Balasan Istri Teraniaya

Balasan Istri Teraniaya
kedatangan ibu martua


__ADS_3

''intan mana sarapannya.... ''sambil turun dari tangga.


''mas kenapa teriak-teriak,ada yang salah ya''intan menjawab dengan santai di depan wawan.


''ini sudah siang,kenapa belum ada sarapan dek''.kata wawan sambil memakai sepatu.


''mas pikir uang lima puluh ribu cukup buat belanja dua hari,mas lihat sini,beras habis,semua habis, sedangkan kamu selalu ingin makan enak terus,aku dapat uang dari mana mas.''


''ya jimat dikit la dek''.menjawab seenaknya,tanpa tau semua mahal,tanpa tau semua bahan makanan habis di dapur.


''klo ingin aku masak kan,sini uangnya mas, kamu tidak tau betapa pusingnya kepalaku,mengatur uang lima puluh ribu untuk dua hari, belum lagi kalau ibu kesini tau kamu kasi uang,sibuk mengambil apa yang aku masak''.


''apa salahnya berbagi sama ibu dek''


''apa yang di buat berbagi mas,buat kita makan sehari aja kurang''


''pinter-pinterlah kamu mengatur dek,sisanya kan mas tabung buat masa depan kita''.


''menabung boleh mas,lihat daster aku bolong-bolong,yang selalu di katain kucel sama adik dan ibumu''. dia hanya diam seakan tidak peduli.


''kamu ini mas,buat istri sendiri pelitnya minta ampun,tapi kalau untuk ibu dan gladis,selalu ada''.


''intan itu kewajiban ku menafkahi mereka, aku anak laki-laki satu-satunyajadi aku kira wajar membahagiakan adik dan ibuku,yang telah membesarkan dan menyekolahkan aku, sedangkan kamu cuma menikmati hasil kerja kerasku saja''


''ooo gitu ya baik kalau menurut mas aku cuma menikmati hasil kerja kamu aja,ijinkan aku kerja lagi,biar kamu bebas menafkahi orang tuamu dan adikmu,dan aku bebas memanjakan diriku sendiri dengan hasil kerjaku sendiri''


''eeh... bukan begitu maksudku dek,kamu kan lagi program hamil,kamu gak boleh kecapek an,kamu tau kan yang di sarankan dokter,kamu harus istirahat''


''gimana bisa istirahat setiap hari yang di ributkan makanan dan uang,capek aku mas setiap belanja selalu kurang tetap selalu salah di depan orang tua mu''. sambil duduk di sebelahnya.


''udah.. udah ini kamu beli beras sama lauk untuk dua hari ya,lima puluh ribu lagi mas,semua bahan dapur habis mas,kalau begini terus mending kamu belanja sendiri aja mas''


'' aku pergi dulu,aku sarapan di kantor aja''. tanpa mempedulikan perkataan ku mas wawan langsung pergi.

__ADS_1


''assalamu'alaikum''


''wallaikum'salam''


setelah kepergian mas WAWAN, segera ku lanjutkan membersihkan rumah dan mencuci pakaian,walau punya mesin cuci jarang aku pakai,karena aku lebih suka di cuci pakai tangan,hitung hitung hemat listrik.


******


''assalamu'alaikum,intan...intan...''


''wallaikum'salam''


''kemana aja sih di pangil-panggil dari tadi gak menyahut,tidar kamu pagi-pagi gini,anakku kerja banting tulang kamu enak enak santai di rumah,sudah masak kamu?''


''maaf Bu tadi gak dengar,intan di belakang cuci baju'


''alasan aja kamu,jadi istri itu harus cekatan,belum punya anak aja lelet minta ampun,gimana kalau punya anak,bisa kelaparan anak kamu nanti''


aku cuma diam aja tanpa membantah ucapan ibu,percuma membantah,kalau ujung ujungnya pasti salah juga.


