
^^^''jangan macam-macam kamu,aku tidak akan menceraikan kamu,sampai kapanpun,ingat itu''^^^
...''he mas wawan yang paling ganteng satu rumah,anak tersayang ibumu,teruslah berada di ketiak ibumu,meskipun kau keluarkan rayuan maut aku sudah tidak sudi jadi istrimu lagi''...
ku lihat istri baru mas wawan yang tiba-tiba cemberut dan lari ke kamar, seperti tidak Terima dengan kata-kata mas wawan,jangan tanya gimana perasaan ku saat ini,hancur tak bersisa, meskipun mulut ini bicara benci,tapi tidak dengan hati ini,terluka tanpa berdarah,sakit rasanya melihat laki-laki yang selama empat tahun menemaniku mengejar perempuan lain masuk kamar,sesak terasa dada,sakit ya Allah,
ku tahan sebisa mungkin supaya air mata ini tidak tumpah,berusaha tegar walau sebenarnya rapuh.
gladis mendekat dengan wajah yang menandakan kemarahan dia ingin menarik rambutku,tapi dengan sigap tangan nya ter tangkap oleh ku dengan gerakan cepat,ku plintir kebelakang,dengan dengkul di lantai.
...''au... sakit sialan,lepaskan.. ''...
'' sakit ya,tadi kan sudah di bilangin,jangan macam-macam,kalian jahat aku bisa lebih kejam lagi dari ini''.
sedangkan Pak RT cuma melihat dan Pura-pura menasehati,karena sudah minta ijin sama dia kalau ada yang menyerang, aku wajib melawan,kalau memang masih tidak bisa di control, maka mereka harus mendekam dalam hotel prodeo.
^^^''mas... tolong..,sakaiiiit''^^^
ibu yang tadinya menangis tiba-tiba maju ke depan ingin menolong anak gadisnya yang kurang ajar itu.
...''lepaskan anakku set*n...,...
^^^pak RT jangan diam aja tolongin anak saya''.^^^
dengan susah payah berdiri untuk mendekat, sambil ingin menampar,tanpa aba-aba kaki ini mendorong tubuh perempuan setengah baya itu,dia terjerembab di lantai sambil memegangi pinggangnya,sedangkan aku langsung menutup mulutku,dan mendorong gladis di lantai dekat dengan pintu.
brak...
^^^''aduh... sakit.. ''^^^
__ADS_1
entah apa yang di lakukan mas wawan,meskipun di luar ibu dan adiknya terjatuh dan menabrak pintu,tapi tidak keluar dari kamar,segera ku langkahkan kaki ke belakang dan mengambil kayu yang biasanya aku buat untuk masak di rumah ini,ku ambil yang paling besar dan memukul pintu kamar,dasar gak punya ot*k,berani-beraninya berzina sedangkan di luar ada aku dan pak RT.
...''lihat pak RT,apa yang mereka lakukan di dalam kamar,apa perlu saya hancurkan pintu ini,atau suruh semua orang yang di luar mendobrak pintu ini,kalau tidak dua orang di dalam akan saya kasi pelajaran,bapak tau mereka pasangan mesum dan tidak pantas di maafkan''...
^^^''bu sarah benar begitu,apa merek belum menikah?''^^^
...''mereka sudah menikah siri pak RT,banyak saksinya''...
****""
^^^''oya,, kalau begitu,apa dia minta ijin pada istrinya,kalau saya tidak tau dan tidak menginginkan berarti pernikahan itu tidah sah, suruh kesini siapa saja yang menjadi saksinya dan siapa ustadz yang menikahkan dia''^^^
...''kamu itu tau apa soal ustadz,udah untung di nikahi anakku,biar tidak jadi perawan tua,sudah di nikahi malah tidak berterima kasih''...
ku dekati ibu mertua yang mulutnya pedesnya bagai cabe level lima puluh itu,.
^^^''ingat Kata-kata ku ya bu,saya masih menghormati ibu sebagai orang tua. ^^^
''cih... kamu kira aku takut,kamu tau pak dirga,dia juga sebagai saksinya dan pak yunus yang menikahkan mereka''
''baik ibu lihat ya apa yang akan saya lakukan,ibu yang menantang jadi jangan salahkan saya, karena ibu tidak tau siapa sebenarnya menantu mu ini,
oya aku baru ingat,rumah ini aku juga yang merenovasi,jadi kalau rusak berarti kembali seperti waktu aku masuk rumah ini,jelek dan kumuh''.
segera aku angkat kayu untuk memukul pintu kamar itu lagi,tapi tiba-tiba mereka berdua keluar sambil berkacak pinggang dan mendorong ku,untung gak kena ketuk kepala salah satu dari mereka.
''au... '
karena tidak ada persiapan badanku terjerembab di atas lantai,karena marah sudah di ubun-ubun,sambil berdiri menahan sakit,rambut yang tergerai ku tarik dengan sekuat tenaga,untuk menendang perut aku tak tega,karena ada nyawa tak berdosa di situ,karena dekat dengan gunting di dekat televisi segera ku ambil dan memotong paksa sambut Lidia,sedangkan mas wawan ingin menolongnya,tanpa sengaja kaki ini menendang burung kebanggan nya,seketika dia mundur dan ter duduk sambil meringis kesakitan.
__ADS_1
''kalian yang memulai jangan salahkan aku jadi bar-bar bos,ini baru permulaan''
****
...''hentikan intan''....
sambil menahan rasa sakit yang mungki bisa jadi telurnya juga ikut meletus.
...hentikan mbak intan''...
pak RT dan mas wawan bicara.
''kenapa,ada yang salah,lindungi aja burung mu itu,kalau kau macam-macam akan ku buat perkedel untuk buat makanan anjing liar''.
sambil ku dekatkan wajahku ke mas wawan dan untuk pak RT ku acungkan jempol,
entah kenapa sepertinya Pak RT ikut merasa ngilu yang di rasa kan mas wawan.
terlihat banyak orang di luar rumah,tidak ada yang berusaha menolong keluarga ibu martua,karena mulut martua terkenal jahat dan suka sekali cari masalah.
teman setiaku cuma melipat tangan dengan tersenyum kemudian mengacungkan jempol,dan berlalu pergi membawa barang dua mobil penuh,sedangkan aku dan anita beserta anak dan suaminya memakai mobil pribadi milik Anita,
rumah ibu mas wawan kosong melompong,dan barang-barang nya yang dari rumahku,di taruh di depan rumah.
...''bravo cui... bangga aku sama kamu,mungkin kalau butuh bodyguard bisa di sewa nih''...
^^^''ah kamu ada-ada aja,tadi itu cuma reflek aja,kamu sih gak tau gimana rasanya tersakiti,sakit tau, dunia seakan hancur,bagai luka tak berdarah''^^^
...''udah lah jangan terlalu di fikir kan,entar lama-lama juga akan terbiasa,iya kan mas''...
__ADS_1
''memang nita,tapi itu perlu waktu,tak segampang membalikkan telapak tangan,empat tahun nita aku sama dia,terlalu banyak kenangan yang kami lalui''
^^^''iya aku juga tau,pasti kenangan ibu martua yang sering mengambil stok makanan di kulkas dan uang jatah lima puluh ribu kan,di belikan cabe sama minyak aja habis,nasib baik suamiku gak perhitungan,kalau aku jadi kamu udah ku tinggalin dari dulu,suami pelit perhitungan aja di pertahankan,bahkan sekarang ketahuan selingkuh,paket komplit Pakok nya''^^^