
"Dia mengubah arah lagi!" teriak Andrew sambil memperhatikan penunjuk yang berubah pada kompas kuno.
"Lagi?" Lin menatap Andrew dengan wajah yang tidak percaya.
Lin sudah mulai jenuh dengan permainan kucing-kucingan ini, hampir 3 jam semenjak dia mulai mengejar Neva.
Tapi sampai sekarang, masih belum ada hasilnya.
Lin bahkan sempat curiga bahwa kompas kuno di tangan Andrew tidak berfungsi dengan benar, tapi dia segera membantah perkataannya itu.
Kompas kuno adalah benda terkutuk, dan benda terkutuk tidak mungkin salah, kemampuan yang di tampilkan oleh benda terkutuk setimpal dengan harganya.
Bisa di bilang ini adalah pertukaran yang setara.
Kemudian, saat Andrew dan Lin berlari menuju jalan pintas, tiba-tiba saja mereka di hadang oleh seorang pria besar dan berotot.
Pria berotot itu bertelanjang dada dan menggunakan masker yang ketat di wajahnya, dari kedua sudut masker keluar asap putih yang tebal seperti banteng yang sedang mendengus.
Dan yang lebih penting lagi itu adalah mayat, mata putih dan kulit pucat yang cenderung di miliki karakteristik mayat.
Tidak ada ekpresi apapun di wajah Lin dan Andrew setelah melihat pria berotot di depan, karena mereka berdua sudah biasa di hadang oleh mayat selama mengejar Neva.
Melihat mayat pria besar dan berotot yang menghadang jalan mereka, Andrew langsung melemparkan poker mistis untuk menghancurkannya.
Ledakan!
Poker mistis Andrew meledakkan pria besar berotot, sehingga menciptakan asap ledakan yang kusam karena bercampur dengan debu-debu dan batu.
Andrew berpikir bahwa masalah telah terpecahkan, tapi yang tidak dia duga saat asap mulai menghilang, sosok samar mayat pria berotot terlihat di mata mereka berdua, Lin dan Andrew segera berhenti berlari.
Mereka berdua sama-sama mengerutkan kening menatap mayat pria berotot di depan.
__ADS_1
"Mayat kali ini apakah berbeda dari sebelumnya?" Andrew menatap pria berotot dengan serius.
Pria berotot yang terkena serangan Andrew bukannya hancur menjadi daging cincang, malah sekarang berdiri tegak di depan mereka berdua, di tambah tidak ada luka sedikitpun pada badan mayat pria berotot, seakan-akan tubuhnya adalah tank yang berjalan, hal ini membuat Lin dan Andrew terkejut.
Tidak sampai di situ, Lin juga menggambar mantra 'Shadow Blade', empat gas hitam melayang di sekitar Lin, lalu gas hitam itu membentuk pedang hitam dan terbang secara bersamaan menuju pria berotot.
Sekilas empat pedang hitam seperti tombak yang di lemparkan dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat oleh mata normal, cahaya hitam mendekati pria berotot yang berdiri tegak di depan dengan cepat.
Mayat pria berotot yang sebelumnya hanya terdiam dan berdiri tegak, akhirnya memilih bergerak ketika empat pedang mendekati dirinya.
Pria berotot menyilangkan tangannya dan berlari menuju pedang hitam dengan percaya diri, Momentum saat dia berlari sangat luar biasa kuat sehingga setiap jalan yang di injaknya hancur.
Kemudian, pedang hitam yang menghantam tangan pria berotot mulai terpental ke berbagai arah.
Setelah itu salah satu pedang hitam yang terpantul di tangkap oleh tangan yang besar, pria berotot mengumpulkan tenaganya di tangan kanan setelah dia rasa cukup dia lemparkan kembali ke arah Lin.
Lin terkejut ketika pedang hitamnya di kembalikan dengan mudah, dan itu meluncur dengan cepat, untungnya Black melebarkan dirinya menjadi tembok hitam di depan Lin dan pedang hitam yang menyentuh permukaan tembok segera tenggelam ke dalamnya.
