
Begitu mendengar kabar dari Nick, maka Russel dan Hans memutuskan untuk pulang lebih awal.
Russel mengambil jalan lain, sedangkan Hans begitu mendengar jika Ruth sedang ada dalam bahaya maka dia langsung menuju ke rumah sakit.
Russel mempunyai firasat yang menyuruhnya untuk melewati jalan yang berbeda, akhirnya dia melewati jalan di pinggir hutan. Sepanjang jalan dia merasakan firasat yang tidak biasanya, seakan dia akan menemukan suatu hal selama dalam perjalanan itu.
Maka Russelpun mengemudikan mobilnya dengan hati-hati dan pelan-pelan. Tanpa sengaja tiba-tiba dia melihat seseorang di pinggir jalan. Tergeletak tidak bergerak.
Russel pun menyalahkan lampu sorot jarak jauhnya dan dia melihat seorang gadis terikat, tergeletak di pinggir jalan.
Russel pun memperlambat laju mobilnya, kemudian dia mengamati gadis itu apakah dia masih hidup atau tidak. Lalu Ruseel menghentikan mobilnya.
Dia pun turun dan akan menolong gadis itu, Russel membalikkan badannya pelan-pelan dan begitu dia lihat, dia sangat terkejut saat melihat ternyata itu adalah istrinya.
"Nova!? Bagaimana kau bisa jadi seperti ini!?"
"Siapa yang sudah melakukan ini padamu?"
Maka Russel segera menggendongnya ke dalam mobilnya dan membawanya ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit keadaan Nova sudah sangat memprihatinkan.
"Dokter, tolong istri saya, selamatkan dia...."
Dia ke kekurangan banyak cairan dan badannya sangat lemah karena tidak makan. Dokter pun segera memberikan pertolongan sebaik mungkin atas permintaan Russel. Russel berharap Nova bisa selamat dan dia akan menuruti semua permintaannya jika dia sampai selamat.
Nova lemah dan dalam kondisi kritis.
"Sayang, bangunlah, aku berjanji, akan menuruti semua permintaan mu, asalkan kau sembuh. Bangunlah, jangan seperti ini...."
Russel duduk di sampingnya dan mengatakan janji itu. Nova pun dalam komanya mendengar jika Russel berjanji akan mengabulkan semua permintaannya. Namun Nova tidak bisa menggerakkan semua badannya karena dia dalam kondisi koma.
Satu hari kemudian setelah berbagai upaya dilakukan oleh dokter akhirnya Nova bisa sadar. Setelah sadar Nova kemudian mencari tasnya karena di dalam tas itu ada bukti kejahatan Ruth dan Nick yang hampir saja membuatnya tiada, maka Nova akan membalas perbuatan mereka di masa lalu dan di masa kini dengan bukti yang sudah dia persiapkan.
"Russel....."
"Syukurlah kau sudah sadar, terimakasih.....kau kembali untukku...." Russel memeluknya.
Nova teringat dengan tas kecilnya.
Dia memberikan tas berisi kamera tersembunyi itu pada Russel.
"Ini bukti kejahatan mereka...." kata Nova.
"Siapa?"
"Kau bisa melihatnya sendiri...."
Saat Russel akan memutar video itu tiba-tiba Hans masuk dan mengatakan jika Ruth dan bayinya bisa selamat.
"Hans ..."
"Bagaimana keadaan Ruth?"
__ADS_1
"Syukurlah Bos, Ruth dan bayinya bisa selamat,"
Russelpun senang, namun dia segera teringat untuk melihat kamera tersembunyi itu. Hans menatap Russel bingung.
"Apa itu Bos?" tanya Hans.
"Kita akan melihatnya bersama,"
Russel lalu membuka kamera itu dan melihat bagaimana Nick dan Ruth bersekongkol untuk menghabisi Nova.
"Nick dan Ruth? Mereka yang sudah mencelakaimu? Astaga. Bagaimana mereka bisa sekejam itu?"
Russelpun menatap Hans dengan tatapan yang tajam. Hans yang tidak tahu apa-apa hanya menggelengkan kepalanya.
Kemudian Russel mengatakan kepada kepada Hans jika kesalahan mereka sudah melewati batas.
"Aku tidak bisa menahannya lagi, maka aku punya satu permintaan padamu,"
"Katakan saja bos, apa permintaanmu,"
"Bawa Ruth pergi dari rumah, kalian tinggal lah di rumah yang sudah aku persiapkan, rumah itu memang tidak besar, di situ pula kau akan mengajarinya bagaimana hidup yang benar," kata Russel.
"Baiklah Bos, saya menurut apa yang menurutmu baik,"
Kemudian Hans keluar dari kamar itu dan tidak mengatakan apapun lagi. Dia menemui istrinya dan mengajaknya pulang.
Dan Hans tidak mengatakan jika dia sudah melihat kejahatannya, karena kondisi Ruth yang masih lemah.
Satu minggu kemudian setelah kondisi Ruth membaik dan kondisi Nova membaik mereka berkumpul di ruang tamu.
