Balasan Istri Teraniaya

Balasan Istri Teraniaya
kedatangan bunda dan ayah


__ADS_3

...''hehehehe... kamu ini wi,gak semudah itu membuang panggilan itu,empat tahun tau gak''...


^^^''iya-iya, lanjutkan aja mas mu itu''^^^


...''hahaha... sudah ah,cepat makan sudah malam,kasian Anak-anak dan suami kalian nungguin tuh''...


makan malam yang begitu indah,bersama Orang-orang yang peduli,ternyata menyenangkan.


seandainya mas-mas ku tau keadaanku saat ini,aku yakin dia pasti akan langsung kesini.


biarlah sementara aku hadapi sendiri selama aku bisa,setelah semua deal aku akan pulang untuk menjemput kedua orang tuaku,sekalian kalau mau ku ajak tinggal di sini,selama ini mereka ingin tinggal di sini tapi aku larang karena mas wawan mempunyai syarat,kalau orang tua ku di sini,maka orang tua nya juga harus disini.


tak bisa ku bayangkan kalau mereka satu atap,ibuku yang pendiam dan lemah lembut menghadapi ibu martua yang suka bicara sesuka hati,kalau masalah makan insya Allah aku pasti bisa.


tepat jam sepuluh malam aku sampai di rumah,betapa terkejutnya aku melihat ramai orang di depan pagar.


..."maaf ada apa ini ya"...


^^^"mbak intan keterlaluan,membiarkan ibu mertua sampai pingsan di depan pagar"^^^


..."mbak santi kalau ngomong di jaga ya,saya dari jam sebelas siang sudah keluar dari rumah,kenapa aku yang di salahkan,bukanya rumah dia dekat,kenapa gak pulang aja"...


^^^"bukanya mbak intan di dalam"^^^


..."makanya di lihat dulu,ada orang gak di dalam,masa saya di dalam pakai jaket sama helm,kalau ngomong pakai logika mbak"...


^^^"huuu.... mbak santi kalau ngasi info suka asal,katanya mbak intan di dalam,Jangan-jangan bu sarah pingsan pura-pura".salah satu warga menimpali. ^^^


..." ya udah sekarang buka pintunya,bawa martua anda masuk,masak gak kasian dia pingsan di sini"...


^^^"kenapa mbak santi ngeyel ingin membawa dia masuk ke rumah saya,bukannya pingsannya dari tadi,kenapa gak mbak bawa ke rumah situ aja,dan lagian ngapain di sini, rumahnya kan deket tinggal gotong ngapain ngotot ke rumah saya? "^^^


..."kan dia martua situ,ngapain repot-repot ke rumah saya,gak ada kena mengena deh"...


^^^"mbak santi ini lucu,ngotot tapi ngeyel,tolong bapak-bapak angkat bu sarah ke rumahnya aja,karena sudah malam dan lagian saya sudah capek ingin istirahat"^^^


..."tapi mbak intan"...


^^^"jangan khawatir,siapa yang mau mengangkat akan saya kasi komisi".^^^

__ADS_1


seketika mereka berebut,entah itu ibu-ibu atau Bapak-bapak, dasar manusia dengar kata komisi langsung gerak cepat


"silahkan angkat dia,saya tunggu di sini".


berbondong-bondong mereka mengangkat,entah berapa orang,mulai sekarang akan aku tunjukkan bahwa tanpa mas wawan aku bisa dan tidak akan pernah terpuruk oleh keadaan,segera ku buka gerbang untuk memasukkan motor dan keluar lagi untuk menunggu orang-orang yang mengangkat ibu martua kesini.


..."kenapa berlari bu"...


^^^"hehehe,takutnya keburu mbak intan masuk rumah,kan pintu pagarnya tinggi"^^^


..."jangan khawatir saya pasti menepati janji,banyak amat yang kesini"...


^^^"kan kami ikut menggotong bu sarah mbak intan".^^^


ku hitung ada enam orang,setiap orang ku kasi lima puluh ribuan.


