Bayanganku Dapat Tumbuh

Bayanganku Dapat Tumbuh
Pencuri Kecil


__ADS_3

Sudah berapa lama Lin berjalan-jalan di Taman Hiburan Oxford, sekarang hari sudah menjadi malam, sampai saat ini pun dia tidak menemukan petunjuk tentang Beyonder yang menyamar menjadi dirinya.


Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan maupun yang janggal selama dia menyelidiki.


Karena itu, Lin berpikir untuk segera kembali, dia tidak ingin membuang waktunya lagi di sini, kini dengan berat hati dirinya harus merelakan uang yang menghilang tersebut.


"Lupakan, aku akan mencarinya lain waktu."


Lin mengambil rokok dari saku jas.


Ketika dia sedang menyalakan rokok, tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya yang membuat rokok di mulut Lin terjatuh ke tanah.


"Maaf."


Itu adalah bocah laki-laki yang mengenakan topi yang menabraknya, umurnya kira-kira sekitar 12 atau 13, setelah meminta maaf dia segera pergi tanpa mendengar jawaban Lin.


Lin melirik bocah itu sekilas dengan tatapan acuh, kemudian berpindah ke puntung rokok yang terjatuh di tanah, setelah itu dia menginjaknya.


Mengambil puntung rokok yang baru dari balik jas dan segera membakarnya, kemudian dengan santai Lin menghembuskan asap dari mulutnya.


"Bajingan kecil itu berani juga." kata Lin.


Bocah bertopi yang tadi menabraknya adalah seorang pencuri, Lin menyadarinya ketika dompet di kantung celananya menghilang sesaat setelah bocah itu menabraknya.


"Di dalam dompet terdapat barang-barang penting, terlalu merepotkan jika menghilang."


Awalnya dia tidak ingin mengejar, tapi karena semua dokumen penting miliknya berada di dompet, mau tidak mau dia harus mendapatkannya kembali.


'Black ikuti dia.' Lin berkata dalam pikirannya.


Tanpa ada orang yang menyadarinya, secara diam-diam Bayangan di bawah Lin bergerak dan menghilang, Black dengan cepat meningalkan bayangan Lin lalu mengikuti bocah bertopi yang melarikan diri.


Untungnya bocah itu tidak pergi terlalu jauh, Melalui berbagi penglihatan antara dirinya dan Black, Lin bisa tau lokasi bocah itu sekarang.


Sebelumnya dia ingin menggunakan seni rahasia 'Shadow Body' untuk berteleportasi melalui Black, tapi karena banyak orang di sini, Lin memilih untuk tidak melakukannya, akan terlalu aneh jika dia menghilang secara tiba-tiba.


Jadi dia hanya bisa berjalan sesuai lokasi yang di berikan Black padanya.


.............


..........................

__ADS_1


...................................


Di gang yang kecil, seorang bocah bertopi terdiam sebentar, kemudian dia mengambil sesuatu dari sakunya, itu adalah sebuah dompet coklat yang di buat menggunakan kulit sapi dan berbagai manik yang mengkilat membuat dompet itu terlihat mewah.


"Hehehe, kali ini aku mendapatkan tangkapan yang bagus." bocah itu terkekeh.


Melihat dompet di tangannya, bocah itu tau kalau pemilik dompet ini pastilah orang yang kaya, itu semua di buktikan dengan melihat kualitas dompet tersebut.


Tanpa pikir panjang bocah itu langsung membuka dompet di tangannya.


Kemudian dia di buat terkejut.


"100 Dolar!, Bukanlah ini terlalu banyak? Tidak, masih ada beberapa lagi di dalam 2,4,7,9! Ada 9 lembar uang dalam bentuk 100 dolar!" bocah itu melonggo melihat dolar-dolar di depannya.


Dia masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang, kemudian dia mulai menghitung ulang dolar di dompet lagi, memastikan bahwa dia tidak salah dalam menghitung.


Setelah selesai menghitung ulang, kali ini dia yakin bahwa dia tidak salah, benar-benar ada 900 dolar di dalam dompet.


"Hahaha! Dengan uang sebanyak ini aku bisa membeli makanan yang mewah selama setahun penuh."


Setelah mengatakan itu dia menaruh dompetnya kembali ke dalam saku jas dan kemudian ingin pergi.


Tapi tiba-tiba ada yang menariknya dari belakang.


Belum sempat mengatakan sesuatu, orang yang menariknya, tiba-tiba mendorong dirinya ke tembok dengan keras.


