
Diego Marcellino adalah anak dari sahabat dan papa dan mama. Daddynya bernama Dirga Putra Marcellino dan mommynya bernama Devanya Clark.
Kami bersama sejak bayi,kata mama aku dan Diego lahir hanya berjarak 1 jam dan Diego yang lahir lebih dulu.
Saat aku dan Diego kelas 2 SMP, Diego terpaksa ikut mom dan dadnya ke Luar Negri. Aku sangat sedih karena selama ini Diego selalu ada untukku. Jika dibilang kalo aku mencintai Diego,aku juga sedikit ragu ya. Maybe karena terbiasa melakukan kegiatan bersama sejak kecil.
Pernah aku dan Diego melewati hal mengerikan bersama.
Flashback on
Hari itu aku dan Diego baru saja masuk SMP. Kami dalam perjalanan pulang dan saat tak jauh dari sekolah kami. Ada tawuran,membuat kami terjebak dalam situasi yang cukup mengerikan bagi kami.
Saat kami sedang panik dan Syok karena kejadiannya berlangsung sangat cepat. Aku tidsk sadar ada yang melayangkan senjata tajam kearahku dan saat aku sedang terpaku,ada dorongan dari samping dan ternyata Diego. Aku lebih syok dan panik lagi karena kondisi Diego yang terkapar diaspal dan berlumuran darah.
Aku langsung menelpon ambulan dan dibantu oleh orang sekitar untuk mengevakuasi Diego dari lokasi tawuran.
Hari itu adalah hari yang aku sangat ingin aku lupakan. Kondisi Diego dan ketakutanku kehilangan Diego.
Flashback off
My fisrs love is come back
Aku jadi bimbang dengan hidupku. Entah apa yang harus aku pilih,siapa dan yang pasti masa depanku akan seperti apa.
Rumit,jika aku melepaskan Alven. Belum tentu juga Diego akan bersamaku. Tapi kalo aku bertahan dengan perjodohanku dan Alven,aku hanya suka dengan Alven belum cinta dan aku tak mau nantinya menyesal.
Entahlah,apa pun hasilnya aku akan menerimanya. Memberontak pun akan susah jika berhadapan dengan ara orang tua itu yang sialnya adalah orang tuaku.
Aku sampai di rumah dan langsung pergi ke kamarku. Rasanya hari ini membuatku benar benar tak semangat,apalagi soal keputusan mama dan papa soal perjodohan aku dan Alven.
Ting
Saat sedang melamun aku mendengar ada notice masuk ke poncelku. Karena penasaran aku mengambil poncelku yang aku biarkan di tempat tidur.
Setelah itu aku membukanya,
Deg
" .... : Miss you bab,very very miss you ~Diego"
__ADS_1
Wao,baru aja dipikirin. Dah ngirim pesan yang soweet banget. Aku nggak sabar mau ketemu dia lagi.
Aku pun membalas pesan tersebut.
" Me : Miss you to Diego "
Aku benar benar merasa senang hanya dengan pesan singkat dari Diego. Nggak sabar lagi mau ketemu dia,semoga Diego yang sekarang masih sama dengan Diego yang dulu sifatnya. Akhirnya aku pun memutuskan untuk tidur siang karena mataku mengantuk.
Aku terbangun,hari sudah sore. Aku pun bergegas pergi ke kamar mandi dan bersih bersih. Setelah selesai,aku pun memutuskan turun kebawah. Mau makan karena tadi nggak makan siang.
Saat sedang makan,aku merasa ada yang sedang mengamatiku tapi tak terlihat. Membuat bulu kudukku merinding saja. Jangan bilang ada makhluk lain siang bolong kayak gini. Membuatku yang tadinya semangat makan jadi kehilangan selera.
Saat aku akan membawa piring kotor ke dapur,aku malah menabrak dada seseorang yang keras
Bukk,
" Aduuuh sakit,is siapa sih yang iseng banget ngalangi " ucapanku berhenti setelah melihat siapa orang yang aku tabrak.
" Kebiasaan makan sambil melamun,sampe nggak liat orang segede ini " ujar Diego malas.
" Hehehe,Loe kapan sampenya Go. Kok gue nggak tau loe datang,kalo tau kan gue minta ditemenin makan tadi " ujarku sambil cengengesan.
