BE YOUR TWIN BRIDE

BE YOUR TWIN BRIDE
kenapa kamu menikahiku


__ADS_3

"sekarang kerumah sakit ...", ujar alwin kepada sang supir mobil pernikahan.


disepanjang perjalanan alwin menatapi wajah dea, dengan penuh kehangatan, alwin mengambil tisu dan membersihkan make up dea, walaupun itu sangat sulit di bersihkan, karena pada dasarnya, make up pernikahan selalu dibuat lebih tebal, agar awet sampai seluruh acara selesai.


mobil itu pun menepi di depan supermarket, alwin turun dan membeli beberapa alat pembersih wajah, dan sebuah sisir, serta sebuah penjepit rambut,yang di rekomendasikan pegawai super market.


di mobil alwin kembali membersihkan wajah dea, dan menyisir rambut dea dengan berlahan, dan mengikat rambut dengan agar dia tidak kepanasan di dalam mobil.


setelah sampai di depan rumah sakit alwin langsung mengangkat dea, dan mereka langsung di sambut oleh perawat, dea pun diinfus, mungkin dia stress, dan depresi ditambah ia menangis dengan waktu yang lama membuat badannya lemas,namun ini tidak parah maka dari itu setelah ia bangun ia bisa langsung pulang, begitulah yang dikatakan dokter kepada alwin.


alwin menatap dea yang berbaring di atas tempat tidur rumah sakit.


***


setelah sekian lama pingsan, dea pun terbangun, dia menatap infus yang ada di lengannya, dan seorang pria yang tertidur di sisinya, seketika dea langsung menangis, mengingat kekejaman alvin, yang ternyata selama ini menghianatinya, dengan segala kekurangan dan keterbatasan dea, alvin mengambil kesempatan dalam kesempitan agar bisa mendapatkan kepercayaan nya, namun semua itu hanya tipu muslihat.


tangisan dea membuat alwin terbangun.


"apa yang kau tangiskan lagi?", ucap alwin bertanya kepada dea.


"kenapa kamu mau menikahiku?"


"tidak apa apa, aku hanya ingin menutup aib keluarga ku". ketus alwin dengan nada ringan dan santai, seolah olah pernikahan adalah hal yang sepele untuk nya.


"apa maksudmu??", ujar dea mengerutkan keningnya.


"maksudku?, kan sudah jelas aku mengatakannya, aku hanya menutup aib alvin, tidak lebih", ujar alwin kembali menegaskan ucapannya sebelumnya.

__ADS_1


"berarti pernikahan ini tidak sah, kan?",


"tidak sah?, kamu sudah resmi jadi istriku, kamu bukan istri alvin, atau masih melajang, kamu istriku mulai dari saat ini", tegas alwin melemparkan 2 buku nikah.


Dea menatapi buku nikah itu, seolah olah itu hanya lelucon dan drama dari kehidupan saja.


"kamu becanda?, bahkan kita tak kenal, walaupun kamu mirip dengan alvin, aku tidak mencintaimu, dan walaupun kamu alvin, aku juga akan sangat membencimu, kamu dan dia tak sama saja"


"aku tau kalian punya semuanya, kalian bisa menindas dan mempermainkan kami, orang yang berda dibawah kalian, kalian tak manusiawi hanya bisa menindas dan menghianati, dan apa yang bisa kami lakukan, kami hanya orang orang yang tak punya koneksi..." kata dea dengan meneteskan airmata di wajah sedih yang tampak mencibir keluarga alwin.


walaupun alwin tersindir, namun ia tak berkata apa apa karena logikanya, keluarganya memang tak jauh berbeda dengan apa yang di utarakan oleh dea.


dengan tanpa memperdulikan ucapan dea, alwin keluar ruangan dan memanggil dokter, dokter pun datang dan memeriksa nadi dea, dan melepas infus dea.


"anda dapat kembali hari ini, dan ini obat penambah imun, dan beberapa vitamin untuk diminum setelah makan 3 kali sehari", ujar dokter dengan menyuguhkan beberapa pil obat kepada dea.


