
Sebagai pelajar tujuan sekolah kita yaitu menuntut ilmu, menambah pengetahuan, dan membanggakan orang tua. Bukan malah sibuk bercinta yang tujuannya hanya akan menjerumuskan kita kepada hal hal negatif. Bahkan dapat merusak masa depan kita. Sebagaimana seperti halnya yang di alami oleh Citra. Pelajar SMK Nusa Bangsa kelas 12 jurusan OTKP (Otomatisasi Dan Tata Kelola Perkantoran). Cinta yang berawal dari sirik menjadi petaka bagi dirinya sendiri. Hanya kata kata ini yang dapat menggambarkan bagaimana kenyataan pahit yang telah dialami oleh Citra.
Semua berawal dari 2 tahun yang lalu, ketika pendaftaran sekolah peserta didik baru di SMK Nusa Bangsa tahun ajaran 2017/2018. Citra yang memang sudah lama ingin mengambil jurusan OTKP, dengan nilai rata rata 8.5 Ia merasa percaya diri bahwa dia akan di terima di jurusan yang Ia incar selama ini. Dan memang benar adanya setelah menunggu 2 hari bukti di terima pun keluar dan Ia telah sah di terima di SMK Nusa Bangsa dengan jurusan OTKP.
Hari yang di tunggu pun telah tiba. Hari pertama sekolah di SMK Nusa Bangsa. Dengan semangat baru, lingkungan baru, teman baru dan jangan lupa gebetan baru hehehe. Sejujurnya alasan kenapa Citra ngotot banget pengen masuk di SMK Nusa Bangsa ini adalah cowok cowoknya terkenal keren. Jadi Citra menjadikan kepintarannya serta kecantikannya untuk menarik pria agar suka dengannya. Maklum karena dia di cap sebagai murid yang pintar dalam hal apapun. Terlebih lagi dia jomblo berkepanjangan. Siapa sangka murid yang pintar, cantik dan bahkan menjadi kebanggaan serta kesayangan guru dan orang tua nya ini ternyata... ternyata... ternyata.... jomblo dari lahir guys jadi selama 15 tahun dia hidup di dunia ini dia belum pernah cobain yang rasanya pacaran! WHAT ? belum pernah pacaran? Sulit dipercaya. Temen temennya aja udah gonta ganti pacar ribuan kali tapi kenapa dia masih jomblo yah?
pagi saat dimana Citra baru pertama kali masuk sekolah. Ia masih bingung dimana letak kelasnya. Maklum murid baru ya kan?. Citra berinisiatif untuk bertanya kepada seorang bapak guru yang lewat di depannya.
“ pak saya mau tanya ruangan kelas x otkp 2 dimana yah?”
“kamu lurus aja kesana terus belok kiri ruangan paling pojok”
“terima kasih yah pak, maaf mengganggu”
__ADS_1
“iya gak papa”
Sesampainya Citra di kelas segera Ia mencari tempat duduk. Sembari menunggu guru datang Ia mendengarkan musik sambil membaca buku. Baru saja lima menit Ia membaca novel tiba tiba seorang pria menghampirinya.
“boleh aku duduk di sini?” tanya pria berusia kira kira 16 tahun dengan tinggi 1.70cm. merasa tidak ada jawaban Ia langsung duduk di bangku sebelah Citra yang kosong. Citra yang menyadari seseorang duduk di bangku kosong sebelahnya langsung terkejut. Menyadari Dia seorang pria body goals, good looking, dan Dia cool banget. Citra yang baru pertama kali melihat cowok yang mendekati kriterianya, langsung memberanikan diri untuk berkenalan.
“ hai Citra salam kenal”
“oh. Hai salam kenal Rio”
Bel istirahat berbunyi semua siswa langsung berbondong bondong memadati kantin. Begitu pula dengan Citra dan Rio.
Hari ini mau makan apa yah? Batin Citra. Setelah Ia memasuki kantin di sana ternyata sudah terpampang jelas menu apa saja yang di sediakan.
__ADS_1
“makanannya kok lemak semua sih! Tapi kalo gak makan perut aku kelaperan. Duh! Yaudah deh makan ayam geprek aja biar kenyang” batin Citra.
Setelah menunggu selama kurang lebih 20 menit akhirnya pesanannya datang juga. Satu porsi ayam geprek dan satu gelas jus mangga. Karena kondisi perutnya yang kosong dan gak tahan karena udah laper banget, Citra gak sadar kalau ayam gepreknya masih panas banget langsung Ia masukkan ke dalam mulutnya. Sontak Ia terkejut dan segera mengambil jus mangga miliknya dan meminumnya sampai habis.
“kalo makan lain kali hati hati” ucap seorang siswi yang kemudian duduk di hadapan Citra.
“namaku Kaira. Kelas 10 jurusan Retail 1. Nama kamu siapa?” tanya Kaira sambil mengulurkan tangannya.
“namaku Citra. Kelas 10 jurusan Otkp 2” jawab Citra sambil menjabat tangan Kaira.
“wah jadi kita sepantaran yah!” ucap Kaira.
“iyah”
__ADS_1
Kemudian mereka berdua melanjutkan obrolan mereka seperti para remaja pada umumnya.