..." alhamdulillah bisa buat beli kuta internet ini"....


salah satu ibu-ibu itu menjawab,bukanya bilang Terima kasih,huuuuh... dasar ibu-ibu mata duitan,di mana-mana sama aja kalau menyangkut uang pasti cepat bertindak.


^^^"ya udah kalau gitu saya masuk ya ibu-ibu,terimakasih kasih sudah menolong"^^^


ku anggukan kepala sambil berlalu pergi dan mengunci pagar depan.


segera ku guyur badan dengan air hangat supaya hilang rasa lengket,


hari semakin malam pikiran masih saja belum bisa tenang dengan apa yang terjadi,setelah pertemuan dengan pengacara atas saran dewi dan anita,berjalan lancar karena kedua temanku itu juga bisa menjadi saksi atas perselingkuhan mas wawan, untuk selanjutnya bisa fokus pada butik,


Mudah-mudahan semua lancar tinggal menghadapi drama keluarga yang tak kunjung usai,mereka yang selalu membuat ku menangis,mereka juga yang tidak bisa move on dari kehidupan ku.


******


adzan subuh terdengar dengan merdunya, memangil umat muslim untuk menunaikan kewajibannya.


tin... tin...


^^^"siapa sih pagi-pagi gini sudah main ke rumah orang,apa mungkin Anita atau dewi,tapi mana mungkin,kalau kesini pasti memberi tau"^^^


cepat ku langkahkan kaki ini,untuk cepat sampai di depan,mobil fortuner hitam dengan gagah berada di luar pagar,sedangkan seorang wanita berkebaya batik sedang tersenyum dengan berpegangan pagar.

__ADS_1


..."Allahuakbar bunda.... "...


segera ku buka pintu pagar dengan lebar supaya mobil beserta pemiliknya masuk dengan leluasa.


ku cium tangan yang telah merawat ku selama ini,dan segera ku tutup kembali pintu pagar takut ada penyusup masuk,hehehe....


^^^"bunda sama siapa kesini"^^^


"lihat saja siapa yang ada di dalam mobil itu".


saat melihat mobil terbuka,terlihat mbak santi mengintip dari luar pagar,dasar tukang gosip,pasti sebentar lagi ada masalah datang.


..." ayah,mas nando,mas Ridwan"....


ku peluk satu persatu orang-orang yang aku sayangi,karena selama empat tahun menikah cuma tiga kali kemari,sedangkan aku cuma tahun sekali pulang melihat mereka,karena alasan mas wawan gak punya uang,padahal gajinya di kasihkan ke selingkuhan nya.


karena aku saudara paling bontot,jadi mereka sangat memanjakan aku.


terbilang aku juga anak perempuan sendiri dalam tiga bersaudara


^^^"yo masuk yah,Mas-mas ku yang ganteng,kok pagi-pagi udah sampai sin berangkat jam berapa yah? "^^^


..."jam dua dini hari kita berangkat ndok(nak) ibu mu itu kangen nya gak bisa di tahan,nunggu kamu pulang kelamaan ketemunya,paling cuma sehari semalam nginep nya"...


^^^"maafin intan,ayah bunda,mungkin intan belum bisa jadi anak yang berbakti pada kalian,InsyaAllah kedepannya akan intan tunaikan"^^^


"halah... gitu aja udah membik-membik(ekspresi mau menangis)biasa aja kan kita udah sampai sini bocil".sambil mencubit gemes pipiku,mas nando berkata sambil tersenyum.


..."mas ... kok bocil sih,intan sudah mau dua puluh lima"...


^^^"masih belum genap,kan jauh di umur mas-mas mu ini,jadi masih pantas di bilang bocil"^^^


"uwes-uwes koyok arek cilik ae lek ketemu(sudah-sudah seperti anak kecil aja kalau ketemu). seketika kami nyengir mendengar ucapan bunda,sedangkan mas ridwan asik hilir mudik melihat rumah"


"kemana suamimu ndok(nak), kok gak terlihat,apa belum bangun? ".ayah bertanya.


" em... itu yah,mas alif ada di rumah ibunya"


"kalian ada masalah?

__ADS_1


__ADS_2