
pelayan itu berlari ke kamar tempat tinggal para pelayan dan maid.
"kamu kenapa?", tanya kawan sekamarnya sambil menangkap temannya itu yang sudah seperti orang yang kena kejar oleh sesuatu.
"haah, ha.aaàh, aku melihat hantu, dia pucat sekali rambutnya panjang, ya Tuhan aku takut sekali", jelas pelayan itu.
"ya sudah sudah tenang saja mungkin kamu hanya salah lihat", ujar temannya itu.
...
di posisi yang sebenarnya dea yang berjalan dengan kaki yang sudah lemah untuk berjalan, ditambah kepala yang pusing karena tidak ada nutrisi bagi tubuhnya lagi.
"haaa.aaah...haaaa..aah, Asataga kenapa tempat ini sangat besar", dea berjalan menujut belakang villa itu.
betapa semangat ia karena ia menemukan dapur di kediaman itu, ia tersenyum dan langsung bergegas menuju dapur dan membuka dapur.
ia mencari makanan di lemari yang ada di dalam dapur itu, dapur yang besar itu, dipenuhi oleh lemari, namun lemari itu dikunci dan mungkin kuncinya di pegang oleh kepala pelayan villa itu.
dea lalu menuju sebuah frezeer dan lemari es,namun kedua benda itu juga sudah canggih, karena memakai fingerprint, sebagai segel pengunci bahan makanan.
menyaksikan tempat mewah itu sebagai tempat penyiksaan baginya, ini sudah cukup berlebihan.
"apakah dia membawaku kesini untuk disiksa, apakah dia meminangku hanya untuk menyelesaikan penyiksaan saudaranya?", gumamnya sambil tersungkur menghadap lemari itu.
matanya yang terbelalak dan jiwanya putus asa akan semua keadaan ini.
ia pun menekan nekan perutnya yang sudah seperti dililit oleh sesuatu, kesakitan yang luar biasa sudah sangat menyiksanya.
diantara ke putus asaan nya, matanya kini tertuju ke sebuah mangkuk sisa irisan tomat.
dengan senyum putus asa dia bangkit dan mengambil irisan itu.
dengan lahap ia memakan irisan dengan berlinang air mata.
"apakah kesusahanku selama ini tak ada ujungnya?, apakah cuma sebatas itu kehidupanku?...hiks...hiks", gumamnya sambil memakan irisan tomat, dengan tubuh yang bergetar ia menghabiskan seluruh tomat itu.
setelah itu ia mengambil air putih sebagai penambah tenaga.
...
ia pun berjalan menuju kamarnya, jatuh bangun ia berjuang untuk kembali kekamarnya.
namun karena pusing, ia tidak bisa mengingat jalan, dan setelah makan tomat itu, perutnya semakinn sakit, ia tak tau apa yang salah.
ia berjalan tertatih mengambil jalan sebaliknya dari jalan yang ia ambil sebelumnya ketika menuju dapur itu.
setelah berjalan jauh dan lama, tiba tiba lampu di kediaman itu padam, dea yang kaget, langsung buru buru menuju dinding agar dinding itu bisa menjadi pegangannya di situasi yang gelap ini.
namun...
"buggg"
__ADS_1
dea tersandung dan dengan tidak sengaja kepalanya membentur sudut dinding, dea pun langsung tergeletak di tempat, di kesunyian dan gelapnya malam tanpa ada yang menghawatirkannya.
dengan meneteskan air matanya, dea menutup matanya, dengan hati yang putus asa dia meminta kepada dunia untuk mengambil nyawanya, karena jiwa dan tubuhnya sudah lelah akan dunia ini.
***
siang hari...
"!!!"
"tuan muda pulang!"
"semuanya ambil posisi berbaris menyambut tuan muda", perintah kepala pelayan.
dengan langkah yang sigap seluruh pelayan yang ada di lantai 1 berbaris untuk menyambut tuan rumah mereka itu.
alwin pun turun,dia langsung memperhatikan susunan para pelayan, namun ia tidak melihat adanya kehadiran dea yang menyambutnya.
"dimana dea?", tanya alwin kepada kepala pelayan itu.
"dea tidak keluar dari tadi pagi tuan", ujar kepala pelayan itu.
"dea?, apa maksudmu, kenapa kamu menyebut namanya, sedangkan kamu hanya kepala pelayan disini, dan dia adalah nyonya rumah disini, aku tau kau sudah merawatku dari aku balita, namun kamu juga sudah mengambil upah lebih dari keluargaku, kau sudah menggelapkan dana untukku, kalau bukan karena aku, keluarga ku sudah lama mengusirmu", ujar alwin, yang perasaannya sudah tidak nyaman dengan kejadian siang hari itu.
