
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, sejak Muda Praja saya adalah salah satu kader di Biro Umum, yang memiliki kewenangan dalam hal pengelolaan Balairung, Lapangan Parade dan Gedung Menza, maka setelah Madya Praja saya sering bertanggung jawab dan berada di tempat-tempat tersebut.
Sore itu, dari atas ruang kendali sound system di Balairung, saya mengamati beberapa Capra (Calon Praja, tahapan awal sebelum dikukuhkan sebagai Muda Praja) yang sedang mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan Ksatrian.
Dari posisi atas ini, saya sempat terpana pada sosok seorang Capra Perempuan, yang menurut saya WOW.. Kecantikannya bagai bidadari, sangat kontras dengan Capra Perempuan yang lainnya. Kulitnya putih dan walaupun tidak mendapat sentuhan make-up sama sekali (karena sejak awal masuk Ksatrian, semua make-up dan alat-alat kecantikan sejenis disita oleh para senior Putri dari Komando maupun Polpra) tapi pesonanya yang luar biasa tetap menguar dengan jelas, apalagi jika dibanding teman-teman di sekitarnya yang sudah terdampak sengatan matahari dan kelelahan fisik.
‘Apakah ini yang dimaksud dengan cinta pada pandangan pertama?’ batin saya lirih, tidak bisa melepaskan pandangan ini dari sosoknya yang sangat menarik.
Setiap orang pastinya punya pengalaman yang berbeda-beda jika berbicara mengenai jatuh cinta pada pandangan pertama. Pendapat terkait hal tersebut juga pastinya berbeda karena sifatnya yang persepsional, tergantung pada orang yang mempersepsikan.
Namun, satu hal yang pasti sering terjadi, jatuh cinta pada pandangan pertama memang memberi sejumlah pengalaman yang unik dan akan membuat hati yang mengalaminya tidak tenang, karena tiba-tiba saja dunia dirasakan seakan jungkir balik. Bahkan untuk beberapa orang, bisa sampai merasakan agak pusing dan mual, seperti yang ku rasakan saat ini.
Rasa ketertarikan saat first impression itu benar terjadi dan telah saya alami kali pertama memandang sosoknya.
__ADS_1
Dari google saya mendapat pengetahuan baru kalau bagian otak saya pada saat itu sedang memproduksi senyawa kimia yang bernama dopamine dan neropinefrin dalam jumlah yang amat banyak. Secara biologis, tubuh saya dipenuhi biokimia seperti testosteron dan estrogen yang bercampur aduk dengan dopamine dan neropinefrin. Proses ini kemudian menghasilkan emosi-emosi tertentu yang menimbulkan getaran-getaran. Sehingga efek yang ditimbulkan adalah salah tingkah karena jantung saya yang berdesir tidak karuan. Mempengaruhi bukan hanya pikiran dan perasaan, namun juga sistem pencernaan saya.
Mengapa hal itu bisa terjadi?
Saya pun tidak mengetahuinya secara jelas pada waktu itu, namun setelah dengan seksama menelusuri asal-muasal perasaan mual tersebut, saya jadi mengerti kalau hormon oksitosin yang diproduksi tubuh saat kita sedang jatuh cinta, juga mempengaruhi sistem pencernaan kita.
Jadi ketika ada rasa bahagia, adrenalin kita dapat memicu jantung berdegub tidak karuan. Rasanya akan seperti tercampur aduk, antara perasaan senang bercampur jadi satu dengan perasaan deg-degan, khawatir yang tidak jelas.
Hal tersebut tentu saja akan membuat kita merasa sulit untuk mengontrol diri, sulit untuk fokus pada hal lain, karena perhatian kita terpusat sepenuhnya kepadanya, yang pastinya sebuah situasi yang teramat sangat sulit untuk dijelaskan.
Entah bagaimana, saya merasa seakan sudah mengenal sosok cantik itu sejak lama. Ada semacam perasaan akrab yang muncul entah dari mana. Lalu ada juga perasaan nyaman yang sulit untuk dijelaskan.
