Bayanganku Dapat Tumbuh

Bayanganku Dapat Tumbuh
Pertunjukan Sulap


__ADS_3

"Ya, setelah mengatakan hal itu anda pergi meninggalkan saya."


"Saya mengira anda telah pergi ke taman hiburan, dan tanpa sadar telah menghabiskan uang, jadi saya pikir kedatangan Tuan Muda kembali karena kekurangan uang."


"Jika memang begitu, saya tidak keberatan memberikan uang saya pada anda, tabungan saya masih di bilang cukup, jadi tuan muda tidak perlu enggan untuk meminta pada saya." kata Patrik.


Patrik dengan senang hati dapat memberikan uangnya pada Lin secara cuma-cuma. dan itu ikhlas tanpa adanya pemaksaan sedikitpun, Lin bisa tau dari melihat matanya.


Lin sedikit mendesah setelah mendengar penjelasan Patrik, kemudian dia berkata.


"Lupakan tentang uang pajak, lebih penting lagi apakah situasi Distrik Bernet baik-baik saja selama aku tidak ada?"


Lin khawatir ada masalah yang tidak diketahuinya muncul baru-baru ini di wilayahnya, jadi untuk memastikan hal itu dia bertanya pada Patrik.


"Semuanya baik-baik saja, walaupun masih ada sedikit perselisihan di antara gangster, tapi kami masih dapat mengontrolnya dengan baik." jawab Patrik.


Lin mengangguk. Dia sangat puas dengan jawaban Patrik, pilihannya untuk membiarkan Patrik mengelola Distrik Bernet tampaknya tidak salah.


"Bagus, kalau begitu aku akan segera kembali."


Patrik menjadi panik ketika dia mendengar Tuan mudanya akan kembali, sudah jelas Lin baru saja datang, jika Patrik membiarkan Lin kembali seperti ini, dimana dia menaruh wajahnya? dia buru-buru menghentikan Lin.


"Tuan Muda Lin ingin segera kembali, itu akan terlalu buruk bagiku memperlakukan Tuan Muda seperti ini, tidakkah anda merasa lelah setelah melakukan perjalanan ke Distrik Bernet, saya akan segera menyuruh pelayan saya untuk menyiapkan kamar untuk anda."


Sesaat Patrik ingin memanggil pelayannya, tiba-tiba dia dihentikan oleh Lin.


"Tidak perlu, ada suatu tempat menarik yang ingin aku kunjungi, itu adalah alasannya kenapa aku harus pergi." Lin tersenyum tipis.


"Jika anda ingin pergi setidaknya bawalah salah satu bawahanku untuk mengawal tuan muda, untuk jaga-jaga bila ada masalah mereka dapat melindungi anda." kata Patrik.


"Aku tidak membutuhkannya, aku hanya ingin pergi sendiri." Lin dengan tegas menolak tawaran Patrik.


"Tapi Tuan." Patrik masih sedikit khawatir.


"Patrik! Jangan membuatku mengulangi kata-kataku lagi, selain itu apakah kamu meragukan kemampuanku?" Lin menatap Patrik dengan dingin.

__ADS_1


"Tidak, saya tidak bermaksud seperti itu! Saya Hanya-" wajah Patrik menjadi pucat, dia ingin menjelaskan kepada Lin bahwa dia tidak ada maksud mengatakan hal itu.


"Aku mengerti kekhawatiranmu, tapi aku sungguh tidak membutuhkan seseorang untuk menemaniku."


Lin ingin pergi ke 'Taman Hiburan' sendirian karena dia ingin menyelidiki seseorang yang menyamar menjadi dirinya, Lin curiga bahwa perbuatan ini di lakukan oleh seorang Beyonder, selain mereka tidak ada yang lain lagi.


Tapi mungkin saja tebakan Lin salah, orang itu mungkin hanyalah orang biasa yang menyamar menggunakan sesuatu seperti make up untuk terlihat sama menjadi dirinya, tidak ada salah dari ini.


Tapi melihat perkembangan teknologi di dunia ini, Lin jadi berpikir dua kali lagi, dia cukup ragu jika seseorang bisa melakukan hal ini.


Sebagai seorang di sisi misterius dunia, dia tidak boleh membiarkan orang biasa melihat kekuatan supranatural yang tidak masuk akal dan sulit untuk di terima dalam logika mereka, bukan karena dia khawatir kekuatan Beyonder terungkap ke publik, tapi Lin takut ini akan menjadi masalah yang lebih besar dari ini.


