
Hari sudah malam saat aku dan Diego pulang dari panti asuhan. Banyak hal baru yang aku pelajari di sana,terutama tentang mereka yang tinggal da sana karena tak lagi ada orang tua atau dibuang oleh orang tuanya.
Hebat
Aku pikir mereka anak yang hebat karena bisa menghadapi hal ini diusia yang sangat kecil. Rasanya aku merasa kecil dihadapan mereka,karena aku sering sekali merasa marah karena papa dan mama jarang di rumah karena pekerjaan mereka. Aku merasa ssbagai anak yang terabaikan padahal aku beruntung karena masih memiliki mereka dan melihat mereka meskipun tak setiap hari.
Rasanya aku malu sekali dengan anak anak itu,mereka benar benar tangguh.
Saat aku sedang melamun Diego langsung menepuk pundakku pelan.
" Kenapa,loe diem aja abis dari panti. Loe nggak suka disana " tanya Diego sambil fokus menyetir.
" No,i like it but gue ngerasa yah malu aja sama anak di sana. Mereka masih bisa tertawa ceria padahal mereka kehilangan orang tua mereka sedangkan gue masih punya keduanya tapi merasa paling menderita karena mereka suka pergi pergi padahal mereka nyari uang buat gue " ujarku lirih.
" Yeah,loe bener banget dan kalo dipikir pikir gue juga suka merasa kayak gitu sebelum gue suka ngasih bansos ke panti. Setelah sering kesana gue ngeti tentang kedua orang tua gue. Yah,mereka mati matian nyiapin masa depan yang nyaman buat kita. Sebagai anak kita harus mendukung mereka bab " ujar Diego mengedipkan mata kearahku.
" Ck,apa sih loe Go. Genit banget tau nggak " ujarku mencebik.
" Dih serius kali bab,kok malah dibilang genit sih. Oh ya soal lamaran gue,gue udah ngomong sama bonyok loe dan bonyok gue dan siap siap jadi istri gue bab " ujar Diego jahil.
Sialan Diego,bilin gueeee senang aja heheh
Malam ini aku so happy banget karena ada Diego. Semoga saja besok lebih baik lagi,Amin selamat malam.
Pagi hari
Aku terbangun dari tidur nyenyakku karena gedoran pintu kamarku yang berisil banget,ck aku dah bisa nebak siapa pelakunya. Yaps,Diego siapa lagi. Entah apa alasannya sehingga dia bisa bebas masuk ke kamarku dari dulu. Ck,whateverlah
"Iya iya,bentar napa sih " ujarku dari dalam sambil membuka pintu kamarku dan see benarkan Diego sudah berdiri di depan kamarku dengan wajah kesal.
Pletaak
Diego malah menjitak keningku pelan membuatku kesal saja. Aku usap keningku sambil melotot ke arahnya.
" Aduuuh Go,loe apa sih kdp sama gue ih resek banget sih " ujarku cemberut.
" Lagian jadi cewek masa tiap pagi musti dibangunin sih " omel Diego.
__ADS_1
" Ih mang siapa yang minta kamu buat bangunin aku. Kan aku nggak minta bangunin ya " balasku malas.
" Serah deh,buru bersiap. Gue tunggu di bawah,nggak pake lama " ujar Diego sambil berlalu dari hadapanku.
Ck,dasar nyebelin. Untung sayang,kalo nggak udah gue kirim ke planet lain
Aku pun bergegas bersiap karena tak mau diomelin Diego lagi. Terkadang aku juga heran entah kenapa kok bisa betah dengan sifat Diego yang pemaksa dan kayak kulkas itu tapi ya gitulah. Yang ada aku capek mikir karena nggak nemu jawabannya.
Setelah bersiap aku pun bergwgas ke bawah. Aku lihat Diego di ruang makan berkumpul dengan mama dan papa
Aku pun bergegas menghampiri mereka,dan duduk di samping Diego dan memulai sarapan dengan tenang.
" El,hari ini kamu langsung pulang ya karena ada pertemuan keluarga nanti malam " ujar papa.
