
pagi yang cerah burung-burung berterbangan lalu lalang suara mengaji terdengar bagitu jelas dari rumah Ayesha karena memang dekat .
Ayesha sudah bersiap untuk pergi kepasar membawa beberapa dagangan yang sudah Ayesha siapakan sore kemarin ...
Ayesha pergi ke pasar dengan membawa barang dagangannya jalan kaki karena jarak dan pasar tidak terlalu jauh, sedangkan Fahri sudah bersiap untuk melamar kerja di Madrasah karena rencana mereka akan pulang ke rumah orang tua Fahri pukul 09.00 pagi.
sesampainya Ayesha di pasar ia tinggal diam Ayesha tidak menunggu ada yang membeli tapi Ayesha menawarkan setiap dagangannya kepada orang-orang yang ada di pasar.
tepat pukul setengah sembilan Ayesha memutuskan untuk pulang .
Aisyah mengelilingi pasar dan Alhamdulillah sudah banyak dagangan Ayesha yang terjual hanya tinggal beberapa tahu yang belum terjual .
sampai dirumah Ayesha menbagikan tahu sisa jualan ketetangga terdekat masih ada kurang lebih 5 kantong tahu ..
"makasih ya Sha ..oiya kenapa gak dibuat tahu krispi saja "
" nanti rencana mau kerumah mertua mbak daripada saya masukin kulkas lebih baik dibagikan saja "
" tahu buatan kamu itu gurihh uenakk pokoknya Sha "
" mbak ini berlebihan kalau memuji , aku buat dengan alat seadanya juga belum bisa maksimal"
" Oiya Sha kalau pekan depan saya pesen tahu 200 biji bisa gak buat acara arisan keluarga " sahut ibu-ibu yang lain
" boleh banget mbak pekan depan saya usahakan , mentahan atau digoreng.?"
" mentahan aja antar kerumah ya "
"siap mbak ,kalau gitu saya pamit dulu ya mas Fahri sudah menunggu dirumah , mari ibu-ibu Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
sampai depan rumah Ayesha sudah melihat Fahri berkemas , Ayesha segera meletakkan barang bawaannya didapur lalu mengambil haduk dan mandi ,selesai mandi Ayesha berniat untuk sarapan karena sedari pagi Ayesha sama sekali belum makan nasi hanya sekedar minum teh hangat dan dua biji gorengan ..
Fahri meminta Ayesha untuk segera berkemas dan buru-buru berangkat takutnya tidak ada bus lagi kalau terlalu siang , Selama perjalanan Fahri dan Ayesha terus hanyalah terdiam sama sekali tidak ada obrolan diantara mereka berdua .
sebab Ayesha merasa lapar dan juga lelah karena baru pulang dari pasar kan tapi Fahri bersikukuh untuk segera berangkat ke rumah ibunya, setelah 2 jam perjalanan akhirnya Ayesa dan Fahri sampai tempat tujuan dengan membawakan sedikit buah tangan yang sempat mereka beli sewaktu di halte tadi.
setelah sampai di rumah ibunya Fahri Ayesha diminta untuk istirahat karena perjalanannya cukup jauh ya Ayesha saat ini tengah menahan lapar yang sangat amat.
" kalian istirahat aja dulu Ibu siapkan makan untuk kalian " kata ibu nya Fahri
__ADS_1
" tak usah repot-repot Bu biar Ayesha bantu bagaimana.?" tawar Ayesha kepada sang mertua
" nggak usah Kamu pasti capek biar Ibu saja yang menyiapkan makan untuk kalian "
tanpa membantah Ayesha kembali duduk di kursi ruang tamu tak berapa lama ia ingin ke kamar mandi dan melihat banyak cucian piring yang masih tertumpuk belum dicuci oleh mertuanya , akhirnya Ayesha sabar inisiatif ingin mencuci piring dan membersihkan dapur.
setelah selesai mencuci piring Ayesa dipanggil oleh Fahri untuk bergabung makan bersama sang suami , tidak ada menu spesial tentu saja di meja makan hanya ada sayur bayam yang sama sekali Ayesha tak suka jangan makan-makan memasak pun Ayesha tak pernah karena memang dirinya tidak menyukai sayur bayam.
walaupun merasa laparnya sangatlah tak bisa tertahan lagi takkan tetapi Ayesha memutuskan untuk makan bersama suami satu piring sekedar untuk menghargai sama mertua yang telah menyiapkan makanan untuk dirinya .
