
" sekarang aku sudah memilih rani " ucap ridho lagi.
" nggak do , kamu nggak boleh nikah sama rani " teriak resa.
Resa mengambil sebatang besi ingin memukul rani dan ridho , tapi tiba tiba.
buk...
Jasmine datang menghadang , dan kepala jasmine yang terkena pukulan resa.
Darah mengalir dari kepala jasmine sangat banyak , seketika jasmine pun ambruk dan di tangkap oleh bara " jasmine " teriak bara.
Bara benar benar murka dengan resa " jangan beri ampun mereka " teriak bara ke anak buah nya.
Bara membawa jasmine pergi dari tempat itu dan membawa nya ke rumah sakit , di ikuti ridho dan rani yang sudah sadar.
Sampai di rumah sakit bara dengan cepat membawa jasmine ke ugd , memerintah kan dokter untuk cepat menangani jasmine.
" kak bara , tenang lah kak " kata ridho menyuruh bara tenang.
" berani berani nya resa menyakiti jasmine lagi " ucap bara tidak memperduli kan ridho.
Tiba tiba rani mendekat ke ridho dan bara " do , kak bara. Maafin aku ya , semua gara gara aku jasmine jadi celaka " ucap rani sambil menangis.
Ridho memeluk rani " kamu tidak salah sayang , ini semua salah resa " kata ridho menenang kan.
__ADS_1
Bara hanya diam menyaksi kan pasangan yang sedang beradegan romantis dan haru.
Setelah setengah jam berlalu , dokter keluar dari ruang jasmine.
" bagaimana keadaan jaskine dok? " tanya bara dengan buru buru.
" luka nya sangat dalam , sekarang keadaan istri bapak sedang kritis " jawab dokter.
Bara menjadi lemah mendengar kabar dari dokter. " apa sudah bisa saya masuk dok? " tanya bara.
" silah kan , tapi jangan ribut dan jangan terlalu ramai " jawab dokter dan pamit untuk kembali beetugas.
......................
Ke esokan pagi nya jasmine juga belum sadar kan diri. Bara yang menjaga nya merasa sangat khawatir dengan keadaan jasmine.
" selamat pagi pak bara " sapa dokte.
" selamat pagi dok " balas sapa bara.
Dokter memeriksa keadaan jasmine.
" bagaimana keadaan istri saya dok? " tanya bara.
" belum ada kemajuan apa apa pak , banyak berdoa agar istri bapak cepat melewati masa kritis nya " jelas dokter.
__ADS_1
" makasih dokter " ucap bara.
" saya permisi pak " kata dokter berlalu pergi.
Bara mengangguk.
Hari pun semakin siang , bik sumi datang membawa kan makanan untuk bara.
" siang den bara " sapa bik sumi.
" siang bik " jawab bara tiba tiba memeluk bik sumi.
Bik sumi pun terkejut bara tiba tiba memeluk nya " kenapa den? " tanya bik sumi.
Bara diam sejenak memeluk bik sumi yang sudah bara anggap seperti ibu nya.
" saya takut kehilangan jasmine bik " ucap bara.
" saya sadar selama ini saya sudah membuat jasmine tersiksa dengan perbuatan saya bik. Kadang saya baik kadang saya cuek , pasti dia merasa sedih. Tapi rasa dendam ini yang buat saya melakukan itu " ucap bara menjelas kan.
Bik sumi mengusap ngusap bara dengan lembut " den bara tenang " kata bik sumi.
" bibi tau , den bara sangat mencintai non jasmin kan? tapi den bara juga tidak bisa lupa kan dendam den bara dengan almarhum ayah nya non jasmine " lanjut bik sumi.
" iya bik , itu yang membuat saya seperti ini " kata bara.
__ADS_1
" den bara , kalau den bara tidak bisa memilih antar dendam dengan cinta. Den bara akan terus seperti ini , tidak akan pernah menemu kan kebahagian " ucap bibi menasihati bara.
Bersambung.