BADBOY TAMPAN ITU MY HUSBAND

BADBOY TAMPAN ITU MY HUSBAND
BAD BOY TAMPAN ITU MY HUSBAND


__ADS_3

Aku termenung sebentar setelah bangun dari tidurku pagi ini,rasanya seperti mimpi saat ini setelah mengetahui Diego yang datang melamarku. Satu impian yang hanya aku pendam di dalam hati. Siapa sangka akan terwujud.


Tookkk


Toookk


Aku pun terbangun dari lamunanku karena suara ketukan di pintu kamarku.


" Non,sudah bangun. Bapak dan ibu menunggu non untuk sarapan " ujar bibik.


" Ya bik,bilang sama mama dan papa aku mau mandi dulu " sahutku sambil beranjak dari kamar mandi.


Hadeh,tumbenan nungguin sarapan. Lah biasanya juga udah sarapan duluan papa sama mama.


Tak ingin papa dan mama menunggu,aku pun bersiap dengan cepat lalu melangkah ke bawah menuju ruang makan.


" Pagi ma,pagi pa. Tumben nungguin aku,biasanya juga udah lanjut. Pasti ada apa apanya nih " ujarku penasaran.


" Ais,kamu nih gimana sih,kalo perhatian malah curiga dibilang ada apa apanya tapi kalo nggak perhatian marah bilang papa sama mama nggak sayang. Jadi serba salah deh ih " ujar mama ngambek.


" Iya deh iya,oh ya pa memangnya kapan Diego melamar aku ke pa. Perasaan aku nggak denger tuh soal ini " ujarku ke papa.


" Ya nggak dengerlah,Diego melamar kamu tuh dah lama cuma ya gitu papa dan mamanya kan masih di luar negri jadi baru ada pertemuan sekarang. Kenapa,senangkan kamu honey " ujar papa sambil menggodaku. Membuat wajahku memerah karena malu.


" Aiss,papa nih usil banget sih tapi kasih taulah sama aku. Semalam tuh aku kayak orang bego tau nggak karena nggak tau apa yang terjadi sampai akhirnya Diego ngasih tau aku baru deh aku ngerti dengan keadaan semalam. Aisss,malu banget tau nggak sih pa,ma " ujarku cemberut.


" Ya tapi senangkan dengan kejutannya,dah sana berangkat. Tuh tunanganmu dah dateng " ujar mama jahil.


" Dih,apaan baru juga pertemuan keluarga. Belum resmi dah dibilang tunangan. Mama nih " ujarku sewot.


Mama mengabaikan dumelanku dan memilih menyapa Diego dan mengajak sarapan. Setelah sarapan kami pun berangkat ke sekolah,aku hanya diam saja karena masih canggung dengan Diego. Entahlah,rasanya aneh saja setelah aku tau kalo Diego melamarku.


" Kenapa diam aja,biasanya dah brisik kayak petasan " celetuk Diego.


" Dih,apaan petasan enak aja. Gue lagi nggak mood ngomong " sahutku malas.

__ADS_1


" Lah,barusan ngomong loe. Panjang lagi " ujar Diego menggodaku.


" Ih dibilangin nggak mood juga " sahutku sewot.


" Apa karena kejadian semalam,loe marah sama gue atau nggak suka gue lamar " ujar Diego serius.


Lah kok jadi kayak gini sih,hadeh kacau


" Bukan gitu,gue hanya kesal bagian gue yang nggak tau apa apa. Semalam tuh,gue kayak orang bego tau nggak. Yang lain dah tau masa gue nggak tau " sahutku kesal.


" Yah sorrylah bab,gue pikir loe suka smaam kejutan gue. Ya udah deh sebagai permintaan maaf gue,gue akan ikutin mau loe hari ini tapi abis pulang sekolah. Gimana " ujar Diego.


" Serius,loe nggak boleh batalin tapi " ujarku memastikan.


" Iya serius quen,hari ini gue akan kabulin keinginan loe. Walau udah ketebak sih mau kemana " sahut Diego santai.


" Dih sok tau loe,apaan coba " ujarku malas.