" Kenapa toh Nggak makan sendiri nggak suka toh sama sayur bayam nya" ucap mertua dengan nada sedikit sinis
Ayesha menerima khas dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan-pelan tapi ia tak mampu untuk menjawab toh menjawab pun pasti juga akan salah lebih baik dia diam saja.
" Oh Ayesha hanya sedikit tidak menyukai sayur Bu Jangan salah paham ya pasti nanti dia juga akan makan" terang Fahri kepada sang Ibu agar sang Ibu tidak salah paham dengan sang istri dan tidak memaksa Ayesa untuk memakan sayur yang tidak Ayesha suka.
setelah selesai makan dan membereskan bekas makanannya Ayesha bergabung bersama keluarga Fahri di ruang keluarga sekedar mengobrol ringan.
" Kamu tuh gimana to Sha masak suami punya sandal kotor gitu nggak dicuci itu loh minta suamimu suruh potong rambut juga udah lebat gitu rambutnya" ucap sang ibu mertua kepada Ayesha
" Iya bu saya cuci sandalnya Mas Fahri" jawab Ayesa dengan nada yang pelan dan sopan dan sangat berhati-hati saat berbicara dengan mertuanya itu
kata-kata samar tua sangatlah menyedihkan dan menyakitkan hati Ayesha ia tak menyangka di hari pertamanya ia berkunjung setelah menikah akan mendapatkan perkataan yang cukup menyinggung perasaannya ini.
" udahlah Bu sekalian nih ngomongin apa sih mendingan kita ngobrol-ngumpul santai aja masalah Fahri biarlah diurus Ayesha dia tuh udah punya istri nggak usah terlalu mengomentari hidupnya lagi Bu" kata Bapak dari Fahri
" Oalah gimana aku lupa Oh Ibu ini cuma pengen anak kita ini terlihat rapi kalau ke mana-mana dan terurus aja" jawab sang ibu mertua
Fahri hanyalah ku diam saat ibu kandungnya memojokkan sang istri tak berani sekedar untuk membela kebenaran bahwa AyeshaTelah melakukan yang terbaik bahkan selama habis menikah Ayesha lah yang mencari uang untuk keperluan sehari-hari.
karena Fahri belum bekerja baru melamar pekerjaan di Madrasah terdekat tempat ya tinggal, karena merasa di pojokkan dan tak dihargai oleh ibu mertuanya Ayesha menangis dalam hati ingin segera pulang akan tapi sang Suami masih enggan untuk Diajak pulang karena dihalangi oleh sang ibu .
" Sekarang kamu kerja apa Sha nggak nganggur kan nggak cuma ngandelin uang dari suami" lagi-lagi ibu mertua Ayesha menyinggung Ayesha dengan perkataan
" Alhamdulillah Bu Saya sekarang bekerja walaupun hanya sekedar jualan tahu keliling di pasar ataupun buka usaha kecil di rumah hasil kerja saya udah cukup untuk membayar kontrakan dan juga makan sehari-hari sebelum matahari mendapatkan pekerjaan" jawab Ayesha dengan panjang lebar karena sudah tak tahan lagi dengan perkataan sang mertua .
" ya gitu Emang harusnya sebagai istri bisa membantu suami apalagi kalau suaminya belum mendapatkan pekerjaan bisa meringankan beban suami "
"iya bu"
" Oh ya salahin kali kalau ke sini nggak usah bawa roti-roti seperti itu orang sini nggak ada yang mau makan tapi seperti itu nggak ada yang suka kan mubazir"
__ADS_1
" Maaf Bu kalau memang tidak suka dengan oleh-oleh Kami Insya Allah besok Fahri bawakan kesukaan ibu ibu tinggal bilang saja mau apa" kali ini Fahri yang menjawab karena Aisyah hanya terdiam dan menunduk bisa melihat betapa sedihnya Ayesha .
Karena setelah menikah seorang anak laki-laki akan dengan mudah diterima di keluarga perempuan akan tetapi seorang perempuan belum tentu akan diterima dengan mudah di keluarga laki-laki.
sekarang Ayesha pun bisa berpikir bahwa sesungguhnya kehidupan setelah menikah itu tak seindah di awal pernikahan karena menikah itu bukan hanya menyatukan antara sepasang laki-laki dan perempuan tetapi mempersatukan antara dua belah keluarga agar menjadi keluarga yang saling menerima .
karena pada kenyataannya di bulan awal menikah pun Ayesha saya sudah mendapatkan perkataan-perkataan yang tidak enak dari sang ibu mertua , padahal Ayesha sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik bahkan Ayesha mau membantu perekonomian suaminya sebelum suaminya mendapatkan pekerjaan .