Mendengar peringatan Lin, Andrew segera mengaktifkan kemampuan 'Mata Penilaian', cahaya biru muda menyinari mata Andrew.
"Itu memang mayat tingkat 3!" Andrew langsung terkejut.
Pria berotot mendengar teriakan Andrew dan perhatiannya segera terpaku padanya, pria berotot jelas tau bahwa orang ini adalah yang incar oleh tuannya Neva sekaligus tujuan dirinya di kirim.
Mengerutkan keningnya pria berotot langsung berlari dengan gila ke arah Andrew, jalanan di bawahnya telah lama hancur berkeping-keping.
Wajah Andrew menjadi pucat ketika melihat Pria berotot menuju arahnya, Andrew segera mengeluarkan kartu poker berhuruf Q, kemudian dia melempakannya ke pria besar itu.
Kartu poker yang melayang di kepala pria besar berubah menjadi sebuah kotak jeruji besi dan terjatuh ke bawah pria berotot, mengurung pria berotot di dalam jeruji besi.
Tapi sayang hal itu tidak mempengaruhinya, pria berotot mematahkan besi-besi yang mengurungnya dengan mudah seperti memotong sayuran.
__ADS_1
Kemudian dia berlari lagi ke arah Andrew sambil memegang batang besi yang panjang.
Andrew jelas tidak tinggal diam, setelah rencananya mengurung pria berotot gagal, dia mengeluarkan banyak kartu remi di kedua tangannya dan mulai meluncurkan serangan bertubi-tubi pada pria berotot.
Tang! Tang!
Ting! Ting! Tang! Tang!
Kulit pria berotot sangat kuat, kartu poker sama sekali tidak mempan padanya, poker yang menyentuh kulit pria berotot seperti sedang menyentuh permukaan besi dan baja.
Seperti pedang hitam Lin, poker-poker itu terpental ke berbagai arah tapi bedanya setelah terpental ia kembali ke tangan Andrew lagi, hal ini memang di desain seperti ini.
Dua bayangan hitam muncul di depan dan dj belakang pria berotot, di depan adalah Lin yang memegang pedang hitam dan di belakang adalah Black yang merupai Lin, dia juga memegang pedang hitam.
Mereka berdua sama-sama mengayunkan pedang ke arah leher pria berotot.
Saat ujung pedang menyentuh kulit leher pria berotot, tiba-tiba saja leher Lin di cekik dengan tangan yang besar.
"Akh!" leher Lin di cekik dengan kuat, membuat saluran pernapasan terhenti sejenak, walaupun belum lama, tapi efek samping karena kekurangan oksigen membuat penglihatannya kabur dan pusing.
Walaupun penglihatannya kabur, Lin masih bisa melihat melalui penglihatan Black, melalui penglihatan Black Lin melihat pria besar mulai mengarahkan besinya ke perut Lin.
Pria berotot berniat menusuk perut Lin dengan batang besi di tangannya, segera besi itu mendarat di perut Lin, Senyum tipis muncul di balik masker pria berotot.
Tapi tidak lama senyum itu membeku, karena orang yang di tusuknya bukan Lin yang di cekiknya, melainkan bayangan hitam yang menyerupai Lin.
Bayangan hitam yang tertusuk batang besi meleleh menjadi cairan hitam dan jatuh ke jalan.
Pria berotot melihat ke belakang dan jauh darinya dia melihat Lin terengah-engah sambil menyentuh lehernya, keringat dingin berjatuhan di dahinya.
Untungnya Lin bertukar tempat dengan Black tepat waktu, jika tidak dia mungkin sudah menjadi mayat sekarang.
__ADS_1
Asap putih keluar dari kedua sudut masker pria berotot, tampaknya dia tidak senang karena tidak berhasil membunuh Lin.