
Maya melangkah dengan hati-hati melalui lorong-lorong gelap rumah yang terkutuk ini. Cahaya remang-remang dari lentera yang ia bawa menerangi langkah-langkahnya. Setiap serat keberadaannya terjaga, siap menghadapi setiap rintangan yang mungkin dihadapinya.
Setelah beberapa saat berjalan, Maya mencapai sebuah pintu besar yang terletak di ujung lorong. Pintu itu terlihat tua dan rapuh, namun begitu kuat dan berdinding tebal. Ia memegang gagang pintu dengan gemetar, tidak tahu apa yang ada di baliknya.
Dengan perasaan yang tegang, Maya menggulingkan pintu itu dengan hati-hati. Di hadapannya terbuka sebuah ruangan yang luas dan gelap. Ia masuk dengan hati-hati, melangkah perlahan sambil menjaga kewaspadaannya.
Ketika Maya mencapai tengah ruangan, ia melihat sebuah meja tua dengan selembar kertas di atasnya. Maya mendekati meja itu dan membaca tulisan yang tertera di atasnya. Tulisan itu mengungkap rahasia besar yang telah terkubur di dalam rumah ini selama bertahun-tahun.
__ADS_1
"Dalam rumah ini, terletak kekuatan yang bisa memusnahkan dunia jika jatuh ke tangan yang salah. Kekuatan itu tertanam dalam batu energi, yang disembunyikan di tempat yang paling tersembunyi. Hanya dengan menggabungkan kekuatan cahaya dan kekuatan kegelapan, batu itu bisa ditemukan dan digunakan dengan bijaksana."
Maya tercengang dengan penemuan ini. Ia merasa tanggung jawab besar membebani pundaknya. Kekuatan yang bisa memusnahkan dunia berada dalam jangkauannya, dan ia harus menemukan batu energi itu sebelum jatuh ke tangan yang salah.
Dengan hati yang berdebar, Maya meninggalkan ruangan itu dan melanjutkan pencariannya. Ia menyusuri lorong-lorong gelap, memasuki kamar-kamar yang kosong dan kembali mencari petunjuk yang bisa membawanya kepada batu energi itu.
Di dalam laci itu terdapat sebuah kotak kayu yang dihiasi dengan ukiran rumit. Maya merasa ada sesuatu yang spesial tentang kotak itu, sesuatu yang membuat hatinya berdebar kencang. Dengan ragu, ia mengambil kotak kayu itu dan membukanya.
__ADS_1
Saat kotak itu terbuka, Maya terkejut dengan apa yang ditemukannya. Di dalamnya terletak sebuah batu yang berkilauan dengan warna biru langit yang mempesona. Batu itu terpancar kekuatan yang menakjubkan, memancarkan cahaya lembut yang menerangi seluruh ruangan.
Maya merasa hatinya terisi dengan kekuatan baru saat ia memegang batu energi itu. Ia menyadari bahwa ini adalah batu yang dijelaskan dalam catatan di meja tadi. Tetapi sebelum ia bisa merasakan kepuasan penuh, ia menyadari bahwa keberadaan batu ini menarik perhatian makhluk jahat yang mengintai di dalam rumah ini.
Dari sudut ruangan, sosok bayangan muncul dengan langkah-langkah yang perlahan. Ia tersenyum jahat, menatap Maya dengan tatapan yang penuh kebencian. "Akhirnya, batu energi itu ditemukan," kata sosok bayangan dengan suara yang mengancam. "Namun, kau tidak akan bisa memilikinya begitu saja."
Maya memegang batu energi dengan erat, mempersiapkan dirinya untuk pertempuran yang akan datang. Ia tahu bahwa pertarungan melawan sosok bayangan ini akan menjadi yang paling sulit, namun ia tidak boleh menyerah.
__ADS_1
Dengan keberanian yang tersisa, Maya melangkah maju menuju sosok bayangan itu. Pertempuran dua kekuatan yang bertentangan, cahaya dan kegelapan, dimulai di ruangan yang gelap dan menakutkan ini.