Pekerjaan membuat tahu mencoba berjualan keliling pasar membuka usaha kecil-kecilan depan rumah tak pernah malu melakukan semua itu walau cibiran dari tetangga barunya pun tak berhenti ya dengar karena di balik Ayesha bekerja ada suaminya yang masih melamar kerja.
walaupun tetangga Ayesa adalah orang yang sangat ramah tapi tak luput juga dari cibi-cibiran yang selalu menghantui Ayesha toh semua itu Ayesha salahkan demi mempertahankan hidup dan juga pernikahannya Bersama sang suami tercinta.
......................
perasaan khawatir dan was-was cemas dirasakan oleh Ibu dari Ayesha merasakan putrinya yang sedang tidak baik-baik saja kan Tapi Ibu dari Ayesha melepas Sang Putri dan mengajari Sang Putri agar hidup dengan Mandiri bukan karena ibunya tak mau membantu akan tetapi tak ingin anaknya merasakan pahit manisnya perjuangan kehidupan perjuangan setelah menikah perjuangan yang saat ini harus Ayesa jalani.
dengan memberikan sedikit modal untuk membuka usaha Sang Putri hingga akhirnya Ayesha membuka usaha tahu itu pun juga berkat bantuan sang ibu .
karena merasa khawatir kepada sang putri akhirnya Ibu dari Ayesha pun mengunjungi kosan rumah sang putrinya ingin Memastikan kondisi Ayesa baik-baik saja dan tak kekurangan apa-pun .
sesampainya di rumah Sang Putri dan dengan membawa sedikit oleh-oleh seperti beras dan bahan pangan lauk pauk , Ibu dari Ayesha pun memeluk Putri tercintanya melepas Rindu yang berapa bulan ini ia tahan .
" Bagaimana kabar Nduk Ibu sangat kangen dengan dirimu"
" sama bu Ayesha juga kangen sama Ibu tapi mau bagaimana lagi Ayesha harus bekerja agar Ayesha bisa menabung untuk beli motor agar nanti kalau rumah ibu dengan mudah gak harus naik bus"
" maafkan Ibu ya nduk karena ibu belum bisa memberikan apa-apa buat kamu nanti kalau kamu sudah ada sedikit tabungan kalau pengen membeli motor bilang sama ibu biar ibu tambah uangnya"
" Iya bu nggak usah repot-repot Bentar ya Bu aku siapkan makan dulu buat ibu pasti capek kan habis perjalanan jauh"
" Oh Sha ngomong-ngomong ke mana suamimu kok Ibu dari tadi nggak lihat ?"
" Alhamdulillah bu suami aku sudah mulai kerja di Madrasah dekat sini Jadi nggak perlu menggunakan motor cukup jalan kaki Sudah sampai Bu"
" seberapapun nafkah yang diberikan suamimu bersyukurlah ya nak yang menyepelekan pemberian dari suami Ibu nggak suka kalau anak Ibu seperti"
setelah berbincang panjang lebar dan ibu dari Ayesha sudah makan ,Ayesha menyiapkan bahan untuk membuat tahu dan beberapa dagangan yang akan dijualnya besok. sementara sang Ibu diminta untuk istirahat karena pastinya lelah kan tapi sang Ibu tidak mau istirahat Ibu dari Ayesha melihat kebun samping rumah berniat ingin membantu Ayesha untuk memanen cabe yang sudah merah dan juga ada beberapa tanaman tomat yang siap panen juga.
Ayesha merasa sangat senang sekali dengan kunjungan sang ibu ia sangat merindukan ibunya akan tetapi di saat Ayesha ingin berkunjung ke rumah ibunya, Fahri sang suami berkata kepada sang istri "kapan-kapan saja kalau kita sudah punya uang lagi" padahal waktu itu Fahri sama sekali juga tidak mempunyai uang tapi Fahri bersi Kukuh ke rumah sang ibu mertua dari Ayesha.
baru berapa bulan saja menikah Ayesha merasakan tidak adil dengan perlakuan Fahri akan tetapi Ayesha mencoba menjelaskan kepada Fahri dan memberi pengertian kepada Fahri agar Fahri mengerti dan bisa adil kepada keduanya kepada dirinya sebagai istri dan pada ibu mertuanya ...
__ADS_1