleh, tapi cepet yah kita mau ke cafe gue," ucap Jessy yang diangguki oleh Kenzo.


****


"Wanginya selalu ada. Aroma favorit gue," gumam Kenzo menghirup aroma kamar Aurel.


"Dia gadis hebat dan sangat sabar," batin Kenzo tersenyum melihat foto Aurel dan Dirinya saat mereka pertama kali rayain ulang tahun Aurel bersama.


"Dia yang selalu ada di hati gue. Dia yang selalu ada di pikiran gue, dia yang selalu ada untuk lelaki bodoh ini" batin Kenzo terkekeh miris mengingat kebodohannya.


"Penyesalan selalu di akhir," gumam Kenzo tersenyum tipis melihat foto candid yang terpajang di atas ranjang Aurel, foto yang diambil oleh Kenzo saat mereka berlibur Bersama di pantai.


"Maafin aku sayang," gumam Kenzo memejamkan matanya sejenak dan berlalu pergi keluar dari kamar Aurel.


****


******LANJUT GAK?....


TBC.....


HAPPY READING.....


MAAF BILA ADA PERUBAHAN DAN TYPO....


MAAF BILA ADA KESALAHAN ATAU KESAMAAN DALAM CERITA INI....


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, SHARE DAN FAVORITKAN....


JANGAN LUPA BAHAGIA**....

__ADS_1


__ADS_2