"ya tuhan apa yang sudah aku katakan, sedangkan pada alvin saja selama ini aku tak berani berkata macam macam, kenapa aku harus berkata seperti itu kepada pria ini, tamatlah aku", gumam dea dalam hatinya.


"apakah kamu sudah selesai menunduknya?", tanya alwin kepada dea, sambil menatap dea.


"emmmm??"


karena hanya itu respon yang alwin dapatkan, alwin hanya berpikir tak heran jika alvin bisa bermain di belakangnya, ternyata ia adalah gadis polos yang tak enakan dengan orang lain, ia tak ingin mengungkapkan perasaĆ nnya , yang mungkin akan membuat orang lain tak nyaman, ia tidak tegas dan penakut, yang dia tau hanya menunduk, setelah ia mengucapkan kata kata berani tadi.


"heh", alwin tiba tiba tersenyum sinis kepada dea.


dea yang menatap itu hanya kembali menunduk.

__ADS_1


"aku memang sangat menyedihkan", gumamnya lagi dalam hatinya.


"eh?!!!"


alwin tiba tiba mengangkat dan menggendong dea, keluar dari ruangan dan bergegas ke mobil pernikahan yang tampak masih di hiasi oleh pernak pernik pernikahan, semua pandangan tampak hanya menuju mereka berdua, alwin mendudukkan dea di kursi penumpang mobil itu, dan kembali ke dalam rumah sakit.


dea yang hanya menatap perilaku tak biasa dari laki laki yang sudah menjadi suaminya itu, tampak merasa aneh, karena dea masih tidak tau bagaimana seluk beluk alasan alwin meminangnya, tidak masuk akal jika alwin menikahinya hanya karna untuk menutup aib keluarganya, padahal keluarganya bisa sangat mudah menutup peristiwa itu di hadapan publik, dengan segala kuasa dan kekayaan mereka, dan keluarga miskin sepertinya bukan tandingan untuk keluar konglomerat itu.


setelah alwin agak lama di dalam, kini alwin tampak keluar dengan membawa beberapa obat botol di tangannya, dan sekotak nasi yang mungkin ia beli dari kantin rumah sakit, setelah alwin dekat dengan mobil dea langsung mengubah posisi duduknya, dan mengacuhkan kedatangan alwin.


"ini, makanlah, kamu belum makan", ujar alwin agak kasar sambil menyodorkan sekotak makanan itu kepada dea.


"aku tidak lapar", ucap dea memalingkan wajahnya.


"makanlah, kamu belum makan", ucap alwin kembali menyodorkan makanan kepada dea dengan lebih lembut.


"sudah kubilang aku tidak makan", dea kembali menolak makanan dari alwin.


"kamu baru diinfus, kamu harus makan", ujar alwin yang kini memakai nada datar.


"untuk apa kamu seperti ini, kamu hanya menutup aib keluargamu, dan itu sudah terpenuhi, jangan seolah olah kamu akrab denganku", ketus dea dengan nada mewek nya.


mendengar hal itu alwin tidak lagi menyodorkan makanan, alwin turun dan memberikan makanan itu kepada tukang sapu, dan kembali kemobil.


"ke villa benfour ...." ujar alwin kepada pak supir.


"banyak orang yang menderita tidak makan setiap hari, setiap hari mereka berharap bisa makan, walaupun hanya sesuap nasi putih, tanpa lauk, agar mereka tidak sakit, setiap pagi dan setiap waktu mereka membuka lembaran baru berharap hari ini bisa makan lebih dari yang kemaren, namun ada orang menolak makanan,tanpa sadar banyak orang diluar sana yang ingin makan dengan baik, karena sesuatu yang sudah berlalu, seseorang yang tak ingin membuka lembaran baru, menyiksa diri, karena seseorang yang belum tentu mengingatnya, itu tak hanya bodoh, namun tololnya sudah mendarah daging"

__ADS_1


" ada kalanya kita harus tegas dan sedikit kejam kepada dunia, karena dunia tak selalu menghargai kebaikan", ucap alwin yang berbicara dengan menatap kedepan seperti menegaskan sesuatu kepada dea tanpa menyebut namanya dan berhadapan dengannya.


__ADS_2