" Ada acara apa sih pa,kok kayaknya penting banget. Cerita dong jangan bikin penasaran napa " ujarku pada mereka.
" Nanti malam juga tau,dah sana berangkat. Go hati hati ya bawa mobilnya " ujar papa pada Diego sambil menepuk bahu Diego.
Aiss apaan sih papa,bikin penasaran aja deh
Saat di mobil aku tak bisa meredam rasa enasaranku dan menyeletuk
" Go,loe pasti tau kan apa yang tadi mau diomongin papa. Cerita dong sama gue " ujarku penasaran.
Mendengar ucapanku Diego hanya melirikku sebentar dan kembali fokus menyetir.
Aiss,resek nih orang masa di cuekin sih
aku.
Tak puas kembali aku bertanya
" Go,cerita sama gue atau gue nggak mau ngomong sama loe mulai sekarang " ujarku kesal.
" Ck,apa sih El. Loe sama papa kok gue yang kena imbasnya sih elah,gue nggak tau apa yang diomongin papa loe lagian sabar napa nunggu paa cerita sendiri " ujar Diego jengah.
" Kelamaan Go,rasa penasaran gue semakin meningkat tau nggak " desakku padsnya.
__ADS_1
Tapi sialannya dia malah tetap tak mau cerita,dobble sialan kan orang satu ini.
Haduh pengen gue lempar aja nih orang ke tempat lain bila perlu ke dimensi lain tapi sayangnya gue sayang sama dia gimana dong.
Lelah bertanya tapi tak dapat jawaban membuatku terdiam ssmbil menatap ke arah jendela.
Sesampainya di sekolah,aku melihat ada Alven and the genk lagi ngumpul. Melihat Alven aku jadi teringat tentang perjodohan kita. Gimana ya kabarnya,apa papa berhasil membatalkannya.
Puk
Karena melamun Diego menepuk bahuku pelan membuat aku tersadar dari lamunanku.
" Turun,melamun aja kamu. Masih lagi nih elah,dasar kebiasan " ujar Diego malas.
Aku hanya cengengesan mendengar ucapan Diego.
" Biasa aja boy,kayak loe nggak pernah melamun aja ih " ujarku salah tingkah.
" Loe melamun jorok ya,kok salting gitu. Melamunin siapa loe bab,awas aja kalo melamunin cowok lain. Gue pe***anin loe " ujar Diego datar.
" Dih asal ngemeng aja loe Go,siapa juga yang melamun jorok. Loe kali,malah nuduh gue. Dasar resek " ujarku kesal sambil berlalu pergi ke kelas dengan menggerutu sepanjang jalan menuju kelasku.
Asem banget tuh laki,minta di gampar kali. Tapi balik lagi tentang Alven,aku masih penasaran. Ya elah punya bokap sok rahasia rahasiaan segala. Gue kan jadi nggak tenang ini,awas aja kalo papa ngerencanain yang enggak enggak. Gue cabut dari rumah,ngambek gue.
Sepanjang pelajaran hari ini,aku tidak bisa fokus dengan pelajaran karena masih kepikiran sama apa yang akan direncanakan papa dan acara nanti malam.
Jangan bilang papa mau ngejofohin sama om om gendut karena bisnis. Oh no,mending gue kabaur dari rumah dan mengembalikan fasilitas dari papa kalo kayak gitu ceritanya. Hidup sederhana lebih baik daripada gue kesiksa sepanjang hidup gue.
Teeeeet
Bel tanda jam pelajaran berakhir pun berbunyi,aku melihat Naila menghampiriku. Oh ngomong ngomong sejak Diego balik aku belum ada jalan ke Mall sama Naila.
" El,jalan yuk lagi bete nih lagian beberapa hari ini loe nggak ada waktu buat gue. Kangen tau " ujar Naila lesu.
Benar kan apa yang aku bilang,pasti Naila ngajakin ke Mall tapi nggak pa pa deh kayaknya.
" Ok lets goo besty " jawabku semangat.
__ADS_1