BADBOY TAMPAN ITU MY HUSBAND

BADBOY TAMPAN ITU MY HUSBAND
BAD BOY TAMPAN ITU MY HUSBAND


__ADS_3

Malam ini aku benar benar gelisah karena tak tenang rasanya hati ini. Menunggu apa yang akan terjadi sebentar lagi kayak berasa digiring algojo sih. Elah,mana disuruh dandan yang cantik lagi. Haduh si papa lagi ngerencanain apa sih.


Tookkk


Tookkkk


Tiba ada yang mengetuk pintu kamarku,


" Ya masuk " sahutku dari dalam.


" Non,disuruh turun sama bapak " ujar bik Sari setelah sampai dihadapanku.


" Oh,iya bik tapi bibik tau nggak kalo hari ini ada acara apa " tanyaku pelan sama pengasuhku sejak aku kecil.


" Ya nggak taulah bibik,si non ini aneh aneh saja nanyain hal kayak gitu " ujar bik Sari pelan.


" Yah,padahal aku penasaran loe bik " ujarku sambil berjalan dan digandeng oleh bik Sari.


Yah,aku memang sangat manja jika dengan bik Sari. Hanya saja akhir akhir ini bik Sari sering mudik ke kampung halamannya karena anaknya sakit.


Aku pun melangkah pelan sampai di ruang tamu dan saat itu aku melihat Diego yang sedang mengedipkan matanya kepadaku yang sedang cengo parah.


Sialan,jadi yang datang Diego dan keluarganya. Asem bener nih bocah,


" Hai cantik,dah lama nggak ketemu makin aja cantiknya " sama mamanya Diego.


" Hehehe tante bisa aja,aku kan jadi senang di puji kayak gitu hehehe " ujarku sambil memeluk mamanya Diego


Aku lihat Diego tersenyum lembut ke arahku. What Diego tersenyum,it imposible. Wah kenapa nggak di foto ya tadi hehehe lebaynya.


Setelah bersalaman dan cipika cipiki lalu menanyakan kabar masing masing,sekarang kami sedang makan malam dengan aku duduk berdampingan dengan Diego yang diam saja tampa mau menatapku yang sedari tadi meliriknya.


Ck,sialan Diego. Dia tau tentang pertemuan ini tapi ikutan rahasia rahasiaan sama papa. Hadeh dasar,kompak banget kalo ngerjain aku.


" Gimana ini Dam,Au soal apa yang di sampaikan oleh putraku. Apa kalian sudsh punya keputusan " ujar papanya Diego santai.


Mendengar ucapan sang sahabat,papa terdiam lalu menjawan.


" Sudah,aku sudah mengambil keputusan dan aku setuju dengan apa yang disampaikan Diego,bukan begitu ma " tanya papa ke mama.


" Iya,aku setuju mas dan sudah sabar menantikan momennya " sahut mama yang membuatku mengernyit bingung.

__ADS_1


Ck,ada apa dengan semua orang. Mereka mengobrol tapi aku benar benar tak tau apa yang mereka bicarakan.


" Aku setuju sekali sama Aurora,terdengar sangat menyenangkan haha " ujar tante Devanya sambil terkekeh pelan dan di sambut tawa dari semua orang bahkan Diego terlihat tersenyum walaupun samar.


" Go,cerita ke gue,ini maksudnya apa " bisikku pada Diego.


Terlihat Diego menatapku lama lalu berkata,


" Lie bener bener nggak tau apa yang terjadi sampai sekarang El,begok loe kebangetan El " jawab Diego balas berbisik.


Mendengar ucapan Diego,aku hanya mendelikkan mata sebel. Dasar,tinggal cerita apa susahnya sih. Ini malah menghina. Aku jadi malas mendengar omongan Diego.


Tak lama Diego pamit membawaku ke taman samping untuk berbicara dan langsung diizinkan oleh para orang tua.


Sesampainya di taman Diego menarik tanganku untuk menduduki bangku yang ada di taman. Diego menarik tanganku untuk duduk disampingnya.


" Loe masih nggak ngerti dengan apa yang terjadi bab. Serius " tanya Diego padaku.


