Balas Dendam Nova

Balas Dendam Nova
Bab 21


__ADS_3

Russel lalu menggendong Nova kekamar Russel. Kamar yang luas dan besar. Lalu membaringkan Nova dengan lembut diatas ranjang.


Nova bisa merasakan cinta tulus Russel. Dan malam ini juga Nova akan membalas cinta Russel.


"Ganti bajumu, biar ku balikkan badanku," kata Russel, karena memang seperti itu biasanya. Meskipun sudah menjadi suami istri, tapi masih ada batasan dalam diri mereka. Nova yang membuat batasan itu karena dia mencintai sahabatnya sebelum tahu jika Abishe berkhianat.


"Tidak perlu. Kau bisa melihatku mengganti bajuku. Kau adalah suamiku. Aku akan memberikan hak itu padamu. Mulai sekarang, aku adalah istrimu yang menunaikan kewajiban nya untuk melayani dan membahagiakanmu," ucap Nova lalu melepas blouse nya yang basah didepan Russel.


Russel tidak bisa mengalihkan pandanganya setelah melihat tubuh indah dan ingin memeluknya, namun dia tahan sebisanya.


"Bisa kau bantu membukanya?" kata Nova saat bajunya tersangkut di kancing bra-nya.


"Tentu," Russel lalu melepas baju itu dengan perlahan dan lembut. Setiap sentuhan tangannya dirasakan oleh Nova dan membuatnya tersenyum.


Nova lalu membalikkan badannya dan membuat Russel salah tingkah.


"Aku tidak akan membuat kau menunggu lagi," ucap Nova lalu menarik tangan Russel dan membawanya ke atas ranjang.


Russel hanya menurut saja pada istrinya yang sangat dicintainya itu.


Mereka terbaring diatas Ranjang dan saling memeluk erat.


Tangan Nova membuka kancing baju Russel dan membuat setengah dadanya terbuka.


Tek!

__ADS_1


Nova lalu mematikan lampu dan membiarkan dirinya tenggelam dalam selimut hangat bersama suaminya.


Pagi harinya, teriakan Ruth membuat semua orang terbangun.


"Tidaaaaakkkkk!" teriak Ruth saat tahu jika Abishe telah pergi dari rumah itu.


Russel dan Nova terperanjat lalu segera bangun dan memakai baju. Mereka berlari kekamar Ruth.


Russel yang pertama sampai dan melihat jika kamar Ruth sangat berantakan.


"Tidaaakkkk! Kau harus kembali! Kenapa kau pergi?" teriak Ruth dalam tangis dan kemarahan.


"Jangan mendekat!" teriak Ruth saat Russel yang akan mendekatinya.


"Kau yang telah membuat Abishe pergi bukan?" teriak Ruth dengan berurai air mata.


"Kenapa? Apakah kau juga akan menentukan pria mana yang pantas dan tidak pantas untukku?" kata Ruth dalam kemarahanya.


"Aku tahu pria yang lebih pantas untukmu, Hans. Dia akan menikah denganmu," kata Russel pada Ruth.


"Apa? Aku tidak sudi menikah dengan pelayan itu, aku hanya ingin Abishe. Dia adalah ayah dari anakku," kata Ruth terduduk dilantai.


Russel mendekat dan menyentuh bahunya.


"Dia datang bukan untuk mencintaimu. Dia datang demi harta semata,"

__ADS_1


"Kau tidak berhak bicara dan menuduhnya seperti itu. Dia, juga datang karena hartamu bukan?" Ruth berkata dengan melotot dan menunjuk pada Nova yang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Tidak. Nova tidak datang demi harta. Kau sudah salah menduga,"


"Jangan membelanya didepanku! Aku membencinya,"


"Kendalikan dirimu. Kau sedang hamil. Sekarang ayo naik, dan bersihkan dirimu," ucap Russel tegas.


Russel lalu mengajak Ruth ke tempat tidur.


"Hans akan datang, hari ini juga kalian akan menikah," ucap Russel tegas.


"Ini demi kebaikanmu. Kau harus menikah. Kau hamil. Jika tidak nama baik keluarga akan tercemar,"


"Aku tidak mau menikah dengan pelayan itu,"


"Sekarang bukan waktunya berdebat. Hanya dia pria yang akan mencintaimu dengan tulus," kata Russel lalu keluar dari kamar itu.


Nova mendekati Ruth dan berbicara dengannya empat mata.


"Hanya Hans yang pantas untukmu. Kau begitu keras kepala, dan pria yang kau cintai telah pergi meninggalkanmu. Kau akan menikah dengan Hans. Dia yang paling pantas untukmu," ucap Nova lalu tersenyum.


"Aku tidak butuh nasehatmu, wanita rendah!" kata Ruth kesal dan menyuruh Nova pergi dari kamarnya.


"Pergi dari kamarku! Aku bilang pergi! Aku tidak butuh simpatimu!"

__ADS_1


Ruth berteriak dan Nova lalu pergi meninggalkanya.


"Kau telah menghinaku, dan sekarang kau sendiri akan menikah dengan seorang pelayan. Sangat menarik," ucap Nova lalu pergi.


__ADS_2