
Viana sekarang sedang berada didepan sekolah vanesa untuk menjemput vanesa dan ingin mengajak vanesa ke mall.
vanesa yang sedang berjalan keluar dari gerbang bersama teman temannya melihat viana sang kakak sudah menunggu diluar mobil pun menghampiri sang jakak.
"kak sudah dari tadi ya nunggu aku?kenapa gak telfon aja tadi?"tanya vanesa setelah sampai di depan sang kakak
"baru sampai juga kok van,ayo masuk."viana memasukkan hp nya kedalam tas dan membuka mobil untuk masuk dan jalan pulang
"gaes gue pulang dulu ya,sudah dijemput nih...bay"pamit vanesa sama teman temannya
vanesa segera masuk ke mobil,dan mobil pun berjalan menuju ke mall.
vanesa bingung karena mobil tidak berjalan kearah pulang tapi kearah lain
"kak kita mau kemana nich?ini kan gak arah pulang"tanya vanesa
"kakak mau ajak kamu jalan jalan.yah sekali sekali lah"
"ohh mau traktir nih ya?acara apa ya hehehe"
"kamu tau gak..."
"ya gak lah kan kakak gk kasih tau"potong sang adik
"ish kebiasaan deh kamu van,kakak kan belum selesai bicara kenapa malah di potong sih.."geram viana
__ADS_1
"hehehe...maaf kak,emang ada apa kak?"
"kakah sudah dapat kerja van,besok kakak sudah bisa kerja"jelas viana dengan wajah yang sangat senang
"wah selamat ya kak..."vanesa ikut senang sang kakak bisa dapat kerja
akhirnya mereka sampai juga di mall,viana dan vanesa berkeliling mall hingga vanesa juga sudah membeli beberapa barang yang dia suka
"kak lapar makan yuk..."rengek vanesa karena dia kelaparan
""ayok van kakak juga lapar"viana dan vanesa masuk ke restoran
saat sedang menunggu pesanan viana pamit untuk ketoilet
"van kakak sudah kebelet nih,kakak ketoilet dulu ya van"pamit viana buru buru ke toilet
viana keluar dari toilet sambil menerima telfon dari dinda jadi dia gak memerhatikan jslan dan akhirnya menabrak seseorang
"ahh maaf saya gak lihat..sekali lagi maaf ya"maaf viana pada seorang yang dari tadi melihat viana tanpa bergerak sedikitpun
viana mendongak dan terkerjut yang dia tabrak adalah mantan pacarnya
"via aku mau bicara sama kamu"ucap romi sambil memegang tangan viana
viana dengan segera melepas tangan romi dari tanganya
__ADS_1
"maaf sepertinya gak perlu ada yang dibicarakan mas."segera viana melenggang dari hadapan romi tapi ditahan romi
"via aku minta maaf."sesal romi sedih
"heh apa mas minta maaf.kenapa kamu menikah dengan sinta?kamu tau kan kalo sinta itu sahabat aku mas!"marah viana sambil berderai air mata
"aku dijodohin via."jelas romi
"dijodohin?kenapa gak nolak hah?kenapa mas.?"tangis viana benar benar pecah
"via mas juga sudah cinta sama sinta.mas harap kamu bisa terima ini semua"
"kalo memang kamu sudah gak mencintai aku kenapa gak bilang baik baik mas.?kenapa harus menikah dibelakamg aku mas?"tanya viana bertubi tubi
"via via aku tu dari dulu memang sudah gak cinta sama kamu"dengan tersenyum mengejek viana yang kini tambah gak percaya cowok yang selama ini jadi pacarnya gak pernah mencintainya apa coba maksutnya
saat otak kecil via sedang mencerna ucapan romi "via aku tu mau jadi pacar hanya untuk manfaatin kamu doang...coba kamu pikir aku ni cowok tertampan di sekolah dan sekaya ini mau sama kamu yang biasa biasa aja"
"liat aja dari penampilan kamu via gak ada yang berubah masih saja kuno.ya beda sama sinta yang modis.."
"lalu kenapa gak dari dulu kamu putusin aku?"lirih viana
"karena aku kasian sama kamu.kalo kamu aku putusin siapa yang mau sama cewek kaya kamu ya sudah kamu jadi selingan aku saja.ahh apa sekarang kamu mau jadi selingkuhan aku aja.aku gak masalah kok via kalo kamu mau"tawa romi menawarkan viana untuk jadi selingkuhannya
plak
__ADS_1
"lebih baik aku gak laku dari pada jadi selingkuhan kamu aku gak sudi cih.."geram viana langsung lari dari hadapan romi dengan air mata yang meleleh
romi gak percaya kalo dia ditampar sama via dia pun menatap kepergian viana dengan tatapan yang sulit diartikanya