
Maya terbangun dengan napas tersengal-sengal, berkeringat dingin. Ia merasa seolah-olah masih terperangkap dalam kamar terlarang itu. Namun, saat matanya menangkap cahaya yang masuk melalui jendela, ia menyadari bahwa itu hanya mimpi buruk.
Dengan hati yang masih berdebar-debar, Maya memutuskan untuk bangun dan menjalani hari yang baru. Ia mengingat kembali pengalaman menyeramkan di kamar terlarang, tetapi mencoba meyakinkan dirinya bahwa itu hanyalah imajinasinya yang liar.
Namun, saat Maya berjalan menuju dapur, suara aneh mulai terdengar dari dalam rumah. Suara-suara menggetarkan dan serak mengisi udara, seolah-olah ada yang berbisik-bisik dari tempat tersembunyi. Maya merasa dingin merambat di tulang belakangnya.
Ketika ia memasuki dapur, sesuatu yang mengejutkan terjadi. Pintu lemari terbuka dengan sendirinya, dan dari dalamnya keluarlah kotak kayu tua yang ditutupi dengan simbol-simbol aneh. Maya mengamati kotak itu dengan hati-hati, penasaran dengan isinya.
__ADS_1
Tanpa ragu, Maya membuka kotak tersebut. Di dalamnya, terdapat papan permainan tua dengan huruf-huruf aneh yang terukir di atasnya. Dengan rasa ingin tahu yang tidak bisa ditahan, Maya membaca tulisan di tengah papan, "Permainan Hantu".
Tiba-tiba, suasana berubah drastis. Cahaya lampu redup, dan bayangan-bayangan gelap muncul di sekeliling Maya. Tanpa sebab yang jelas, permainan itu mulai bergetar, seolah-olah menghidupkan dirinya sendiri. Maya menelan ludah, terkejut oleh apa yang terjadi.
Dengan hati-hati, ia membaca instruksi di sisi papan permainan. Instruksi itu menjelaskan bagaimana bermain permainan ini dengan benar. Ternyata, permainan itu adalah jembatan ke dunia arwah, dan pemainnya harus siap menghadapi konsekuensinya.
Tertarik oleh tantangan yang ditawarkan, Maya memutuskan untuk memainkan permainan tersebut. Ia meletakkan jarinya di atas papan permainan, menutup matanya, dan mengucapkan sebuah mantra kuno yang tertulis dalam instruksi.
__ADS_1
Perlahan-lahan, sosok-sosok bayangan mulai muncul di sekitarnya. Mereka adalah arwah-arwah yang haus akan darah dan mengejar keabadian mereka. Maya mengerang dalam ketakutan, menyadari bahwa permainan ini tidak seperti yang ia bayangkan.
Tanpa ampun, arwah-arwah itu mulai mendekati Maya, melambaikan tangan mereka yang pucat dan memancarkan aura kegelapan. Maya mencoba berlari, tetapi entitas-entitas itu terus mengejarnya, mengisi udara dengan seruan seram dan suara-suara hantu.
Dalam keputusasaan, Maya memanggil teman-temannya. Dengan harapan bahwa mereka dapat membantunya keluar dari permainan ini, ia berteriak memanggil nama mereka satu per satu. Namun, hanya keheningan yang ia dengar sebagai balasannya.
Hingga akhirnya, sebuah suara halus dan lemah terdengar di telinga Maya. Suara itu mengatakan bahwa tidak ada jalan keluar dari permainan ini kecuali jika Maya berhasil menyelesaikan misi yang ditugaskan oleh arwah-arwah tersebut.
__ADS_1
Maya menelan ludah dan mengangguk setuju. Ia harus mengambil risiko dan berjuang untuk keluar dari permainan ini. Arwah-arwah itu memberikan petunjuk tentang misi pertama yang harus diselesaikan oleh Maya: mengumpulkan lima benda kuno yang tersembunyi di dalam rumah tua yang ditinggalkan di tengah hutan.
Dengan hati-hati, Maya melangkah ke pintu keluar permainan dan tiba-tiba mendapati dirinya berada di depan pintu rumah tua yang terbengkalai. Ia tahu bahwa petualangan menyeramkan baru saja dimulai, dan ia harus memiliki keberanian dan ketekunan untuk bertahan hidup dan menyelesaikan permainan ini.