''kalau hari sabtu bisanya jam dua udah sampai rumah bu''


''heh...intan kamu ini udah nikah selama empat tahun,anak gak ada,terus ini kursi perabotan masih seperti dulu aja,kamu kemana in gaji anakku,atau jangan jangan kamu buat memperkaya diri ya''


''gimana gak seperti dulu bu,bukanya perabotan intan di rumah ibu semua,dan yang ada di sini punya ibu''


''heh intan,harta anak itu punya orang tua,dan lagian wawan kan anak laki-laki ibu satu satunya,wajib menyenangkan ibu''


''tapi bu itu kan hasil keringat intan waktu masih kerja dulu''


''halah kamu kan baru pindah,belum ada tamunya,kalo ibu kan banyak tamun nya,kalau kamu bawa barang itu apa kata orang,kamu tau Teman-teman ibu Orang-orang Berduit''.


dulu sebelum menikah aku membeli rumah dengan hasil kerja kerasku,tanpa bantuan siapapun,dulu sebelum pindah sempat nyicil beli kursi,meja rias,tempat tidur,seprai handuk dan peralatan dapur,semua itu pun tak luput jadi sasaran ibu martua,yang aku pikir kalau sudah pindah rumah gak repot repot beli barang lagi,semua tinggal nama aja,satu barang pun tidak boleh di bawa.

__ADS_1


pada saat pindah semua bertukar,kursi-kursi yang masih baru bertukar yang bolong-bolong sedangkan meja rias,ranjang,meja makan dan sampai peralatan dapur tidak boleh di bawa,alasannya sangat tak masuk akal,menantu perhitungan lah,menantu pelit lah, akhirnya aku pergi cuma bawa sofa bolong bolong dan meja makan plastik milik ibu yang sudah tidak terpakai,untuk yang lain aku beli menggunakan uang pribadi,sedangkan mas wawan seperti menutup mata dan telinga kalau masalah ibu dan adiknya,....


''ibu ngomong itu di dengarkan,jangan cuma masuk telinga kanan keluar telinga kiri''.


''iya bu''.


''masak apa kamu hari ini,kenapa meja kosong,wawan tadi sarapan apa?''


''belum masak bu,beras habis bahan-bahan dapur juga habis,mas wawan cuma ngasi uang dua puluh lima ribu''.


''ya pinter-pinter kamu menghemat,jangan boros-boros,ingat cari uang itu susah,jangan seenaknya menghabiskan''.


''iya bu''.


''ya udah cepat sana belanja ibu lapar ini''.


''bukannya kemarin ibu sudah di kasi uang sama mas wawan bu,kok lepar bilang intan''.


''kamu ini ya,uang di kasih ke ibu,itu urusan ibu mau buat apa,ngapain kamu tanya-tanya,ibu dulu susah membesarkan wawan,jadi sudah kewajiban dia menyenangkan ibunya dan adiknya''. sambil kesana kemari mengecek setiap kamar,untung semua kamar aku kunci termasuk kamar belakan yang aku jadikan tempat penyimpanan beras dan bahan makanan yang lain,kalau tidak,maka akan berpindah rumah.


''kenapa semua kamar di kunci,ada yang kamu sembunyikan ya''. sambil mendorong pundak ku''.


''gak ada bu,cuma iseng aja intan kunci''


''coba kamu buka,ibu mau lihat''


''kuncinya di atas,malas mau naik bu,pekerjaan di bawah masih belum selesai''


''alasan aja kamu,awas kalau sampai menyembunyikan sesuatu ya''.


''tidak ada bu,cuma barang-barang yang tidak terpakai di dalam,kalau ibu mau nanti intan antar ke rumah ibu ya''.


''ih... kamu ini,barang rongsokan mau di antar rumah ibu,kenapa tidak kamu gunakan sendiri aja''.

__ADS_1


''ya udah cepat belanja,nanti ibu kesini lagi,ingat masak banyak dikit,nanti ibu bawa pulang''.


__ADS_2