
seperti biasa Setiap pagi Ayesha bisa menyiapkan makan sarapan untuk suaminya sebelum berangkat bekerja dan menyiapkan bekal untuk makan siang.
walaupun keputusan untuk pindah domisili belum mendapatkan titik terang dan setiap hari sang mertua terus menyerang melalui Story sebuah aplikasi pesan singkat, Ayesha mau heran tapi memang sudah seperti itu . mertua tak pernah mau mengerti dan mengalah bahkan mertua selalu memojokkan Ayesha .
sampai detik ini Ayesha masih berusaha dan belajar untuk sabar diusia pernikahan yang masih dini Ayesha tak ingin mengambil keputusan secara gegabah ,toh Ayesha yakin atas keputusan dari Allah karena sebaik-baik rencana itu adalah rencana Allah .
usai menyiapkan bekal untuk suaminya Ayesha mengantar kedepan rumah untuk keberangkatan sang suami .
" Sha tolong jaga anak-anakku dulu ya aku ada urusan" Tuni berlari setelah menitipkan kedua anaknya kepada Ayesha .
"tante aku bisa bantu tante siapkan barang jualan "
" ohh kamu mau bantu tante ,bukan nya hari ini kamu harusnya sekolah nak.?"
" kata ibu hari ini libur dulu karena ibu ada urusan "
" iya sudah kalau bagitu kamu bantu tante ambil sosis dikulkas ya ."
hubungan rumah tangga Tuni semakin memanas suami Tuni sama sekali tak mau bekerja setiap hari hanya tidur makan dan mabuk-mabukan ,seharian Tuni bekerja sebagai buruh cuci dan tukang panggul dipasar dengan upah yang hanya cukup buat makan juga sedikit Tuni sisihkan untuk bayar kontrakan ,akan tetapi sering sekali setelah Tuni pulang bekerja uangnya langsung diambil oleh suami nya di gunakan untuk mabuk-mabukan dan main perempuan .
hutang ke tetangga pun sering Tuni lakukan demi bisa membayar uang sekolah anak pertamanya , kesabaran Tuni pun ada batasnya sekarang tuh nih mengambil keputusan terhadap sang suami karena sudah tak kuat dengan perlakuan sang suami terhadap dirinya yang semena-mena .
mempertahankan rumah tangga demi kedua anaknya tapi sekarang Tuni ingin mengakhiri penderitaan nya walaupun nanti akan berdampak tidak baik untuk kedua anaknya,akan tetapi Tuni yakin lama-lama kedua anaknya pasti akan terbiasa tanpa kehadiran Ayah mereka , walaupun tak pernah Mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah akan tetapi kedua anak Tuni sangat menyayangi Ayah mereka .yang kadang membuat Tuni heran dan tak tega pisah dengan Ando .
......................
pagi yang syahdu sembari menyiapkan tahu krispi pesanan anak tetangga Ayesha mendengarkan lagu yang pernah dinyanyikan oleh Nisa sabyan ..
lagu yang terdengar syahdu dan menenangkan hati ..
Ya habibal qalbi ya khoiril baroyah
Yalijitta bil haqqi rosulalhidayah
Ya Rosulallah ya habiballah
Ya Rosulallah ya habiballah
Yaumal wiladah kalbidayah
Lilhidayah kal bidayah
Yaumal wiladah kalbidayah
Lilhidayah kal bidayah
Intajid ya toha binnuril hidayah
Ya Rosulallah Ya Rosullallah
__ADS_1
Ji'ta bidinillah ji' kullal baroyah
Yahabiballah Ya Habiballah
Ya ya ya ya basyirol khoir
Ya Rosulallah
Ya ya ya ya dalilannur
Ya Habiballah
Ya habibal qalbi ya khoiril baroyah
Yalijitta bil haqqi rosulalhidayah
Ya Rosulallah ya habiballah
Ya Rosulallah ya habiballah
Harapan cinta nyata hidup bahagia
Denganmu ya Rasul rindu tuk bersama
Padami ya Rabbi terkabul semoga
Engkaulah pujaan hati Ya Rasulallah
Bersinarlah cahayanya kekasih Allah
Wahai Sang kekasih insan yang terpilih
Sholawat yang tercurah cinta sungguh indah
Pujaan hati Ya Rasulallah
Cahaya cinta kasih Allah
Ya habibal qalbi ya khoiril baroyah
Yali'jit bil haqqi rosulalhidayah
__ADS_1
tengah asik menyiapkan pesanan tiba-tiba telepon Ayesha berdering tanda ada telepon ,Ayesha melirik ponselnya ternyata telepon dari ibunya ..
