
Nova sedang dikamar dengan Russel. Russel memeluknya dan menatap nya lekat.
"Terimakasih semua ini," kata Russel setelah mendapatkan semua haknya dari Nova.
Nova telah menghias kamar mereka dengan bunga yang harum semerbak. Dan seharian mereka dikamar, berbulan madu.
"Dan ini untukmu," kata Russel.
"Apa ini?" tanya Nova saat melihat sebuah kotak hadiah.
"Bukalah," kata Russel yang sudah menyiapkan hadiah untuk Nova.
Nova lalu membuka kotak itu. Dan dia sangat terkejut melihat isinya.
"Indah sekali," ucap Nova.
"Terimakasih," kata Nova dan menyuruh Russel untuk memakaikan semua set perhiasan dari berlian itu.
"Aku ingin langsung memakainya," kata Nova.
"Biar ku pakaikan," Russel lalu menyibakkan rambut panjang Nova dan mencium leher jenjangnya sebelum memakaikan kalung berlian itu.
Cup.
"Ehm," Nova tidak mengelak dan membiarkan Russel menikmati dirinya sepenuhnya dan membebaskan nya kali ini.
"Ini milik ibu dimasa lalu. Dan sekarang menjadi milikmu, kau adalah menantu rumah ini. Jagalah kalung warisan keluarga kami ini," kata Russel.
__ADS_1
"Aku akan menjaganya dengan baik," ucap Nova dan bersandar di bahu Russel.
Nova memegang tangan Russel dengan lembut.
"Jika aku tiada. Aku ingin terlahir kembali dan menjadi istrimu di setiap kehidupan," kata Nova berbisik ditelinga Russel.
"Tentu, kita akan selalu bersama disetiap masa. Karena aku tidak akan membiarkanmu menjadi milik siapapun selain diriku," ucap Russel lalu menyentuh bibir Nova dengan bibirnya.
Satu bulan kemudian, Nova bertemu dengan Ruth di sebuah mall.
Nova lalu berjalan mendekati Ruth yang sedang memilih perabot.
"Hai, apa kabar?" kata Nova saat sudah didekat Ruth.
"Wanita licik. Untuk apa kau datang. Aku muak melihat wajahmu. Dan....kalung yang kau pakai itu. Itu milik ibuku. Dasar wanita penyihir;"
Hatinya terbakar dan api dendam dihati Ruth masih belum sirna. Kebencian nya dengan Nova semakin bertambah. Apalagi setelah tinggal bersama Hans dirumah yang tidak besar. Membuat harga dirinya menjadi terluka.
"Aku tidak punya niat buruk datang kerumahmu. Tapi kau terus membenciku dan menghinaku. Kau terus berfikir aku akan menguasai harta keluargamu," kata Nova yang ingin membuat hubungan yang lebih baik dengan kedua iparnya.
"Memang itu kenyataan nya kan? Kau tinggal disana dan aku di usir dari sana. Itu karena dirimu, aku membencimu di setiap kehidupan. Dan aku tidak akan menganggapmu saudaraku sampai kapanpun. Kau adalah wanita rendah yang mengincar uang keluargaku," kata Ruth dengan kemarahan dalam setiap ucapannya.
"Oke. Aku berusaha memperbaiki hubungan kita, tapi jika kau tetap keras kepala, aku tidak bisa memaksamu," kata Nova lalu pergi meninggalkan Ruth.
"Pergilah! Jangan pernah berbicara apapun lagi denganku!" Teriak Ruth kesal dan hampir saja dia membanting barang yang sedang dia pegang.
Dan saat akan membantingnya, Hans menahan tangannya dari belakang.
__ADS_1
"Aku tidak sanggup menggantinya jika kau melakukanya," kata Hans yang melihat jika barang yang akan dibanting Ruth itu adalah barang antik hiasan ruang tamu.
"Kenapa aku harus menjalani hidup seperti ini? Ini karena dirimu. Kenapa kau mau menikah denganku? Anakku tidak perlu ayah. Aku kaya raya. Aku bisa melahirkan tanpa ayah untuknya. Dia akan hidup berkecukupan dan kakakku akan membahagiakan ya. Tapi karena kau dan wanita penyihir itu, aku harus hidup dengan pria miskin sepertimu. Aku muak dengan kalian berdua!" umpat Ruth dan akan meninggalkan Hans.
Namun karena pergi dengan kesal, dia terpeleset dan hampir terjatuh, padahal dia sedang hamil.
Hans dengan cepat menangkapnya.
"Hati-hati. Kau bisa jatuh jika aku tidak ada," kata Hans tidak marah meskipun setiap hari Ruth menghinanya dirumah dan disetiap kesempatan.
"Lepaskan!" Kata Ruth yang hingga saat ini tidak memberikan hak bagi Hans untuk menyentuhnya sebagai istrinya.
Dan Hans tetap setia disampingnya meskipun hanya menjadi suami diatas kertas.
Semua itu dia lakukan karena dia sangat menghormati keluarga Ruth terutama kakaknya, Russel.
Dia berjanji akan memberikan hidupnya pada Ruth meskipun Ruth tidak mencintai dirinya.
Dengan sabar Hans mengikuti Ruth yang berjalan pulang dan tidak jadi membeli apapun.
Nova melihat apa yang terjadi dari jarak jauh dan hanya menggelengkan kepalanya.
"Gadis keras kepala!" ucap Nova dalam hati.
Karena balas dendamnya sudah tercapai, maka kisah ini selesai.
Tamat
__ADS_1
Terimakasih semua.....atas dukungannya 🥰😘🙏🙏🙏