‘Mungkinkah jiwa kelelakian saya telah kembali? Dulu saya pernah mengenal seseorang perempuan seperti dirinya, saya bahkan sudah menjadikannya pacar karena tidak mau didahului laki-laki lain. Namun toh perasaan sukacita itu tidak bertahan selamanya, ketika ada prioritas lain, seperti mengejar cita-cita dan masa depan yang lebih cerah, dengan sangat terpaksa namun iklas, saya bisa melupakan perasaan itu.. apakah rasa tertarik ini juga akan seperti kali itu?’ batin saya kembali bermonolog pada diri sendiri.
Namun saya tidak punya cukup waktu untuk menelaah perasaan ini dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan datang, karena saya tidak dapat menahan diri ini untuk mencari tahu tentang sosoknya.
__ADS_1
Lalu saya bergegas ke bagian administrasi untuk mengecek berkas-berkas Calon Praja. Lagi-lagi memanfaatkan posisi saya sebagai kader Biro Umum, saya memiliki akses ini dan setelah membolak-balik berkas tersebut, saya mengetahui bahwa namanya adalah Bintang dan merupakan Calon Wanita Praja asal pendaftaran Bengkulu.
Semenjak hari itu, salah satu lagu dari Drive berjudul “Bersama Bintang” menjadi pengiring hari-hari saya.
... ♪ ...
Walau saya dapat mengagumi Bintang dari kejauhan, seperti sore ini sosoknya tampak di tengah barisannya yang sedang bergerak menuju Masjid Darul Ma'arif, namun saya tetap tidak bisa meyakinkan diri untuk sekedar menyapa ataupun mendekatinya.
Perut ini seakan tidak bisa diajak kompromi jika jarak diantara kami sudah terbilang dekat. Sedikit saja kerlingan dari matanya yang bulat indah, dapat membuat perutku bergejolak hebat. Seakan hubungan antara perasaan dan pencernaan ini sangat dekat, sehingga perut juga merasakan emosi ini.
Saya menyadari sepenuhnya kalau perasaan gugup akan mempersulit diri ini untuk menjalin hubungan dengannya, karena bahkan hanya untuk berkomunikasi saja saya sulit mengendalikan diri. Dan karena hanya pada saat santai saja saya dapat menjadi diri sendiri, maka hal pertama yang harus saya lakukan adalah belajar untuk mengendalikan perasaan terpesona dan ketertarikan ini sebelum akhirnya dapat mulai berkomunikasi dengannya.
Namun entah bagaimana, semakin saya memperhatikan sosoknya, saya menyadari rasa tertarik ini semakin kuat. Saya tertarik pada caranya berjalan, pada caranya berinteraksi dan berbicara dengan teman-temannya, pada caranya tersenyum yang seakan ditahan atau dikulum, yang bisa mengindikasikan sebenarnya ia terbiasa tertawa lepas namun menahan diri karena menjadi Praja memang harus bisa jaim/jaga image.
Yang sudah pasti, kali ini saya tidak mau terburu-buru memulai suatu hubungan dengan Bintang. Saya juga tidak ingin terjebak pada perasaan sesaat yang begitu emosional ini. Rasa suka dan tertarik secara fisik semata. Perasaan cinta menggebu yang awalnya berbunga-bunga dan penuh kerelaan melakukan apa saja demi dirinya, namun akan memudar juga seiring berlalunya waktu.
__ADS_1
Saya ingin menikmati perasaan tertarik ini secara perlahan dan tidak ingin membuat Bintang merasa takut dengan limpahan seluruh perasaan ini. Intinya saya ingin menjadi temannya terlebih dahulu, membuat dirinya nyaman dengan keberadaanku dan pada waktu yang tepat saya akan menyatakan perasaan jatuh cinta pada pandangan pertama ini kepadanya. Saya ingin menjalin hubungan yang spesial dan membahagiakan, yang akan dapat bertahan selamanya, bukan hanya untuk sesaat saja. Maka dasar dari hubungan kami harus kuat dan pondasinya harus dibangun perlahan.
... BERSAMBUNG ...