
dengan segala cara Kinanti lakukan untuk membujuk sang putra pertamanya yang sudah menikah pulang siapa lagi kalau bulan Fahri sudah berkali-kali telepon tapi juga tidak ada jawaban dari seberang sana chat pun juga belum ada balesan akhirnya Kinanti membuat status disebuah aplikasi dengan harapan anak dan menantunya melihat .
" jangan pernah membuat ibu menangis hanya karena ....menahan kerinduan kepada anak-anaknya.... pulang dan temui ibumu ... sekali pun hanya senyuman yang menjadi buah tangan "
selesai mengetik status Kinanti merasa puas karena Kinanti yakin sebentar lagi pasti Fahri putranya akan pulang .
" mbak aku mau ambil pesanan "
" ini mbak 350 ya , ehh itu anak kamu yang sudah nikah itu bukan sih ..?"
" Iya mbak ,anak mbak gak pulang to.?"
" anak ku pulang dua pekan sekali mbak "
" Masya Allah kalau anaku selama dua tahun ini pulang baru tiga kali mbak kasian juga sekarang tanggung jawabnya besar jadi gak apa-apa kalau jarang pulang penting keluarga kecil nya tercukupi"
" kalau Fahri selalu menyempatkan diri berkunjung mbak dia rindu ibunya katanya"
" saya pamit dulu ya mbak kasian menantu saya dirumah sendirian "
" iya mbak hati-hati "
kinanti masih menunggu balasan pesan dari Putra pertamanya tapi jadi menit ke menit tak ada balasan sama sekali akhirnya Kinanti memutuskan untuk menekan pekerjaan rumah terlebih dahulu sembari menunggu pesan dari putranya terbalas.
Kinanti terus berusaha agar Sang putra mau menuruti semua keinginan Kinanti termasuk membesuknya dalam jangka waktu dua pekan sekali.
kini Kinanti mendengarkan lagu favorite nya yang ditulis oleh Pipit Maulidia
ﺃَﺑْﻜِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺷَﺎﻡِ ﺍﻟْﻬَﻮَﻯ ﺑَﻌُﻴُﻮﻥِ ﻣَﻈْﻠُﻮﻡ ﻣُﻨَـﺎﺿِﻞ
Abki 'ala-syammil hawa Ba'-yuni madh-luumi munaadzil
Aku menangisi bumi Syam yang telah mati Dengan air mata orang yang dizalimi yang turun berjuang
ﻭَﺃَﺫُﻭﺏُ ﻓِﻲ ﺳَﺎﺣَﺎﺗِﻬَﺎ ﺑَﻴﻦَ ﺍﻟْﻤَﺴَﺎﺟِﺪِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻨَﺎﺯِﻝْ
Wa-adzubufi syaa-hatihaa,, Bainal masya-jidi wal-manazil
Dan aku merana diperantaraan Di antara rumah dan masjid
ﺭَﺑَّﺎﻩُ ﺳَﻠّﻢ ﺃَﻫْﻠَـﻬَﺎ ﻭَﺍﺣْﻢِ ﺍﻟْﻤَﺨَﺎﺭِﺝِ ﻭَﺍﻟْﻤَﺪَﺍﺧِﻞ
__ADS_1
Robbahu sallim ahlahaa Wahmil makhoo-rija wal-madaakhil
......................
Ayesha tengah menyiapkan makan malam untuk suaminya Fahri ,makan malam sederhana dengan lauk pauk apa adanya sudah membuat Ayesha bersyukur karena Allah selalu memberi jalan rezeki yang halal untuk keluarga kecilnya .
Fahri sangat lahap menyantap masakan yang dihidangkan oleh Ayesha sang istri , setelah makan malam selesai Ayesha membereskan piring kotor dan juga nasi,sama lauk yang masih ada .
" dek ini mas dapat perintah dari atasan kalau bekerja dimadrasah itu harus sudah menatapkan domisili"
" mas maunya bagaimana .?"
" kalau kita domisili sini saja bagaimana dek.?"
" itu ide bagus mas besok kita urus perpindah aku dulu , izin sama ibu pasti kan lebih mudah"
" baiklah kalau bagitu kamu hubungin ibu dulu biar dibantu persiapan"
walaupun sebenarnya Ayesha tidak yakin dengan keputusan dari suaminya tidak yakin karena Ayesha pikir bahwa ibu dari sang suami pasti tidak akan menyetujui keputusan berpindah domisili.
karena lagi pusingnya Ayesha memikirkan perpindahan domisilinya sambil mencuci piring Ayesha mendengarkan lagu yang dipopulerkan oleh Via Vallen
Everyday is holiday
With my music you can fly
Everything is gonna be okay
Sibuk mikirin hidup yang penuh tanda tanya
Cuekin aja, jalani aja, ikutilah alurnya
Saat kau lelah dan mulai resah
Bernyanyilah saja syalalala
Ketika sakit hati tiada yang peduli
Ingat banyak yang lain menanti
Tinggalkan bebanmu lepaskan (lepaskan)
__ADS_1
Enjoy aja
Everyday is holiday, still follow me in my way
With my music you can fly, everything is gonna be okay
Everyday is holiday, still follow me in my way
With my music you can fly, everything is gonna be okay
Hitam putih hidup itu lumrah
Jangan cepat kalah dan menyerah
Lihatlah bintang malam menemanimu
Dia bersinar takkan mati
Dan jangan lagi kau ingat masa lalu
Venak zomblo mblo mblo mblo mblo
Hey mblo ojo…
......................
tebakan Ayesha pun benar ibu mertuanya murka saat mendengar Fahri anak pertamanya akan pindah domisili padahal Fahri sudah ambil jalan tengan tidak tinggal dirumah orang tua akan tetapi lebih memilih pindah domisili dikontrakan kecilnya .
" bagaimana le apa ibumu setuju.?"
" tidak sama sekali bu' bahkan aku pulang dengan tangan kosong"
" trus apa yang dikatakan ibumu.?" ibu Ayesha bertanya seolah- olah tidak tau apa-apa padahal sebelum menantunya pulang ke kontrakan ibu dari Fahri sudah mengirim chat cukup banyak dan menyakitkan untuk Ayesha
" Sha bagaimana apa kamu mau tinggal bersama orang tuaku "
Ayesha menggeleng menandakan tidak mau , saat ini Fahri sangat bingung .
"tenang saja mas pasti akan berusaha untuk pindah domisili disini sama kamu " sembari memeluk sang istri dan mengecup kepala Ayesha agar Ayesha bisa tenang .
"ini perjalanan rumah tangga kita mas kita yang menentukan bukan orang lain , ibaratkan ular tangga yang kadang naik kadang turun .akan tetapi prihal kita mau tinggal dimana ,makan atau tidak itu urusan kita ,kita yang memutuskan bukan ibumu"
__ADS_1
Ayesha berjalan gontai didampingi sang ibu ,melihat situasi sedang panas ibu Ayesha terus memberi support itu anak perempuan nya , support yang baik tentunya .