Bayangan Abadi

Bayangan Abadi
Bab 5: Terperangkap dalam Bayang-Bayang


__ADS_3

Maya berjuang untuk melepaskan tangan yang terperangkap di cermin misterius itu. Ia merasakan getaran gelap yang menyebar melalui tubuhnya, menyusup ke dalam setiap serat keberadaannya. Keringat dingin mengalir di wajahnya saat ia berusaha keras membebaskan diri.


Dengan upaya terakhir, Maya menarik tangan dengan sekuat tenaga. Ada suara retakan yang menghantam telinganya, dan akhirnya, tangan Maya berhasil dilepaskan dari cengkeraman cermin tersebut. Ia merasa lega, tetapi di dalam hatinya masih terasa ketakutan akan bahaya yang mengintai di rumah ini.


Maya melanjutkan eksplorasinya melalui lorong-lorong yang suram. Suara-suara angin yang melolong terdengar di telinganya, menciptakan suasana yang semakin mencekam. Ia menyadari bahwa setiap langkahnya semakin mendekatkannya pada rahasia yang tersembunyi di balik teror rumah ini.


Saat ia memasuki ruangan berikutnya, ia terkejut melihat sosok bayangan yang berdiri di tengah ruangan. Itu adalah sosok wanita dengan rambut panjang yang mengalir ke bawah dan gaun putih yang usang. Namun, wajahnya tertutupi oleh kerudung hitam yang mencekam.


"Siapa kamu?" tanya Maya dengan suara bergetar. Wanita itu tersenyum, tetapi senyumannya tidak mencerminkan kebaikan atau kehangatan. Senyumannya adalah senyuman yang penuh dengan kejahatan dan ketidaknyamanan.


"Aku adalah roh yang terperangkap di rumah ini," ucap wanita itu dengan suara serak. "Aku merasakan keberadaanmu di sini, dan kau tidak akan pernah bisa pergi dari sini seperti yang kau harapkan."

__ADS_1


Maya merasa bulu kuduknya berdiri tegak. Ia tahu bahwa ia harus melawan roh jahat ini jika ingin melarikan diri dari rumah ini. Dengan tekad yang teguh, ia mengumpulkan kekuatan dalam dirinya dan berdiri tegak di hadapan wanita itu.


"Tidak peduli siapa atau apa yang kau klaim dirimu," ucap Maya dengan suara penuh keyakinan. "Aku tidak akan membiarkanmu menghalangi jalanku."


Roh jahat itu tertawa dengan suara serak yang menusuk telinga Maya. Ia melangkah mendekati Maya dengan langkah yang lambat dan mengancam. "Kau sangat berani, manusia. Namun, kau tidak akan bertahan dalam pertarungan melawan kegelapan yang aku bawa."


Maya melawan kepanikan yang memenuhi dirinya dan memfokuskan pikirannya pada tujuan utamanya. Ia menyadari bahwa ia harus mencari cara untuk mengalahkan roh jahat ini dan melarikan diri dari rumah yang terkutuk ini.


Dengan pisau itu di tangan, Maya menghadapi roh jahat dengan tekad yang kuat. Ia mengayunkan pisau itu dengan gesit, mengirimkan serangan yang tajam ke arah roh jahat. Namun, roh itu dengan mudah menghindari serangannya dan membalas dengan kekuatan yang lebih besar.


Maya terdesak oleh serangan-serangan roh jahat tersebut. Ia merasakan dirinya semakin lemah dan terpojok di sudut ruangan. Tetapi ia tidak boleh menyerah. Dengan nafas tersengal-sengal, ia mencoba mengatur strategi baru untuk melawan kekuatan gelap itu.

__ADS_1


Ia melihat seutas tali yang tergeletak di dekatnya. Tanpa ragu, Maya meraih tali tersebut dan mengikatkannya pada pisau yang masih berada di tangannya. Dengan gerakan yang cepat, ia melontarkan pisau itu ke arah roh jahat sambil menarik tali dengan kuat.


Pisau itu menghunjam tepat ke dalam tubuh roh jahat, membuatnya meringis kesakitan. Maya merasakan kekuatan roh itu melemah saat pisau terus menancap di dalamnya. Dengan nafas terengah-engah, Maya menarik tali dengan keras, menghancurkan kekuatan roh jahat itu.


Roh jahat itu berteriak dalam keputusasaan dan lenyap, meninggalkan Maya dalam keheningan yang penuh kemenangan. Ia tersandar di dinding, bernafas lega karena berhasil mengalahkan musuh yang kuat.


Namun, sebelum Maya bisa merasakan kepuasan sepenuhnya, ia merasakan suhu ruangan yang tiba-tiba menurun drastis. Angin dingin yang menusuk tulang mulai berhembus dengan kuat. Ketika ia menoleh, ia melihat sosok bayangan besar dengan mata yang berapi-api dan senyum yang menyeramkan.


"Kau telah melakukan kesalahan yang besar dengan mengusir roh jahat itu," desis sosok bayangan dengan suara yang menusuk telinga Maya. "Kini, kau akan menghadapi akibatnya."


Maya tersenyum dengan penuh ketegasan dan berdiri tegak. Ia siap menghadapi apa pun yang akan terjadi selanjutnya. Dalam kegelapan yang semakin memenuhi ruangan, pertempuran antara Maya dan kekuatan jahat yang mengintai di dalam rumah ini masih berlanjut.

__ADS_1


__ADS_2