
kembali ke Ayesha ya guys ..
ibu Ayesha terus berusaha menyakinkan Ayesha bahwa laki-laki yang pernah dikenalkan tempo hari adalah laki-laki baik-baik dan serius ingin menjadikan Ayesha istri,akan tetapi Ayesha tidak menyukai laki-laki pilihan ibunya ..
laki-laki itu bernama Fahri seorang guru honorer sekolah dasar berumur 28 tahun sedangkan Ayesha baru berumur 19 tahun .
Ayesha merasa ketar-ketir jika ibunya terus membujuknya menikah dengan Fahri , kenapa harus Fahri sih jerit Ayesha tak terima .
Ayesha sangat khawatir meski kata ibunya keluarga Fahri sangat baik dan perhatian tapi menikah karena terpaksa itu tidak baik bahkan secara terang-terangan Ayesha sudah menolak Fahri sampai kapan pun mereka tidak akan menikah .
setelah pulang dari kantor Ayesha dipanggil oleh satpam mess ,Ayesha mendapatkan kiriman dari seseorang ..
Ayesha menerima paket yang ukurannya cukup besar lumayan berat tapi entah siapa pengirimnya karena tidak ada identitas sama sekali .
"bawa apa lu Sha .?"
" enggak tau nih coba kita buka aja yuk mungkin ada rejeki yang tak terduga "
Riska dan Meta sudah bersiap ingin membuka paket milik Ayesha ,dengan hati-hati Riska membuka paket ,hal yang tak pernah terbayangkan mereka bertiga tiba-tiba loncat dari ranjang Ayesha isi paket itu membuat mereka bertiga teriak histeris .
isi dalam paket seekor tikus mati serta surat ancaman dari sang pengirim ...
" INI BARU AWAL PERMAINAN AYESHA"
" Gila Sha siapa yang berani teror lu , apa lu punya musuh.?" Riska terus bertanya kepada. Ayesha sedangkan yang ditanya masih terdiam syok
Selama ini Ayesha tak pernah ada musuh kenapa tiba-tiba ada yang meneror dirinya Ayesha terus memikirkan siapa sebenarnya pengirim paket itu
" gua juga gak tau Ris , apa gara-gara kejadian kemarin ya Met ,Ris "
__ADS_1
" kejadian apa lu buat salah sama orang "
" gua diminta anterin kopi ke meja manager marketing terus gua gak sengaja numpahin kopi ke kemeja yang dipakai pak Robby"
" kurasa bukan karena itu deh Sha itu hal sepele kan , besok kita selidiki dulu jangan main buruk sangka nanti kena pasal pencemaran nama baik loh "
"iya juga sih yaudah kalau gitu buruan kamu buang Sha jijik tau liatnya"
dalam keheningan malam Ayesha Masih memikirkan siapa sosok misterius yang mengirimkan tikus mati dan surat ancaman untuk dirinya.
ternyata hidup di rantau Tak seenak yang Ayesha bayangkan, yang merasa tak pernah melakukan kesalahan kepada orang lain hanya kemarin Masalah sepele soal kopi sama Pak Manager masa iya sampai pak Manager menerornya seperti itu.
pikiran Ayesa pun terus Berkelana merasa dirinya sedang diawasi oleh seseorang dan bisa jadi Ayesha sedang tidak aman untuk saat ini,Ayesha sama lirik arlojinya menunjukkan pukul 12.00 malam.
Ayesha pun bergegas ke kamar mandi untuk sekedar gosok gigi dan mengambil air wudhu dan bersiap untuk tidur.
pagi yang cerah Walau Tak secerah hatinya tapi dia cukup senang di hari libur ini ia akan menghabiskan waktunya bersama ketiga temannya .Hari ini rencana Ayesha dan teman-temannya akan berkunjung ke rumah Rifa.
sebelum berangkat ke rumah Rifa mereka mampir ke sebuah toko untuk membeli sedikit cemilan dan juga sayur-sayuran untuk dimasak di rumah Rifa nanti..
setelah selesai berbelanja mereka menunggu bus, didalam bus yang dingin dan suasana nya sangat tenang Ayesha menikmati lagu ciptaan penyanyi asal jawa timur itu ..
Anane mung tresno
Kalih welasku
Anane mung iki
Seng tak nduweni
__ADS_1
Doyo-doyo nggandoli
Doyo-doyo nangisi
Kesandung sandung aku
Masakne atimu
Anane mung tresno
Kalih welasku
Anane mung iki
Seng tak nduweni
Doyo-doyo nggandoli
Doyo-doyo nangisi
Kesandung sandung aku
Masakne atimu
Ayesha kira itu hanya sebuah lagu tapi ternyata itu adalah kisah cintanya yang tak kunjung ada endingnya ...
__ADS_1