" Apalagi nonton di bioskop,belanja lalu ke pasar malam. See,gue bener kan. Yalah,gue tau apa yang ada di kepala cantik loe bab " ujar Diego percaya diri.


" Yelah yelah,loe emang nggak ada lawan kalo mojokin orang " ujarku malas.


Tak lama kemudian,kami pun sampai di sekolah. Aku pun ingin keluar dari mobil Diego tapi sebelum benar benar keluar Diego menarik lenganku lembut dan


Cuppp


Aku syok,setelah Diego mencium bibirku sekilas. Hanya sekilas tapi membuat tubuhku lemas seperti jelly.


Omg my first kiss gue bab,


" Belajar yang rajin bab " bisik Diego yang membuat kesadaranku kembali dan aku pun bergegas keluar dari mobil dan berlari kecil ke kelas.


Tapi sebelum benar benar menghilang di koridor yang menuju kelasku dan Diego. Aku berhenti sebentar,


Gue harap ini memang beneran loe menginginkan gue Go,bukan permainan loe karena kalo sampe gue tau loe mainin gue maka gue akan benci loe seumur hidup. Karena gue bukan orang yang memaafkan orang lain dengan mudah sekali pun itu loe.

__ADS_1


Sepanjang hari ini,rasanya hari sangat lambat. Aku sudah tak sabar untuk ngedate sama Diego. Hal yang sudah lama ingin aku lakukan tapi tak kesampian karena aku memang menginginkan Diegolah orang yang menghabiskan waktu denganku.


" Woy El,melamun bae loe dari tadi. Kenapa sih El,oh ya kita ngeMall yuk. Dah lama kita nggak jalan bareng " ujar Naila padaku.


" Yah,kalo sekarang nggak bisa gue tapi gimana kalo besok aja tapi nggak ngeMall. Gue mau sepedaan ke taman kota,kan besok libur Nai " ujarku pada Naila.


" Wih boleh juga tuh tapi kenapa nggak bisa,mau pergi sama mama " ujar Naila penasaran.


" Nggaklah,mana ada gue ngeMall bareng nyokap. Ini tuh gue pergi sama Dego,kalo jadi ya. Abisnya tuh orang kadang suka ngeselin, takutny ngebatalin. Kalo batal gue kasih tau loe Nai " ujarku pada Naila.


" Siiip,gue tunggu kabarnya tapi kalo jadi ya udah besok kita ke tsman kota aja " ujar Naila pengertian.


Tak lama kemudian bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,dengan semangat alu menuju ke tempt parkit. Untuk menemui Diego karena dia tak masuk kelas tadi alias bolos.


Sesanpainya di tempat parkir aku pun hanya memutar mata malas,see bener kan aku di tinggal lagi sama tuh orang. Hadeh,nyebelin


" Kenapa El,kok berdiri disini sendirian. Diego mana " tanya Nina penasaran.


" Gue mah nggak aneh lagi kalo kayak gini,palingan dia lagi ada urusan sama anak genknya. Dah biasa sih " ujarku santai padshal hatiku sudah mengumpati Diego dari tadi.


" Ya udah berarti kita jadikan ke Mall nya " tanya Naila antusias.


" Ya jadilah,kuy berangkat kita " ajakku semangat.


Saat akan berangkat ke Mall bareng Naila aku mendapat notice dan langsung membukanya. Ternyata dari Diego,


" Diego : Sorry bab,gue nggak bisa nemanin loe ke Mall sekarang. Soalnya gue lagi di rumah sakit karena anggota gue semalam di keroyok genk lain. So sorry bab "


Setelah membaca pesan Diego,aku pun jadi tak begitu kecewa karena Diego pergi dengan alasan kemanusiaan.


Aku pun membalasnya cepat


" Me : fine,it ok aku tetap pergi ke Mall tapi dengan Naila. Kalo aku mau jenguk boleh nggak "


Aku pun mengirimkan pesanku pada Diego lalu mendapatkan balasannya. Dan Diego mengijinkanku menjenguk temannya. Setelah mandapatkan alamat dan ruang rawat teman Diego. Aku pun pergi bersama Naila.

__ADS_1


__ADS_2