" Gue mau bersihin ini dulu Go bentar, ntar sambung lagi obrolannya ok " ujarku sambil membawa piring ke wastapel. Bisa aja sih biarin si bibil yang nyuci tapi aku dah biasa nyuci piring bekas makan sendiri.
Setelah selesai mencuci piring,aku pun menghampiri Diego yang sedang asik dengan poncelnya.
" Go,pindahannya sendiri apa sama
bonyok " tanyaku penasaran.
" Mama sama papa ntar nyusul,lagian gue dsh males di sana. Nggak ada yang bisa gue isengin,bete gue nggak ada hiburan " sahut Diego sambil menatapku penuh arti.
Ck,jangan bilang dia mau bikin gue kayak dulu lagi. Jangan harap gue bakalan pasrah aja boy,no gue pasti bisa balas loe.
Ya disamping aku kangen dan cinta Diego. Itu pun tampa sepengetahuan Diego. Dia sering ngejahilin aku sampe aku nangis karena kesal.
Pernah suatu hari aku dikerjain sama Diego tapi aku benar benar takut saat itu.
Flashback on
__ADS_1
Hari itu kami masih SMP. Aku hari itu pulang sekolah,karena tadinya berangkat sekolah bareng Diego. Jelas aku pulang sama dia juga tapi aku malah mendapati kalo aku ditinggal sama tuh makhluk tengil.
Menunggu angkot pun nggak ada yang lewat. Jadi aku memutuskan jalan kaki saja karena sialnya poncelku kehabisan batrai. Benar benar sempurna sudah.
Awas aja tuh orang,nggak gue kasih ampun. Saat sedang menggerutu aku terkejut karena di hampiri oleh anak dari sekolah lain.
" Widih,ada cewek cantik nih guys. Kenalan yuk " ujar salah satu dari mereka.
Aku yang sedang kesal,malas menanggapi mereka. Aku pun memasang wajah cuek dan terus berjalan tapi satu dari mereka menarik tanganku kasar. Dia kesal karema aku bersikap cuek pada mereka.
Saat ini,aku benar benar berharap Diego datang. Aku sangat takut tapi karena tak ingin mereka merasa menang. Aku pun bersikap sok kuat. Abis ini aku kayaknya harus belajar bela diri deh buat jaga jaga.
" Apaan sih loe,lepas nggak. Kasar banget sih " ujarku pada anak itu.
" Wih gede juga nyali loe,loe ngapain di sini hah. Ini wilayah gue,loe anak sebelah ngapain di sini. Jangan bilang loe mata mata " ujar cowok itu tajam.
Mendengar ocehan nggak bermutu cowok itu jelas saja aku marah.
" Lah,ngapain gue mata matain loe. Enggak penting banget anjir " ujarku ketus.
Mendengar ucapanku,cowok yang aku tau namanya Fandi itu langsung marah. Dia langsung mencengkram wajahku kasar. Membuat nyaliku ciut saja,
" Ais Diego bangsat. Gara gara dia nih,gue jadi kayak gini. Awas aja kalo ketemu,tapi kayak mana nih melarikan diri dari rombongan para bangsat ini " dumelku dalam hati.
Saat aku sedang memikirkan cara untuk melepaskan diri dari berandalan SMP BINA KARYA ini. Tiba tiba ada yang melempar batu ke arah mereka,terutama Fandi,sehingga mereka mengaduh kesakitan dan melepaskanku.
Diego,cowok tengil itu datang dengan tampang tak bersalahnya. Sialan nih orang,nggak lagi deh gue ikut bareng dia ke sekolah.
" Buruan naik bab,malah bengong " ujar Diego nyebelin.
" Gara gara loe bego,gue jadi kayak gini. Dah tau gue nebeng sama loe ke sekolah malah main tinggal aja " dumelku kesal.
" Ya elah cerewet,sengaja gue tadi cabut duluan. Mau nongkrong sama yang lain,abisnya ngajak loe pasti resek. Merengek minta pulang " jawabnya tampa dosa.
Sialan kan,
Flashback of
Sejak saat itu aku males pergi dengan Diego. Takut dikerjain lagi.
__ADS_1