
Nova sudah dibawa kedalam mobil. Ruth dan Nick membawanya ketempat yang jauh. Nova dalam kondisi tidak sadar saat ini.
Kebetulan, hari ini, Nyonya Nanci dan suaminya datang kerumah Nova karena sudah lama tidak berjumpa dan mereka merindukan dirinya.
Mereka dipersilahkan masuk oleh seorang pelayan.
"Silahkan masuk Nyonya, biar saya panggilkan Nona Nova," kata pelayan itu.
Tidak lama kemudian, pelayan itu kembali dan mengabarkan jika Nova tidak ada dikamarnya.
"Tapi, Nona Nova tidak ada dikamarnya, saya sudah mencarinya dan tidak ada dimana pun,"
"Apakah kamu tidak melihat Nova pergi?"
"Saya tidak melihatnya. Saya pergi kepasar tadi," kata pelayan itu.
"Baiklah jika begitu kami akan menunggunya," kata Nyonya Nanci.
Mereka lalu duduk diruang tamu dan pelayan itu memberikan minuman.
Mereka menelpon Nova. Tapi suara telepon nya justru ada dikamarnya.
"Biar mama kekamarnya. Sepertinya dia meninggalkan teleponnya disana," kata Nyonya Nanci.
Nyonya Nanci lalu pergi kekamar Nova dan melihat jika handphone nya ada dirumah.
"Jika handphonenya ada dirumah, lalu kemana perginya?" kata Nyonya Nanci berbicara sendirian.
Tidak lama kemudian, Nyonya Nanci turun kebawah dan berbicara dengan suaminya.
__ADS_1
"Will, sepertinya Nova lupa membawa handphone nya,"
"Ya, sudah kita tunggu saja. Mungkin sebentar lagi dia pulang,"
Dia jam menunggu, mereka akhirnya berpamitan pada pelayan itu.
"Kami pulang saja. Jika Nova datang, katakan kami sangat merindukan nya. Suruh dia kerumah," kata Nyonya Nanci pada seorang pelayan.
"Baik Nyonya, nanti akan saya sampaikan," kata pelayan itu.
Dan saat mereka keluar, mereka berpapasan dengan Nick dan Ruth yang tersenyum bahagia.
"Kita pantas merayakan nya," kata Ruth.
"Ternyata semudah ini menyingkirkan dirinya," ujar Nick.
"Sttttt...ada mereka. Bersikap lah seakan tidak terjadi apapun," kata Ruth.
"Dia tidak ada dirumah. Kami sudah menunggunya sejak tadi. Kami pulang saja," kata Nyonya Nanci.
"Ohh, mungkin Nova sedang berbelanja atau ke salon," kata Ruth.
"Mau masuk lagi Tante? Menunggu Nova?" kata Ruth lagi.
"Tidak usah. Kami pulang saja. Nanti jika dia kembali, katakan kami sangat merindukan dirinya," kata Nyonya Nanci.
"Baik Tante. Jika kami melihatnya datang akan kami sampaikan," kata Ruth berpura-pura manis.
Nyonya Nanci lalu meninggalkan rumah menantunya.
__ADS_1
"Dia datang pasti mau meminta uang. Bilangnya kangen. Padahal entah apa lagi yang mereka minta," umpat Ruth pada Nick.
"Sekarang tidak lagi. Dia sudah ke alam baka," kata Nick.
"Ya, Harta kita aman saat ini. Jika tidak, keluarga nya terus saja membuat harta kita berkurang dengan minta ini minta itu, menyebalkan!" umpat Ruth.
"Aku mau kekamar, aku lelah," kata Ruth.
Saat sampai dikamarnya, dia merasakan sakit seperti kram diperutnya.
Dia meringis kesakitan. Dia terus memegangi perutnya. Sayangnya tidak ada Hans dikamarnya yang bisa membantunya.
Karena tidak tahan lagi, Ruth berteriak memanggil nama Nick.
"Niiiiick! Tolong! Perutku sakit sekali!" Teriak Ruth berulang kali.
Nick lalu datang dan kaget melihat Ruth sudah ada dilantai dengan memegangi selimut.
"Sakiiitttt" teriak Ruth.
"Kita kedokter sekarang!" ucap Nick panik.
Nick lalu menggendong Ruth ke rumah sakit terdekat.
Nick lalu memanggil seorang suster untuk membantunya.
Pelayan dirumah mereka begitu panik melihat Nyonya Ruth yang menangis kesakitan.
Karena sudah mendapat pesan dari Hans, agar melaporkan jika terjadi hal dirumahnya, maka pelayan itu menelpon Hans. Dia juga mengatakan jika Nova sampai saat ini belum kembali kerumah. Dan Ruth dibawa kerumah sakit.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Russel dan Hans yang baru saja menyelesaikan meeting tidak jadi melanjutkan pekerjaan yang lainnya.
Mereka menundanya, dan memilih untuk kembali kerumah.