Patrik menyerah untuk membujuk Lin, dia hanya bisa mengelus-ngelus dadanya dengan tak berdaya.


"Saya mengerti, saya tidak akan memaksa Tuan Muda Lin lagi."


Lin mengangguk.


"Lakukan saja tugasmu, aku pergi dulu." Lin melangkahkan kakinya menuju luar pintu.


..................


.............................


Sore Hari Menjelang Malam, di Taman Hiburan Oxford.


Ada berbagai macam wahana yang di tempatkan di sini, seperti Bianglala, komedi putar, Carousel dan masih banyak lagi.


Kebanyakan dari mereka menggunakan tenaga uap untuk di gerakkan, jadi anda bisa melihat asap-asap yang keluar dari mesin-mesin itu. Walau tidak sebagus dunia Lin sebelumnya, tapi hal ini sudah sangat hebat baginya.


"Mama-mama! Aku ingin menaiki kuda-kuda itu!" Seorang gadis kecil menunjuk wahana yang berputar dengan banyak kuda.


"Tidak, kamu sudah memainkan banyak wahana hari ini, sekarang juga ayo ikut ibu pulang, ayahmu sudah menunggu di depan." Seorang wanita dengan topi putih menarik anaknya menjauh dari wahana berkuda tersebut.


Lin tanpa sadar memperhatikan seorang gadis kecil dan ibunya yang sedang bertikai. jaraknya tidak jauh beberapa meter dari lokasinya.

__ADS_1


"Tidak! aku ingin menaiki kuda itu- wufuhuhuhu---!" gadis kecil itu menangis.


Tangisannya cukup keras, sampai-sampai membuat orang yang lalu lalang memperhatikan mereka berdua.


Hal ini membuat Wanita itu menjadi malu karena menjadi pusat perhatian orang-orang, jadi dia tidak punya pilihan selain mengendong anaknya dan buru-buru menghilang dari pusat perhatian.


"Ayo!"


Lin melihat wanita itu berlari membawa anaknya, kemudian dia tidak memperhatikannya lagi, Lin melanjutkan jalannya untuk melihat-lihat wahana yang lain.


Langkahnya berhenti ketika dirinya melihat banyaknya orang yang berkumpul di satu tempat, sambil memperhatikan panggung yang megah serta tirai merah yang tertutup.


Jumlah orang yang berkumpul di sini lebih banyak dari yang lain, mereka juga terlihat tampak antusias menunggu tirai merah terbuka.


Lin juga penasaran, jadi dia menunggu sebentar.


Akhirnya setelah sekian lama menunggu tirai merah benar-benar terbuka, seorang pria muda bertopi dengan pakaian jas hitam dan kemeja putih beserta jubah hitam yang panjang hampir menyentuh tanah muncul di atas panggung.


Melihat setelan pria di atas panggung, Lin langsung mengerti bahwa ini adalah pertunjukan sulap.


Pria di atas panggung tiba-tiba membawa topinya ke dada lalu membungkuk ke arah penonton.


Setelah itu pesulap mulai melaksanakan triknya.


Pertama-tama dia menunjukan topinya di dalam maupun di luar, membiarkan penonton memastikan bahwa tidak ada apa-apa di dalam topi tersebut.


Kemudian dia menggoyangkan topinya ke kanan dan ke kiri, tiba-tiba sebuah merpati putih terbang dari topinya yang membuat penonton terkejut dan terkagum.


Mereka semua langsung bertepuk tangan.


Pesulap tidak berhenti di situ, dia menarik tisu dari saku jasnya kemudian ia mengambil kopernya dan membawa sebuah tongkat kecil di tangan.


Tongkat di tangannya dia tunjukan ke arah tisu, dan dari ujung tongkat sebuah api menyembur keluar membakar tisu tersebut, dalam hitungan detik, tisu yang terbakar telah berubah menjadi bunga mawar yang indah.


Tepukan yang meriah datang kembali, Pesulap melempar bunga mawar di tangannya ke penonton di bawah.

__ADS_1


Penonton di bawah saling berebutan untuk mendapatkan bunga mawar yang di lempar pesulap.


Pesulap membungkuk lalu kembali ke belakang panggung, tirai merah mulai menutup lagi.


__ADS_2