
"Tidak ku sangka dia akan mengejarku sampai ke Kekaisaran Malam, aku pikir dia telah menyerah." kata Neva sambil mengigit kuku jarinya.
"Dan kali ini, dia datang bersama orang lain untuk membantunya, sepertinya dia benar-benar tidak ingin aku melarikan diri lagi."
Sebelumnya, di kota Peg hanya Andrew seorang diri yang berurusan dengannya, dan itu berhasil memukul mundur dirinya.
Namun sekarang dia membawa seseorang yang membuat situasinya menjadi rumit, jika dia saja kalah melawan Andrew apalagi jika dia membawa seseorang.
Keadaan di perburuk dengan jumlah mayat yang di milikinya, Neva hanya mempunyai sedikit mayat di tangannya sekarang, dia tidak berani berhadapan dengan Andrew dan temannya dengan mayat yang sedikit.
Tiba-tiba Neva terkejut. "Tidak baik! Mereka semakin mendekat! Saya tidak boleh membuang waktu lagi, saya harus kabur sekarang juga!"
Segera Neva dengan cepat mengangkut barang-barangnya, terutama yang menurutnya penting, yang lainnya yang tidak penting dia tinggalkan.
Setelah selesai menyimpan barang-barangnya, Neva langsung bergegas meninggalkan tempat persembunyiannya melalui pintu belakang.
.............
.....................
...............................
1 jam kemudian setelah Neva meninggalkan tempat persembunyiannya, Lin dan Andrew sudah sampai di depan rumah Neva tinggal sebelumnya.
"Dia ada di dalam sana!" kata Andrew sambil menunjuk rumah di depannya.
Mereka berdua tidak tau bahwa Neva kini telah lama pergi dari sana, di dalam rumah hanya ada kekosongan.
Tanpa basa basi lagi keduannya mendobrak masuk melalui pintu.
Ketika mereka masuk, keduanya langsung terkejut, karena saat ini mereka hanya melihat sebuah ranjang kasur yang kusut dan beberapa pakaian wanita yang berserakan di lantai, di tambah dengan meja yang patah.
"Neva telah mengetahui keberadaan kita, jadi dia langsung melarikan diri, sial wanita ini sangat licik!" Andrew tidak tahan untuk tidak mengutuk Neva.
"Nampaknya dia pergi melalui pintu belakang." Lin menyentuh dagunya sambil memerhatikan semua jejak yang di tinggalkan Neva.
Karena terburu-buru, Neva meninggalkan banyak jejak sehingga sangat mudah di temukan, Andrew juga melihat jejak yang di katakan Lin, wajahnya menjadi jelek.
__ADS_1
"Ini akan merepotkan, jika wanita itu meninggalkan Kekaisaran Malam."
Lin menggelengkan kepalanya."Tidak, kemungkinan sekarang dia mencari tempat persembunyian lain, karena aku yakin Neva tidak akan berani melarikan diri dari Kekaisaran Malam dengan gegabah." Lin membantah ucapan Andrew.
Kemudian ia menatap Andrew dan bertanya. "Apakah kompas kuno itu masih berjalan?"
Andrew segera melihat kompas kuno di tangannya, kemudian penunjuk dalam kompas bergerak ke arah barat yang berbeda dari tujuan mereka sebelumnya.
"Dia pergi ke barat, ayo kita kejar dia!"
Setelah memberitahu Lin, Andrew bergegas mengejar Neva lagi, Lin juga mengikuti, tetapi dia tiba-tiba berhenti, karena Lin sadar bahwa ada sesuatu yang salah di belakang Andrew.
Lin samar-samar melihat sesosok hitam seperti manusia, tampaknya sosok hitam itu ingin mencekik leher Andrew, tapi Andrew tidak mengetahuinya.
"Hati-hati!" Lin memberikan peringatan pada Andrew.
Dia langsung menggunakan seni rahasia 'Shadow Blade''. Dalam hitungan detik, bayangan hitam tercipta di udara membentuk sebuah pedang dan meluncur ke arah sosok hitam di belakang Andrew.
Swosh!
Tatapannya segera beralih ke arah Lin dan seketika pupil matanya menjadi kecil, kini dalam penglihatannya sebuah objek seperti kabut hitam terbang menuju dirinya dengan cepat sampai membuat Andrew tidak sempat bereaksi.