Suara benturan terdengar, bocah itu merasa kesakitan di bagian dada, dia mencoba melihat siapa orang yang mendorongnya, lalu dia mendengar suara dari belakangnya.


"Kembalikan dompet itu padaku." suara yang acuh tak acuh dan sangat dingin masuk ke telinga bocah bertopi.


"Jangan bercanda! Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan!" kata bocah bertopi, kemudian dia menengok ke belakang dan akhirnya melihat orang yang memojokannya.


"Kau!!" dia terkejut bukan main.


Orang yang di belakangnya ternyata adalah pemilik dompet yang telah dia curi.


'Kenapa kamu bisa ada di sini?' Bocah bertopi sangat bingung.


Lin menatapnya dengan main-main. "Terkejut? Sekarang kembalikan dompetku."


Bocah itu terkejut. 'Dia tau kalau aku yang mencuri dompetnya?'

__ADS_1


Dia yakin bahwa tindakan yang di lakukannya saat itu cukup tersembunyi, sebelumnya dia telah melakukan hal yang sama pada orang lain dan itu berhasil, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa dompet mereka sudah di curi olehnya.


Tapi anehnya korbannya kali ini mengetahui tindakannya yang membuat dia bertanya-tanya apakah ada cacat saat dia melakukan aksinya.


"Apa yang kamu bicarakan tuan!? Dompet apa yang kamu maksud? Aku sama sekali tidak memilikinya!" Bocah bertopi berpura-pura tidak tau.


"Apakah kamu masih ingin berbohong bahwa kamu tidak mencurinya? Jangan menguji kesabaranku! Atau kamu akan menerima akibatnya." Lin menekan bocah itu lebih keras ke dinding.


"Ah! Lepaskan aku! Tuan apakah kamu sadar bahwa tindakan anda ini melanggar hukum Kekaisaran malam, jika anda tidak melepaskan saya juga, saya akan melamporkan anda ke penjaga!" Teriak bocah itu.


Lin tersenyum tipis setelah mendengar perkataan bocah bertopi, kemudian dia berkata.


"Menarik sekali, seorang pencuri berbicara tentang pelanggaran hukum di depanku, berbicara tentang melanggar hukum bukannya kamu sendiri yang melanggar hukum? mencuri dompet seseorang."


"Apa yang kamu katakan? Memangnya apa buktinya jika aku mencuri dompetmu?" jawab bocah bertopi.


Tanpa banyak bicara Lin merogoh-rogoh pakaian Bocah tersebut.


"Apa yang ingin kamu lakukan? Lepaskan!" Bocah bertopi ingin melepaskan diri dari cengkraman Lin, tapi sayangnya tidak bisa, kekuatan fisik Lin lebih kuat darinya, jelas dia kalah, bocah itu hanya melakukan upaya yang sia-sia.


"Ketemu." akhirnya Lin menemukan dompetnya, dompet itu di selipkan di saku jas bocah bertopi.


"Ini buktinya, alasan apa lagi yang ingin kamu katakan?"


"Aku.... " wajah bocah bertopi itu menjadi pucat.


Kali ini dia bingung ingin memberikan jawaban apa pada Lin, dia hanya bisa terdiam.


"Aku mengaku salah, tuan tolong jangan bawa saya ke penjaga, saya berjanji tidak akan melakukannya lagi."


Lin mendengus, lalu melemparkan bocah itu jauh-jauh darinya, bocah itu segera tersungkur ke tanah, kemudian tidak lama dia mencoba berdiri.


"Terima kasih tuan." bocah bertopi itu langsung pergi.


Setelah mendapatkan dompetnya kembali, Lin segera berjalan menuju luar gang, tapi tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang aneh di belakangnya.


Ternyata ada seseorang yang mengikuti dirinya dari belakang, langkahnya langsung berhenti, tanpa melihat kebelakang dia berkata.


"Keluar! Aku tau kamu mengikutiku." Lin berteriak di gang sempit yang sunyi.


Sosok hitam di belakang Lin bergetar, dia tampaknya terkejut bahwa keberadaannya yang tersembunyi dalam kegelapan telah di ketahui oleh Lin.

__ADS_1


"Tuan Lin memang hebat, anda langsung menyadari keberadaan saya, meskipun saya menggunakan benda luar biasa, tampaknya rumor itu tidak di lebih-lebihkan."


Akhirnya sesosok yang tersembunyi dalam kegelapan muncul, melihat orang itu, Lin mengerutkan kening.


__ADS_2