"Assalamualaikum mbak bagaimana sudah pindah domisili.?" tanya seorang disebrang sana
" Waalaikumsalam bu belum masih dipersulit ,insyaallah nanti mas Fahri akan kesana bersama rekan kerjanya "
" yang sabar ya mbak ibu doakan semoga Allah mempermudah urusan kita Semua"
" iya bu Terimakasih doanya , doakan juga ya bu semoga Ayesha kuat menjalani ujian ini "
" iya ibu doakan yang terbaik buat kamu ,ibu mau kesawah dulu kamu jaga diri baik-baik dikota orang ,Assalamualaikum"
"baik bu ,Walaikumsalam"
Ayesha merasakan ada Kekuatan super setelah menerima telpon dari ibunya kasih sayang yang bagitu nyata .
setelah Fahri sampai rumah Fahri lalu sudah bersiap bersama Frendy teman di Madrasah yang diutus oleh kepala sekolah untuk menemani Fahri mencari surat pindah domisili.
karena di rumah Fahri ada acara Arisan ibu-ibu jadi Ayesha Tak bisa ikut membersamai Fahri kerumah ibu Fahri.
......................
Ayesha kaget bukan main tiba-tiba ibunya datang tanpa memberi kabar ,karena merasa panik dengan keadaan putri pertama nya jadi ibu dari Ayesha tanpa memberi kabar langsung datang kerumah Ayesha .
tampak raut wajah bahagia dan sedih ,bahagia karena Ayesha ditemani sang ibu tapi juga sedih karena belum dapat kabar dari suaminya ,Ayesha terus berdoa semoga Allah mudahkan segala urusan dunia Akheratnya .
Ayesha pun juga sudah menyiapkan jawaban-jawaban yang Ayesha pikir pasti akan ditanyakan nanti setelah Fahri sampai rumah .
" Tenang saja nduk gak usah dipikir terlalu berat kalau emang ibu mertua mu mempersulit masa depan kalian ,insyaallah ibu akan bantu kamu buka usaha kecil-kecilan untuk Fahri"
" Terimakasih bu ,tapi aku nggak mau kalau dipaksa serumah sama mertua bu"
Ayesha memeluk sang ibu sambil menangis sampai tidak keluar suara ,sang ibu yang merasakan betapa pilunya keadaan putri pertamanya sangat merasa sakit hati .
tiba-tiba ponsel Ayesha berbunyi tanda pesan singkat masuk ternyata dari ibu mertua.
" puas kamu sudah merebut kasih sayang anakku aku yang telah melahirkannya aku yang mengandungnya dan aku yang telah membesarkannya tapi kamu yang mendapatkan kasih sayang lebih darinya bahkan sekarang sampai dia mengabaikanku dia itu anakku."
" setelah menikah denganmu anakku menjadi banyak berubah Tak lagi menurut denganku tapi lebih menuruti kehendakmu dia lebih memilihmu ketimbang aku ibunya ."
Ayesa kembali menangis di pelukan ibunya ya tak menyangka bahwasanya sang mertua sampai segitunya berkata cukup menyakitkan dan yang pasti Ayesa merasa di pojokkan oleh keluarga suaminya.
" Bu aku itu istrinya Mas Fahri bukan saingan ibunya Mas Fahri yang sekarang menjadi Mertuaku Bu"
" Sudahlah Nduk abaikan saja apa yang sudah dikatakan ibu mertuamu yang terpenting kamu fokus sama Fahri Fokus sama pernikahan kalian .kita tunggu Bagaimana tugas Fahri nanti setelah dia sampai rumah"
Ibu dari Ayesha mencoba menenangkan Putri kesayangannya tak menyangka bahwa sang mertua yang artinya adalah besan dari ibu Ayesha sangat tega Mengatakan kata kata yang menyakitkan kepada menantunya .
banyak sekali kejadian bahwasanya seorang perempuan itu dengan tidak mudah diterima di keluarga laki-laki akan tetapi Seorang laki-laki akan mudah diterima di keluarga perempuan.
Ayesha kini cukup merasa tenang walaupun hatinya masih sangat teriris dengan perkataan Ibu mertuanya, karena selama ini Ayesha itu tidak pernah bermaksud ingin merebut kasih sayang putra dari mertuanya itu hanya ingin meminta haknya sebagai seorang istri dan mendapatkan perlakuannya layaknya seorang istri dari Fahri.
Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.
selama menikah dengan Fahri bukan karena tak mau tinggal dengan mertuanya akan tetapi Ayesha juga ingin menjaga agar hubungan antara mertua dan ipar tidak ada masalah sama sekali tapi kenyataan saat ini berbalik dari apa yang Ayesha pikirkan .
__ADS_1
kini Fahri sudah pulang ke rumah mencari sang istri lalu memeluknya mengecup keningnya dan berbisik "tenang saja semua pasti baik-baik saja"