Basic Human " Japan " Unalocated

Basic Human " Japan " Unalocated
Jepang di bawah Keshogunan Kamakura


__ADS_3

Chapter 8: Jepang di bawah Keshogunan Kamakura


Setelah berakhirnya periode Heian, Jepang memasuki periode baru dalam sejarahnya, yaitu zaman Kamakura (1185-1333 M). Periode ini diawali dengan berakhirnya Perang Genpei, yang menandai kejatuhan klan Taira dan kemenangan klan Minamoto. Penguasa pertama zaman Kamakura adalah Minamoto no Yoritomo, yang mendirikan keshogunan Kamakura dan memindahkan pusat pemerintahan dari Kyoto ke Kamakura.


Keshogunan Kamakura menggantikan sistem pemerintahan yang sebelumnya didominasi oleh kelas bangsawan dengan sistem yang lebih berfokus pada kekuasaan militer. Pada masa ini, samurai menjadi kekuatan utama dalam pemerintahan Jepang. Samuraimerupakan prajurit yang terlatih dalam seni bela diri dan setia kepada tuannya. Mereka dianggap sebagai kelas yang lebih tinggi daripada kelas petani dan buruh, dan memiliki hak istimewa yang besar dalam masyarakat Jepang.


Keshogunan Kamakura juga mengadopsi konsep baru dalam sistem pemerintahannya, yaitu bakufu. Bakufu merupakan sebuah sistem pemerintahan militer yang terpusat di sekitar keshogunan. Sistem ini memberikan kekuasaan besar kepada shogun, yaitu pemimpin militer yang menjadi kepala bakufu.


Pada masa pemerintahan keshogunan Kamakura, Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi dan perdagangan yang pesat. Perdagangan dengan Tiongkok, Korea, dan wilayah Asia Tenggara lainnya semakin berkembang, dan Jepang mulai mengimpor banyak barang dari luar negeri. Selain itu, kota-kota juga berkembang, dan banyak pusat perdagangan baru yang bermunculan di seluruh Jepang.

__ADS_1


Di bidang seni dan sastra, zaman Kamakura merupakan periode yang diwarnai oleh pengaruh budaya Tiongkok. Puisi-puisi dalam bentuk haiku mulai berkembang pada masa ini, dan karya sastra seperti The Tale of the Heike, yang mengisahkan perang saudara antara klan Taira dan Minamoto, juga mulai populer.


Namun, masa pemerintahan keshogunan Kamakura juga ditandai oleh konflik dan perang yang sering terjadi antara klan-klan samurai. Beberapa pemberontakan terjadi selama periode ini, termasuk pemberontakan Jokyu no ran pada tahun 1221 M, yang dimulai oleh mantan kaisar Go-Toba dan berakhir dengan kekalahan pihak kekaisaran.


Pada akhirnya, keshogunan Kamakura runtuh pada tahun 1333 M, setelah pemberontakan oleh Ashikaga Takauji, seorang samurai yang memberontak melawan shogun saat itu. Pemberontakan ini mengakhiri masa Kamakura dan membuka periode baru dalam sejarah Jepang, yaitu zaman Muromachi.


Meskipun berakhirnya keshogunan Kamakura ditandai dengan ke jatuhan kekuasaan militer, namun pengaruhnya dalam sejarah Jepang tetap besar. Sistem bakufu yang diperkenalkan oleh keshogunan Kamakura terus ada dan berkembang selama berabad-abad, meskipun dengan kepemimpinan yang berbeda-beda.


Kesimpulannya, zaman Kamakura merupakan periode penting dalam sejarah Jepang karena mengubah sistem pemerintahan dan memberikan kekuasaan besar pada kelas samurai. Meskipun ada konflik dan perang yang terjadi, namun zaman Kamakura juga menjadi zaman pertumbuhan ekonomi dan berkembangnya seni dan budaya Jepang.

__ADS_1


Periode Kamakura di Jepang juga menunjukkan pentingnya peran militer dalam pemerintahan. Sistem bakufu yang diadopsi oleh keshogunan Kamakura menandakan bahwa militer dan kekuatan bersenjata menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan kekuasaan. Hal ini berbeda dengan sistem pemerintahan sebelumnya yang lebih didominasi oleh kelas bangsawan yang terlatih dalam bidang politik dan administrasi.


Meskipun demikian, kekuasaan kelas samurai pada masa Kamakura juga tidak terlepas dari konflik dan pertempuran yang terjadi antara klan-klan samurai. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan dan pengaruh dalam masyarakat Jepang pada masa itu juga tidak stabil dan sering kali bergantung pada kemampuan militer.


Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi dan perdagangan pada masa Kamakura juga menandakan adanya perubahan signifikan dalam masyarakat Jepang. Pusat-pusat perdagangan yang bermunculan di seluruh Jepang menjadi simbol pertumbuhan ekonomi dan perkembangan kota-kota. Perdagangan dengan negara-negara lain juga membuka peluang bagi Jepang untuk mendapatkan barang dan pengaruh budaya baru.


Dalam hal seni dan sastra, pengaruh budaya Tiongkok pada masa Kamakura sangat terasa. Hal ini tercermin dalam gaya seni rupa Jepang seperti Zen dan Wabi Sabi yang memiliki akar budaya Tiongkok. Selain itu, karya sastra seperti The Tale of the Heike menunjukkan betapa pentingnya sejarah dan tradisi dalam kebudayaan Jepang.


Dalam keseluruhan, masa Kamakura menandakan perubahan signifikan dalam sejarah Jepang. Sistem pemerintahan yang baru, kekuasaan militer, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan seni dan budaya menjadi ciri khas dari masa Kamakura. Periode ini juga memunculkan tokoh-tokoh penting dalam sejarah Jepang seperti Minamoto no Yoritomo dan Ashikaga Takauji yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan kemajuan Jepang pada masa itu.

__ADS_1


- Heian dan Kamakura -


__ADS_2