Basic Human " Japan " Unalocated

Basic Human " Japan " Unalocated
"Murasaki Shikibu: Kisah Sang Pengarang The Tale of Genji"


__ADS_3

chapter 6 "Murasaki Shikibu: Kisah Sang Pengarang The Tale of Genji"


Hujan deras mengguyur tanah di istana Heian, menimbulkan suara gemuruh yang menggetarkan. Di dalam kamarnya yang besar, Murasaki Shikibu duduk termenung di samping jendela. Dia merenung tentang hidupnya yang terikat oleh aturan-aturan sosial ketat sebagai seorang wanita bangsawan di era Heian.


Murasaki Shikibu merasa tertekan dengan kehidupannya yang terbatas dan bosan dengan rutinitas sehari-harinya. Kepala dan jiwanya merindukan sesuatu yang lebih, sesuatu yang dapat memberi makna pada hidupnya. Dia telah menulis beberapa karya sastra kecil, tetapi belum pernah menerbitkan karya besar yang memuaskan hatinya.


Merasa tertarik untuk mengeksplorasi dunia yang lebih luas, Murasaki Shikibu memulai rencana untuk menulis sebuah karya sastra besar. Sebuah kisah yang akan membawa pembaca ke dalam dunia fantasi yang baru. Dia ingin menulis sebuah cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran tentang kehidupan dan cinta.


Murasaki Shikibu mengambil selembar kertas dan pensil dari meja kerjanya, dan mulai menulis cerita tentang seorang pangeran tampan bernama Hikaru Genji. Dia menulis tentang perjuangan Genji untuk menemukan cinta sejatinya dan rintangan-rintangan yang harus ia lalui dalam perjalanannya menuju kebahagiaan. Dia menambahkan elemen-elemen fantastis dan mistis yang akan menarik pembaca ke dalam ceritanya.


Ketika dia menulis, Murasaki Shikibu merasa seperti sedang terbang bebas di atas awan putih. Dia melupakan dunia di sekitarnya dan larut dalam kisahnya sendiri. Dia tidak tahu bahwa karya sastranya akan menjadi salah satu yang paling penting dan dihormati dalam sejarah Jepang.


Saat Murasaki Shikibu menyelesaikan bab pertama dari karyanya, dia merasa lega dan senang. Dia tahu bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi dia merasa yakin bahwa dia telah menemukan sesuatu yang akan membuatnya hidup lebih berarti. Dia meletakkan pensilnya dengan lembut di atas meja kerjanya, dan tersenyum puas pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Murasaki Shikibu melanjutkan menulis karya sastranya, dan setiap halaman yang ditulisnya membawa dirinya lebih dekat ke dalam dunia yang baru. Dunia tempat imajinasinya berkembang tanpa batas dan membawa cerita tentang kehidupan dan cinta yang tak terlupakan. Dalam cerita ini, ia menemukan suatu makna pada hidupnya, dan membuat ia merasa bahagia untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama.


Seiring dengan penyelesaian karyanya, cerita Genji mulai menyebar di kalangan masyarakat Heian, dan kemudian ke seluruh Jepang. Karya Murasaki Shikibu ini Setelah berganti-ganti pandangan dengan Shonagon, Murasaki Shikibu melangkah masuk ke dalam istana. Ruangannya sangat besar, terdapat beberapa cermin besar yang dihiasi dengan ornamen indah dan lantai yang dilapisi karpet lembut. Tidak seperti ruangan Shonagon yang penuh dengan benda-benda, ruangan Murasaki sangat minimalis. Namun, di sudut ruangan terdapat sebuah meja dan kursi yang terlihat sangat tua.


Murasaki Shikibu melangkah perlahan ke arah meja itu dan memegang kursinya. Dia merasa seolah-olah kursi itu telah menjadi teman akrabnya selama bertahun-tahun. Dia mengambil sehelai kertas dan pensil, mempersiapkan diri untuk menulis.


Namun, tiba-tiba terdengar suara keras di luar. Murasaki Shikibu merasa terganggu dan menghentikan kegiatannya sejenak untuk mendengarkan. Dia bisa mendengar suara kerumunan di luar yang semakin lama semakin keras.


