
chapter 3 - Himiko
Himiko merenungkan pemandangan yang terbentang di hadapannya. Di kejauhan, ia melihat samudera yang luas dengan ombak yang tenang. Di belakangnya, hutan hijau yang subur dan indah dengan pepohonan yang menjulang tinggi ke atas langit. Himiko tersenyum pada pemandangan ini, merasakan kebahagiaan yang tak terukur.
Himiko adalah seorang ratu yang berasal dari wilayah Yamatai, sebuah kerajaan kecil di Jepang kuno. Dia terkenal karena kecantikannya yang menawan dan kebijaksanaannya yang luar biasa. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pemimpin spiritual yang memiliki kemampuan luar biasa untuk berkomunikasi dengan arwah leluhurnya.
Himiko adalah putri dari seorang raja yang meninggal ketika dia masih muda. Setelah kematian ayahnya, Himiko menjadi ratu dan memimpin kerajaannya dengan bijaksana. Namun, ada sebuah rahasia yang tersembunyi di balik kekuasaannya yang besar: kekuatan spiritualnya yang kuat.
Himiko mengangkat tangannya dan mengamati sepasang kalung yang tergantung di lehernya. Kalung itu adalah milik ayahnya, dan konon memiliki kekuatan magis yang luar biasa. Himiko tahu bahwa kekuatan kalung itu hanya akan terungkap jika dia menguasai kemampuan spiritualnya dengan baik.
Saat itu, Himiko mendengar suara panggilan yang memanggil namanya. Dia berbalik dan melihat seorang pria muda yang berjalan ke arahnya. Pria itu adalah Fujiko, seorang pendekar yang sering berkeliling mencari petualangan.
__ADS_1
Himiko tahu bahwa Fujiko memiliki kemampuan yang luar biasa dalam pertarungan. Namun, dia juga tahu bahwa Fujiko memiliki tekad yang kuat dan tekun dalam mencapai tujuannya. Himiko tersenyum dan mengajak Fujiko untuk duduk bersama di sampingnya.
"Saudara Fujiko, apa yang membawamu ke sini?" tanya Himiko.
Fujiko tersenyum dan menjawab, "Aku datang untuk membantumu, Ratu Himiko. Aku ingin membantumu melindungi kerajaanmu dari ancaman yang mungkin datang."
Himiko tersenyum dan memandang Fujiko dengan penuh penghargaan. Dia tahu bahwa Fujiko adalah pria yang jujur dan berani, dan bahwa dia akan melakukan segalanya untuk melindungi kerajaannya. Himiko merasa sangat bersyukur memiliki orang seperti Fujiko di sisinya.
"Terima kasih, Fujiko. Aku menghargai tawaranmu," kata Himiko.
Himiko terus berjalan menuju kuil dan semakin dekat dengan hutan. Dia merasa ada sesuatu yang mencurigakan, seakan-akan ada seseorang yang mengikutinya dari kejauhan. Himiko berusaha untuk berjalan lebih cepat, tetapi orang itu semakin mendekat. Akhirnya, Himiko memutuskan untuk berhenti dan menoleh ke belakang. Dia melihat seorang pria berdiri di antara pohon-pohon, dan dia merasa sedikit terkejut karena tidak menyangka ada orang lain di sana.
__ADS_1
"Pagi, Himiko-san," kata pria itu dengan senyum.
Himiko memandangnya dengan curiga. "Siapa kamu?"
"Aku adalah Takeshi, seorang petualang seperti kamu," jawab pria itu. "Aku melihat kamu dari jauh dan tertarik untuk bergabung denganmu dalam petualanganmu ke kuil itu."
Himiko ragu-ragu sejenak, tetapi kemudian memutuskan untuk menerima ajakan Takeshi. Mereka berdua melanjutkan perjalanan ke kuil, menghadapi berbagai rintangan di sepanjang jalan.
Ketika mereka sampai di depan pintu gerbang kuil, mereka melihat bahwa ada beberapa prajurit yang berjaga di sana. Himiko dan Takeshi tidak tahu bagaimana cara masuk ke dalam kuil tanpa mendapatkan perhatian dari prajurit itu.
"Hmm, bagaimana jika kita mencoba memutarbalikkan perhatian mereka?" tanya Takeshi dengan senyum misterius di wajahnya.
__ADS_1
Himiko melirik Takeshi, tidak yakin apa yang dia maksudkan. Namun, Takeshi segera menunjukkan rencananya dan mereka berdua mulai melakukan aksi yang membuat prajurit itu terkejut.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Akankah Himiko dan Takeshi berhasil masuk ke dalam kuil? Lanjutkan ke chapter 4 untuk mengetahuinya.