Aku yang mendengar pertanyaan itu hanya mengangguk saja. Memang belum mengerti sih dengan apa yang terjadi. Ck,mang ada apa sih


" Gue kan pernah bilang ke loe bab kalo gue ngelamar loe ke bokap jadi malam ini adalah kejelasannya. Jadi apa loe mau nerima lamaran gue bab " ujar Diego sambil menatapku dalam.


What,jadi Diego nggak bercanda tentang ucspannya semalam. Anjir bikin senang aja nih orang.


" Iya gue ingat Go tapi nggak nyangka secepat ini dan soal terima atau nggaknya gue belum tau " sahutku. Aku tak langsung mengiyakan karena gengsi dong,ketahuan banget gue selama ini menginginkan Diego.


Jual mahal dikitlah hehehe. Gue pengen diperjuangkan Go walau sedikit saja


Setelah menjawab pertanyaan Diego,kita dipanggil oleh para orang tua untuk makan malam.


Sepanjang makan malam kami pun hanya diam saja. Setelah makan malam papanya Diego langsung menyeletuk tak sabar.


" Bagaimana nih keputusannya El,tentang Diego. Sudah ada jawabannya atau butuh waktu dulu " tanyanya.


Mendengar pertanyaan dari papa Doego,aku hanya terdiam tapi jawaban dari Diego membuatku tercengang.


" El sudah setuju kok pa,om jadi kalian bisa menentukan tanggalnya " sahut Diego santai membuatku melotot.


What the hell,kapan bilang setujunya gue anjir.


Aku hanya melotot kesal saat melihat Diego tersenyum sambil mengedipkan mata padaku. Sialan Diego

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan Diego semuanya langsung kompak menjawab 'Alhamdulillah ' dengan semangat.


Aku jadi tak tega meralat ucapan Diego. Sialan Diego,ngapain nanya kayak tadi ujung ujungnya dia sendiri yang ngambil keputusan. Hadeh,dasar laki


Aku pun hanya diam saja setelah itu sampai Diego dan keluarganya pulang.


Sebelum pulang Diego berbisik padaku


" Gue tau apa yang loe pikirin tapi sayangnya gue bukan orang yang sabar bab. Makanya gue ngomong kayak gitu dan mengenai jawaban loe biar kita wujudkan sepanjang pernikahan kita bab dan tiba tiba Diego mencuri ciuman dariku.


Cupp


" Good night honey,love you " ujarnya sambil berlalu pergi menyusul kedua orang tuanya.


Meninggalkan aku yang mematung setelah mendapatkan ciuman dan kata love darinya. Ck,sialan Diego bisa aja bikin gue salting. Bener bener dah tuh laki,lagian nih jantung murahan banget sih. Mahalan dikit napa, kesel gue.


Setelah itu aku pun pergi ke kamar,sampai dikamar aku mendapati poncelku ada notice masuk dan setelah dibuka ternyata Diego. Dengan semangat aku membukanya


" Diego : kangen "


Blush


anjir Diego,bisa aja bikin gue berantakan


" Aaaaa,gue senang banget anjir " teriakku. Untuk saja kamarku kedap suara,kalo nggak papa dan mama bisa kena serangan jantung mendadak ini setelah mendengar teriakkanku.


Kenapa dah,tuh orang hoby banget ngacak ngacak hati gue tapi gue nggak boleh senang dulu karena takutnya ini lelucon manis Diego aja.


Yah,ada bilang yang sempurna itu tak ada pasti ada kekurangannya dan gue tskut Diego memanfaatkan perasaan gue yang selama ini memang.mencintai Diego.


Yah,aku harus menguji Diego. Menguji perasaan Diego padaku,aku nggak mau Diego hanya main main saja dengan perasaanku.


Malam ini memang menyenangkan karena kedatangan Diego dan keluarganya tapi juga ada hal yang membuatku khawatir dan semoga saja ini hanya perasaanku saja.


Malam semuanya


Pagi ini aku terbangun sangat pagi,entah kenapa aku berpikir untuk menghindari Diego sementara waktu.


Entahlah,kenapa aku merasa ragu dengan Diego. Ada apa dengan hatiku.


Aku harap kamu tak memperminkanku Go karena jika iya maka sama saja kamu membunuh aku.

__ADS_1


__ADS_2