Tanpa berpikir panjang, Murasaki Shikibu mengambil pakaian samar-samar dan keluar dari ruangannya. Saat dia melangkah keluar, dia melihat bahwa seluruh istana sedang ramai dan gaduh. Orang-orang berlarian ke sana kemari, terdengar suara tangisan dan teriakan. Murasaki Shikibu merasa bingung dan takut. Dia bertanya-tanya apa yang terjadi dan berusaha mencari tahu.


Pelayan itu menatap Murasaki Shikibu dengan cemas dan berkata, "Kaisar jatuh sakit, Nyonya. Dia dalam keadaan sangat parah dan dokter belum bisa menemukan obat yang tepat untuk menyembuhkannya."


Murasaki Shikibu merasa sedih mendengar berita itu. Dia merasa seolah-olah dunia di sekitarnya runtuh. Kaisar adalah pemimpinnya dan sekaligus pelindungnya. Dia merasa tidak mungkin bisa hidup tanpa kaisar.

__ADS_1


Murasaki Shikibu merasa bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk membantu kaisar. Dia memutuskan untuk menulis sebuah karya sastra yang indah dan bermakna sebagai bentuk doa dan penghormatan untuk kesembuhan kaisar.


Dia kembali ke ruangannya dan mulai menulis. Dia menulis tentang cinta, kecantikan, dan kehidupan, memasukkan semua nilai-nilai yang dipercayainya dalam karya sastranya. Dia menulis dengan penuh semangat dan dedikasi, mengorbankan tidurnya dan waktu yang dia miliki untuk menulis.


Ketika dia menyelesaikan bab pertama dari karyanya, dia merasa lega dan senang. Dia tahu bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi dia merasa yakin bahwa karya sastra barunya akan menjadi sebuah kebanggaan bagi dirinya sendiri dan bagi seluruh istana.


Dengan karya sastranya, Murasaki Shikibu telah menemukan cara untuk mengekspresikan perasaannya dan membantu kaisar dalam keadaannya yang sulit. Dia tahu bahwa karya sastranya akan menjadi sebuah bentuk penghiburan dan inspirasi bagi semua orang yang membacanya.


Murasaki Shikibu berjanji untuk menyelesaikan karyanya dengan sepenuh hati dan mengabdikan hidupnya untuk menulis. Dia menyadari bahwa karyanya akan menjadi sebuah warisan yang akan dikenang selamanya, dan dia merasa terhormat bisa menjadi seorang penulis yang memberikan inspirasi bagi banyak orang.


Dengan tekad dan semangat yang tinggi, Murasaki Shikibu melanjutkan perjalanan menulisnya. Dia tidak hanya menulis untuk kesenangan pribadi, tetapi juga untuk membawa kebahagiaan dan inspirasi bagi orang lain. Dia tahu bahwa hidupnya sudah terikat dengan menulis, dan dia tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa menulis.


Dengan bab pertama karya sastranya selesai, Murasaki Shikibu merasa gembira dan siap untuk menantang dirinya sendiri untuk menulis bab-bab selanjutnya. Dia berharap bahwa karyanya akan menjadi sebuah karya sastra yang terkenal dan dicintai oleh banyak orang, sebagaimana cerita-cerita yang dihasilkan oleh para pengarang terkenal sebelumnya.

__ADS_1


Dengan semangat yang membara, Murasaki Shikibu terus menulis, membiarkan kata-katanya mengalir dengan lembut di atas kertas dan menciptakan dunia baru yang mempesona. Dia tidak hanya menulis tentang cinta dan kehidupan, tetapi juga tentang kekuatan perempuan dan hak mereka dalam masyarakat yang lama dan patriarkal.


Dan inilah awal dari sebuah karya sastra indah dan bermakna, karya sastra yang akan menjadi salah satu karya sastra terbesar dalam sejarah Jepang, karya sastra yang akan menjadi warisan yang tak ternilai bagi dunia.


__ADS_2