
“Aku mulai merasa dicuekin lagi deh ‘yang..” ujaran penuh protes diucapkan pasangankku sambil lagi-lagi melancarkan gerakan tangannya yang terampil di balik pakaianku dari arah belakang tubuhku.
“Masa seh?” tanyaku tanpa berpaling dari layar laptop di pangkuanku. Lagi serius banget ini membuat outline novel berjudul Balada Sang Praja, supaya dapat segera aku kirimkan ke Adi Dessel untuk mendapatkan persetujuannya dan akan dilanjutkan dengan penulisan novel bab perbab.
“Coba deh, udah dirangsang begini aja tetap pasang respon standar ajah..” ujar pasanganku lagi dengan lebih mendesah tepat di telingaku, sambil mulai menyentuh titik-titik sensitif milikku yang sangat dikenalnya dan memang selalu manjur untuk mengalihkan perhatianku agat tertuju hanya kepadanya. Gerakan membelai yang dilakukannya membuat mata ini mulai merem-melek menahan pelepasan hormon oksitosin.
“Jangan PHP ya sayang!” kataku akhirnya, meletakkan laptop dan menarik tubuhnya yang hanya berbalut pakaian tidur untuk saling berhadapan.
Ia tidak bisa menjawab dan aku pun memang tidak menunggu jawabannya, karena mulut kami sudah saling memagut dengan intensitas kehausan yang hampir sama. Lidah kami bertemu dan saling membelai bagian dalam mulut masing-masing, mengecap kenikmatan senjata sensual pada lipatan bibir, menikmati hisapan penuh keagresifan dan gairah dan entah bagaimana bergerak semakin mendekat lagi, sehingga seluruh tubuhnya melekat tanpa jarak dengan tubuh ini. Seperti dekapan sinar matahari yang menghantarkan musim panas.
Tangan kamipun menjelajahi tubuh pasangannya dengan sukarela dan penuh sukacita, mulai dari leher, punggung, pinggang, turun ke bokong dan mendesakan pinggul ke pinggul, mencoba saling memberikan kenikmatan secara optimal tanpa kata. Tekanan pangkal paha yang bertemu, menghidupkan sesuatu yang meletup di dalam diri kami berdua, sesuatu yang membuat perut ku semakin menegang dan menyumbat tenggorokan ini. Hanya ******* puas dan erangan meminta lebih, yang terdengar di ruangan kamar ini untuk beberapa saat.
Aroma ruangan ini terasa bertambah mewah, keharuman feminim sabun lemon berpadu harmonis dengan wangi maskulin. Aroma yang memenuhi kepalaku bagai uap brendi yang memabukkan. Rasa tubuh pasanganku pun memperkuatnya, menciptakan keinginan atau nafsu yang terlalu sering aku bayangkan jika kami berjauhan, memberikan pengetahuan yang lebih banyak lagi tentang pasanganku, menciptakan begitu banyak keintiman hingga setiap nafas yang dia hirup adalah juga nafasku, setiap detak jantungnya seirama dengan detak jantung ini. Rasanya aku tidak pernah menginginkan seorang pendamping sebesar rasa menginginkannya saat ini. Dan sepertinya akan selalu seperti itu. Betapa beruntungnya kami yang telah menemukan belahan jiwa masing-masing.
Ketika pada akhirnya penyatuan tubuh dan jiwa 2 mahluk Tuhan terjadi, kami berdua telah berkeringat dan mencoba menyelesaikan desakan gairah sekuat dan secepat mungkin, agar dapat beristirahat setelahnya. Kami sama-sama terkulai dalam kenikmatan namun tetap saling mencengkram dengan kebutuhan yang seimbang.
Aku membuka mata yang mulai terasa berat, hingga hampir tak mampu terbuka. Tubuh indah pasanganku yang kini tidak tertutupi apapun tergeletak pasrah, indah dan tampak lembab. Seakan menawarkan candu yang dapat ia berikan dengan begitu terampil.
Namun kesadaran menyentak diri ini dan ada kewajiban yang harus diselesaikan. Aku pun mengambil selimut dan menutupi tubuh pasanganku, memakai atasan piama dan kembali berkonsentrasi pada laptop.
Ketika konsentrasi tidak kunjung hadir, iseng aku membuka kumpulan musik penyemangat dan penambah tingkat konsentrasi, lalu menggunakan hands-free di telinga kanan, aku menyetel dan mendengarkan musik tersebut.
Setelah aku selesai membuat outline, aku kembali membacanya sekali lagi sebelum akhirnya mengirimkan melalui email kepada Adi Dessel dan seperti biasa, tidak terlalu lama kemudian, dia membalas emailku sebagai berikut:
"Hi Sasip, hebat dan mantap jiwa dikau, dalam waktu sesingkat ini bisa membuat outline dan beberapa kelengkapan pendukung sedemikian rinci. Walau beberapa alur yang dikau buat dalam outline ini sebenarnya aga melenceng dari cerita yang nyata-nya, tapi tetap sangat oke dan yang paling penting adalah dramanya ‘dapat’ dengan ending yang sedih juga.
Sebagai tambahan referensi buat dikau, berikut ini adalah gambaran penyakit liposarcoma yang menyerang tubuh saya selama ini ya.."
^^^ Adi Dassel ^^^
......
