BADBOY TAMPAN ITU MY HUSBAND

BADBOY TAMPAN ITU MY HUSBAND
BAD BOY TAMPAN ITU MY HUSBAND


__ADS_3

Pagi ini,aku berangkat sekolah seperti biasa but yang tak biasa adalah ada Diego yang sudah nangkring di meja makan dan sedang sarapan bersama papa dan mama.


What the hell,apa yang terjadi akhir akhir ini. Ck,bahkan papa dan mama tak menungguku untuk sarapan. Aiss,sebenarnya aku siapa sih buat mereka. Benar benar deh,


Dengan menahan kesal aku mendekati mereka dan mulai sarapan.


" Pagi ma,pa. Kayak pada lupa sama anak sendiri karena kedatangan anak yang lain " ujarku nggak santai.


Pletak


" Aduduh sakit asu,kdp loe Go " ujarku kesal pada Diego. Pelaku yang menjitak kepalaku.


" Lagian begok,gue bahkan dari orok dah ikut sarapan di sini elah. Lebay banget sih jadi orang " ujar Diego malas.


" Tau nih,kamu jangan lebay gitulah sayang. Kayak sama siapa aja kamu,dah bertshun tahun juga kayak gini masih aja cemburu " ujar papa heran.


Tuh kan,kalo ada Diego aku jadi anak tiri. Ck,dasar mentang mentang mereka itu kepengen banget punya anak cowok jadi aku dicuekin deh kalo dah ada Diego.


" Pa,aku mau ngomong soal Alven. Aku nggak mau dijodohin karena Alven itu dah punya pacar,males banget aku jadi perusak hubungan orang. Aku cewek terhormat ya,masak jadi pelakor sih. No thanks " ujarku kesal.


" Apa,kamu serius sayang,kalo Alven itu dah punya pacar. Kamu salah paham kali sama dia " tanya mama serius.


" Ck,mama introgasi aja keponakan mama Raja. Dia kan selalu ngintilin si Alven,waktu aku main ke rumah nenek beberapa minggu yang lalu aja ketemu sama dia lagi sama cewek itu " ujarku serius.


" Ntar papa suruh orang buat nyelidilin masalah ini,kalo benar ya udah batalin. Papa juga nggak suka anak papa ngerusak hubungan orang lain dan memulai semuanya diatas tangis gadis lain " ukar papa bijak.


Akhirnya papa sadar juga,lagian nyari jodoh buat anak kayak ibu ibu yang eksperiment di dapur. Coba coba,hadeh parah banget.


Setelah selesai sarapan aku pun pamitan ke papa dan mama diikuti oleh Diego yang juga sudah selesai.

__ADS_1


Aku rencananya mau pergi sama mang Danang saja karena malas jika pergi dengan Diego. Ntar di tinggalin lagi sama dia kayak yang udah udah. Menyebalkan banget kan dia,


Aku pun bermalsud memanggil mang Danang tapi belum juga aku berbicara dengan mang Danang Diego sudah menyeretku ke mobilnya.


" Eh,loe apa apaan sih Go,gue mau ke mang Danang minta anterin. Lepasin nggak " omelku kesal.


" Diam El,buat apa gue disini kalo loe masih dianterin si mamang elah. Udah deh,diam jangan berisik tuh congor. Mau gue ***** " ujar Diego kesal.


" Dih,enak aja ***** *****. Siapa anda hah,pacar bukan main ancam kayak


begitu " balasku jengkel.


" Sekarang bukan siapa siapa tapi diasa depan siapa siapa gue " ujar Diego nyebelin.


Sakarep mu ajalah Go,whatever


Aku pun hanya diam saja setelah diamcam sama Diego. Kami pun beramgkat sekolah dalam diam,entahlah nggak nyaman rassnya setelah sekian lama sendiri aja ke mana mana.


What the hell,kenapa Diego jado nyeremin kayak gini sih. Ada apa ya,perasaan gue nggak salah deh.


" Gue nggak suka ya sama cerita loe tadi bab,soal loe dah tunangan. Awas aja loe kalo sampe mau aja di jodohin karena loe adalah pasangan masa depan gue " ujar Diego datar.


Degg


Ada apa ini,kenapa Diego jadi kayak gini. Apa Diego punya rasa sama gue,apa gue boleh berharap lebih atas kata kata Diego yang ambigu ini. Apa pada akhirnya cintaku tak bertepuk sebelah tangan.


Banyak pertanyaan yang berseliweran diotakku.


" Maksud loe apa Go,kalo ngomong itu yang jelas. Jangan bilin orang salting tapi ternyata prank,gue bukan salah satu cewek yang bisa loe gombalin ya Go. Gue nggak suka kalo memang loe kayak gitu " ujarku datar.

__ADS_1


Memang aku suka dan senang dengan pernyataan Diego but aku masih belum bisa percaya seratus persen kalo dia serius mengingat dia itu orang yang nggak pernah serius.


Ck,dimata orang lain Diego itu jelmaan malaikat tapi dimataku dia adalah pemain wanita. Jadi aku tak akan tertipu,


" Gue serius El,gue sayang sama loe dan gue nggak mau loe jadi milik yang lain. Sampai kapan pun loe punya gue " ujar Diego serius.


" Gue nggak tau harus bilang apa but gue mau semuanya mengalir aja Go. Jujur gue nggak mau kecewa karena yanggue tau loe itu pemain wanita jadi jalanin aja " ujarku datar.


" Gue serius El,selama ini emang gue pernah mainin loe. Nggak kan,gue lebih sula mainin cewek lain selain loe,mereka itu hanya hiburan bab " ujar Diego meyakinkanku.


" Liat entar aja Go dan mending loe jalanin mobilnya sekarang karena kita dah telat " ujarku mengakhiri pembahasan kami.


" Ok tapi gue harap loe nggak menghindar setelah ini. Bisa " ujar Diego dengan penekanan diakhir ucapannya.


Bisa sih karena gue memang suka sama loe Go but gue hanya nggak mau semuanya terlihat mudah aja karena gue mau liat seberapa serius loe sama gue boy


" Bisa Diego,dah buruan jalan " ujarku malas.


Akhirnya Diego menjalankan mobilnya kembali menuju sekolahku. Ya Diego akan sekolah di sekolahku,itu makanya kita berangkat bareng.


Jadi keinget saat masih SMP,karena Diego ada di sisiku. Walau pun nggak selalu dih,ck jika ingat aku kesal setengah mati karena jika Diego menghilang pasti lagi ngegombalin cewek cewek begok yang centil. Dasar,


Tak lama kita pun sampai di sekolahku. Diego aku antar ke ruang kepala sekolah dsn aku langsung masuk ke kelas. Sesampainya di kelas sahabatku sudsh menungguku dengan antusias.


Apsti soal Diego,apalagi yang membuat teman temanku antusias kalo bukan anak baru. Apalagi kalo murid barunya tampan,dasar


" Apa sih loe ege,semangat banget loe kayak abis menang lotre tau nggak. Apa sih " ujarku malas.


" Dih lagi dapet loe El,sensi amat. Iya nih,ada anak baru di sekolah kita. Cowok lagi,pasti ganteng anjir " ujar sahabatku semangat.

__ADS_1


See,benarkan tebakan gue kalo ini pasti ada hubungannya sama Diego. Dasar,kurang kerjaan aja mereka. Aku aja biasa aja tuh,ya kali aku harus menyambut kedatangannya Diego sama tarian. Yang benar aja,big no.


Aku hanya diam saja dan menatap malas kehebohan yang terjado di kelasku,dasar alai.


__ADS_2