Kabut hitam mencapainya. Anehnya Andrew tidak merasakan adanya rasa sakit di tubuh, dia hanya merasakan sebuah gesekan angin kecil di bagian lehernya, itu karena pada awalnya kabut hitam memang tidak ditunjukkan padanya melainkan sosok di belakangnya.
Sosok humanoid sadar dengan pedang hitam yang menuju arahnya, jadi dia langsung menghindar, tapi tidak sepenuhnya menghindar, pedang hitam berhasil mengores bahunya.
Andrew pulih dari keterkejutannya, dia nampaknya sadar ada gerakan di belakangnya, dengan sigap dia membalikan tubuhnya.
"Sebuah mayat!" kata Andrew.
Lin juga mengangguk setuju dengan pernyataan Andrew, sosok di depannya adalah sebuah mayat, itu terlihat dari matanya yang putih sepenuhnya dan kulit yang pucat.
Sosok hitam itu, tidak, mayat itu mengeluarkan cairan hitam yang menetes dari bahunya dan baunya tidak sedap.
"Ini seni rahasia Neva, dia sudah mempersiapkan ini sebelumnya untuk memperlambat kita dalam mengejarnya, dan dia tidak segan-segan menggunakan mayat beyonder tingkat 2, benar-benar wanita yang licik."
"Tidak hanya satu, tapi ada lima." Lin meperhatikan bahwa ada 4 lainnya yang sedang menatap mereka berdua dari kegelapan.
__ADS_1
"Ckckck... Lima mayat beyonder tingkat 2."
Andrew merogoh kantung jasnya dengan dua tangan, kemudian dia mengeluarkan poker yang di selipkan di kedua jari tangan.
Lalu dia melemparkan kartu-kartu remi tersebut ke salah satu mayat, seketika mayat itu di serbu dengan banyak kartu seperti peluru yang di tembakan, menembus tubuh mayat dan meninggalkan beberapa lubang pada tubuh mayat.
Darah hitam keluar dari lubang, dan mayat itu terjatuh, tampaknya seni rahasia Neva sudah terputus dari mayat.
"Senjata seni rahasia? Kartu Poker?" Lin sedikit terkejut dengan ketajaman kartu poker yang di miliki Andrew.
"Benar, 'Poker Mistic' seni rahasia yang menggunakan kartu sebagai media, ini adalah salah satu seni rahasia sistem dasar yang aku latih."
Kartu poker tersebut bukan kartu biasa, kartu ini terbuat dari logam luar biasa yang di beli Andrew di pasar gelap yang membuat ketahanannya jauh lebih kuat dari kartu poker biasa, terlebih lagi itu masih seni rahasia yang masih bisa di kembangkan, seiring dengan meningkatnya cincin, berbagai macam efek akan di buka.
Tanpa memperhatikan Andrew lagi, Lin memasuki mode bayangan dan menyelinap ke belakang mayat, mayat itu tampaknya tidak menyadari sesuatu menyelinap di belakangnya.
Kemudian Lin keluar ke permukaan sambil memegang pedang hitam di tangannya, lalu tanpa ampun memotong kepalanya.
Kepala mayat tersebut jatuh ke lantai, darah hitam berhamburan seperti air mancur dari bagian leher yang terpotong.
Mayat itu sempat mencari-cari kepalanya, tapi sayanganya dia tidak menemukan kepalanya, akhirnya dia terjatuh ke lantai dengan tidak berdaya.
Black melihat mayat yang terjatuh di depan Lin dengan tatapan yang rakus, tanpa perintah Lin, Black diam-diam memakan mayat tersebut tanpa sepengetahuan Lin dengan suasana hati yang gembira.
[ Bayanganmu memakan mayat manusia. Kini Bayanganmu telah bertambah kuat, dia sangat puas, kamu mendapatkan 20 poin sumber. ]
"Apa?! 20 Poin Sumber?!" Lin sangat terkejut.
Mayat ini memberikan 20 poin lebih besar dari manusia biasa, apakah karena mayat ini telah di latih di bawah bimbingan seni rahasia yang membuatnya mengandung banyak energi?
Pandangannya berpindah ke Andrew yang mengeluarkan satu kartu Poker dengan nama 'Joker', kemudian melemparnya ke kedua mayat yang berdekatan.
Boom!
Sebuah ledakan terjadi ketika Andrew melempar kartu Joker.
"Mayat ini tidak boleh di sia-sia kan, ini semua harta karun." Lin tersenyum tipis, kemudian tubuhnya tenggelam ke dalam bayangan.
__ADS_1