Russel menatap mereka berdua dengan tatapan tajam.
"Apa yang kalian lakukan pada istriku sudah melewati batas," kata Russel dengan penuh kemarahan.
Lalu Nick dan Ruth bersujud di kaki Russel dan meminta maaf atas kelakuan mereka.
"Ini tidak bisa hanya dengan kata maaf saja, aku tahu kalian akan mengulanginya lagi suatu Hari nanti, kalian sangat membenci Nova dan kalian harus dihukum,"
"Jangan Kakak, jangan hukum kami, kami minta maaf, Nova, maafkan kami, kami khilaf, kami tidak akan mengulanginya lagi,"
Nova diam saja karena apa yang mereka berdua lakukan benar-benar sudah melewati batas dan jika Russel tidak menemukannya, maka dia pasti sudah tiada.
Maka Russel pun memberikan hukuman kepada mereka berdua.
"Nick akan keluar kota dan kamu akan tinggal di sana, mengurus perusahaan yang di sana, sedangkan Ruth, kamu akan tinggal bersama Hans, kalian berdua tidak tinggal di rumah ini lagi,"
"Apa!?"
Nick dan Ruth saling bertatapan dan kaget.
Mereka pun bersujud lagi dan memegang kaki kakaknya.
__ADS_1
"Kakak ampuni kami, jangan usir kami dari rumah ini, kami ingin tinggal di sini,"
Tapi Russel sudah sangat marah, karena apa yang mereka berdua lakukan hampir saja membuat Dia kehilangan orang yang paling dia cintai di dunia ini. Dia tidak bisa memaafkan.
"Kakak," Panggi Ruth dengan suara parau.
"Apa yang kalian lakukan sudah di luar batas, kalian sudah melewati semua batasan, maka kemasi barang kalian dan kalian akan tinggal di rumah masing-masing,"
"Kakak, tolong kali ini saja ampuni kami, kami tidak akan mengulanginya lagi," kata Ruth dan Nuck saling berpandangan.
"Karena kamu sudah berkeluarga dan menjadi istri Hans, maka kamu harus mengikuti ke mana suamimu pergi dan Hans sudah bukan asisten pribadiku lagi, maka kamu akan tinggal bersamanya dan membina hidup baru di sana, kamu juga akan belajar banyak hal dari Hans dan dari apa yang sudah kamu lakukan hari ini,"
Kata Russel.
"Kakak....." Ruth pun menangis tersedu-sedu. Sementara Hans sudah naik ke atas mengemasi barangnya dan turun dengan koper di tangannya.
"Ayo kita pergi, kita akan tinggal di rumahku," kata Hans.
"Tidak! aku tidak mau ikut denganmu, aku mau tinggal bersama kakak," kata Ruth.
Russel menarik kedua tangan Ruth, agar dia berdiri.
"Kali ini dengarkan kakak. Ini demi kebaikanmu, tinggallah bersama suamimu. Kau akan menyadari hal yang selama ini tidak kamu pahami, kata Russel.
"Atau kau akan dipenjara bersama Nick atas semua yang sudah kalian lakukan,"
Dengan berat hati Ruthpun akhirnya mau ikut bersama Hans.
Sementara Nick pergi ke kamarnya dan memberesi bajunya, lalu keluar dengan koper, dengan penuh kemarahan.
"Ini demi kebaikanmu juga, bukankah kau selama ini ingin mengelola sebuah perusahaan, maka Kakak berikan perusahaan yang di kota B untukmu," kata Russel.
Nick pergi dan berlalu tanpa mengatakan apapun.
Nova lalu menggandeng tangan Russel dan meminta maaf padanya. Karena dirinya maka dia terpaksa harus membuat kedua adiknya jauh darinya.
"Maafkan aku, kau terpaksa harus menghukum mereka, karena janjimu padaku,"
Russel lalu membelai rambut Nova.
"Tidak, seharusnya memang hanya kita berdua di rumah ini, sehingga kau akan merasa nyaman dan kita akan memulai semua dari awal, tidak ada yang perlu kau takuti lagi,"kata Russel.
"Terima kasih, di kehidupan ini aku benar-benar berterima kasih karena aku menjadi istrimu," kata Nova.
"Aku juga, aku terima kasih karena menemukanmu dan kita diberi kesempatan kembali untuk hidup bersama," kata Russel lalu memeluk Nova.
Balas dendam ku akhirnya terbalas. Aku telah membuat mereka berdua keluar dari rumah ini.
Ruth sangat benci orang miskin. Dan sekarang, dia sudah menjadi istri dari pelayan nya sendiri. Dan tinggal dirumah kecil, milik Hans.
Sementara Nick, juga tidak tinggal disini dan menikmati kemewahan ini lagi. Dia akan bekerja keras di kota B. Dan aku akan menikmati kesempatan di kehidupan kedua dirumah besar ini dengan cinta kasih.
__ADS_1
Aku akan mewujudkan cinta dan kebahagiaan dikehidupan kedua ini, diwaktu yang tersisa....
Nova tersenyum penuh kemenangan.