"lanjutkan pekerjaan kalian!"
"baik tuan", sahut para pelayan serentak,dan menunduk untuk tanda penghormatan.
kepala pelayan yang jengkel karena ucapan alwin, hanya berjalan pergi sambil mengangkat kepalanya, tindakan nya itu sudah melebihi batas.
....
"tok,,tok,,,,tok,,,tok"
"dea ini aku!, apakah aku bisa masuk, aku ingin memberitahu sesuatu"
namun tak ada sahutan dari dalam kamar dea.
""apakah dia sedang tidur?", gumannya.
"dea?, apakah aku bisa masuk?", tanya alwin kembali.
naamun situasi yang sama masih berulang, alwin pun langsung membuka pintu.
namun ia tak menemukan dea di dalam kamar, ia mencarinya keseluruh tempat di dalam kamar, lalu ia meraba tempat tidur dea, suhu tempat tidur dea yang dingin cukup menandakan kalau dea tidak tidur disana semalaman.
hati alwin terguncang, "dia kabur!!", gumamnya.
ia pun langsung berlari menuju pintu keluar, alwin mencari keseluruh ruangan.
dengan wajah yang panik alwin mencari kedapur namun dia masih tidak dapat menemukan dea.
__ADS_1
"semuanya berkumpul!!!!!"
teriak alwin dengan suara yang menggelegar mengejutkan seluruh pelayan.
pelayan pelayan yang sedang bekerja itu sontak langsung berkumpul di lantai bawah villa itu.
"apa kalian melihat dea tadi malam?!"
"tidak tuan!!!", ujar seluruh pelayan.
"pst pstss"
"siapa itu dea", kusip seorang pelayan kepada temannya.
"aku tidak tau, mungkin salah 1 gadis kotor yang sedang mengejar tuan," ujar pelayan itu dengan tanpa sadar bahwa dia berbicara lumayan keras.
alwin pun menghampiri pelayan itu, "apa yang kamu katakan?, perempuan kotor?"
"setelah ini kamu tak usah bekerja di sini lagi, ambil gaji terakhirmu dan pergi dari sini", ujar alwin dengan wajah marah.
"maaf maaf kan saya tuan, maafkan saya, tapi kami para pelayan disini mengira seperti itu, kalau dia sama saja dengan gadis pelacur yang datang", ketus pelayan itu sambil memohon.
mendengar kalau ternyata seluruh pelayan ternyata sudah menyama nyamai dea dengan gadis kotor yang mengejarnya, yang menggunakan banyak trik, agar alwin menyukai mereka, alwin sangat marah.
"pengaman!!!!, seret ja*ang ini keluar!!!"
2 bodyguard pun langsung datang dan menyeret pelayan yang tak tau diri itu keluar.
"alwin, aku tidak akan memaafkan mu, aku sengaja bekerja disini agar aku bisa merebut hatimu, namun kamu memperlakukan ku seperti ini!!!, aku tidak akan memaafkan mu!!!!", ujarnya sambil diseret keluar.
"siapa dia kenapa dia berani sekali seperti itu", tanya alwin kepada kepala pelayan.
"dia kiki eryson tuan, anak bungsu keluarga eryson, dia bekerja disini karena dia menyukai tuan", jawab kepala pelayan.
....
"kapan dia terlihat disini?", tanya alwin kepada pelayan yang tinggal.
"kemaren tuan, saat kami membantunya mandi, tapi dia menolak, lalu kami disuruh keluar, setelah itu kami kembali kepekerjaan kami, lalu tadi pagi saat kami membersihkan kamar nyonya, baju yang tuan suruh untuk dipakainya hanya tergeletak diatas tempat tidur" balas pelayan yang berdiri disudut barisan.
"apa?, tidak dipakai, tapi kamu tak langsung melapor padaku, dimana kau buat otakmu, dikala nyonyamu tidak nyaman dengan sesuatu, apa gunanya kamu bekerja di sini" ujar alwin dengan emosi.
"maafkan kami tuan",
"kami pikir dia pagi pagi pergi ketaman atau keluar", jawab pelayan itu.
"ap gunanya kamu disini, kamu dipecat!!",
pelayan itu pun terkejut lalu langsung pergi dari sana.
"baiklah semua cari di seluruh area villa ini, sampai ketaman, cepat!!!", ujar alwin.
__ADS_1
tubuh alwin yang sudah melemah karena jadwal penerbangannya dibatalkan diganti dengan masa lemburnya malam ini, cukup menguras tenaganya, ditambah masalah ini, cukup membuatnya mati secara berlahan.
"aku baru saja menemukanmu, tapi kenapa kamu meninggalkan ku", gumamnya ia pun tersungkur di balik sofa, sambil melipat tangan, air matanya menetes'-