__ADS_1
Beberapa saat aku hanya terdiam, mencoba mengerti sosok AD ini dan bagaimana di tengah perjuangannya melawan penyakit, dia masih mau berkarya dan menjalin komunikasi dengan aku yang tidak pernah dikenalnya sebelumnya dan bahkan bersedia menjadikan kisah nyata kehidupannya dibuat menjadi sebuah novel.
Lalu akupun membaca email yang masuk beberapa saat kemudian:
"Hi sasip, saya mau kasih beberapa informasi sebagai tambahan pengetahuan dikau tentang penyakit saya ini ya..
Liposarkoma adalah suatu jenis kanker ganas yang berasal dari jaringan lemak. Kanker ini termasuk kategori kanker yang langka dibandingkan jenis kanker lainnya dan umumnya menyerang orang dewasa yang berusia 40–60 tahun. Liposarkoma paling sering terjadi pada perut, lengan dan tungkai, tetapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi di bagian tubuh yang lain.
Ada lima jenis liposarkoma berdasarkan hasil penelitian selama ini, antara lain:
• Well-differentiated liposarcoma, yaitu jenis liposarkoma yang paling sering ditemukan. Pertumbuhannya cukup lambat dan tidak memicu timbulnya nyeri.
• Myxoid liposarcoma, yaitu jenis liposarkoma ke-2 terbanyak, yang dialami sekitar 3 dari 10 kasus liposarkoma.
• Round cell liposarcoma, yaitu jenis yang paling sering dialami oleh pengidap anak-anak dan remaja.
• Pleomorphic liposarcoma, yaitu jenis liposarkoma yang paling jarang terjadi, sangat agresif, dan menyebar dengan cepat.
• Dedifferentiated liposarcoma, yaitu jenis liposarkoma yang memiliki tingkat keganasan tertinggi, serta dapat menyebar (metastasis) dengan cepat.
Liposarkoma yang menyerang tubuh ini adalah jenis yang kelima.
• Benjolan lunak yang membesar dengan progresif.
• Pembengkakan di bagian tubuh tertentu.
• Gerakan pada tungkai menjadi terbatas.
• Varises (apabila ada) menjadi lebih besar.
• Mati rasa pada daerah yang mengalami kelainan.
• Kelemahan gerak lengan serta tungkai yang terkena.
• Jika terjadi di perut dapat menyebabkan perut membesar, terasa begah, nyeri perut hilang timbul, sembelit, dan terdapat darah saat buang air besar.
__ADS_1
Dalam kasus yang saya alami, kesemua gejala pernah dan beberapa masih saya rasakan sampai dengan saat ini. Terbayangkan bagaimana penderitaan yang tubuh ini alami?
Dokter akan mendiagnosis liposarkoma dengan melakukan wawancara medis lengkap, pemeriksaan fisik yang menyeluruh, serta beberapa pemeriksaan penunjang, antara lain:
• Pencitraan, dengan menggunakan foto rontgen, CT scan, dan MRI. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang rinci mengenai ukuran dan tingkat keganasan liposarkoma.
• Biopsi, dengan mengambil sebagian jaringan yang diduga sebagai keganasan untuk pemeriksaan patologi di laboratorium.
• Pemeriksaan laboratorium, yang meliputi pemeriksaan imunohistokimia, analisis sitogenetik, dan tes genetika molekuler.
Saya juga telah melalui semua tahapan pemeriksaan ini sebelum akhirnya dokter mendiagnosa masalah kesehatan yang saya alami.
Pengobatan liposarkoma tergantung pada stadium ketika penyakit ini didiagnosis. Beberapa pilihan pengobatan untuk liposarkoma, antara lain:
• Operasi. Prosedur ini bertujuan untuk mengangkat sel-sel kanker pada jaringan tubuh. Dokter akan mengangkat seluruh liposarkoma atau sebanyak mungkin jaringan yang mengalami keganasan. Amputasi dapat dipertimbangkan jika kanker yang timbul pada tungkai cukup parah dan berisiko menyebabkan komplikasi.
• Radioterapi. Prosedur ini dilakukan dengan bantuan sinar-X dan bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker. Radiasi dapat dilakukan baik sebelum maupun setelah pengidap menjalani operasi.
• Kemoterapi. Prosedur ini dilakukan dengan pemberian obat-obatan yang dapat membunuh sel-sel kanker. Kendati demikian, tidak semua jenis liposarkoma dapat ditangani dengan kemoterapi.
Sekali lagi, tanpa bermaksud untuk menambah beban pikiran dan dukacita yang sasip rasakan akibat mental korsa yang sudah tertanam dalam diri setiap Praja, perlu saya sampaikan kalau semua jenis pengobatan yang ada sudah pernah saya jalani, namun beberapa waktu belakangan ini, saya lebih berkonsentrasi pada kemoterapi.
Selain beberapa informasi tersebut di atas, saya juga merasa perlu menambahkan keterangan mengenai pencegahan liposarkoma ini, yang sebenarnya secara efektif belum ditemukan secara pasti. Namun bagi yang ingin menghindari terkena penyakit ini, dapat melakukan beberapa upaya pencegahan, antara lain:
• Melakukan olahraga dengan teratur, sekitar 3–5 kali dalam seminggu.
• Menghindari stres.
• Mengonsumsi pola makan sehat seimbang dengan memperbanyak sayur dan buah.
• Mengurangi konsumsi lemak."
^^^ Adi Dassel ^^^
......
__ADS_1
Tanpa bisa dicegah, air mata ini mengalir membaca tulisan-tulisannya.
... BERSAMBUNG ...