BERHENTI BODOH DALAM BERCINTA

BERHENTI BODOH DALAM BERCINTA
eps5.


__ADS_3

“oh gitu ya? Maaf yah aku kelamaan di sini. Jadi ngerepotin deh!”


“udah gapapa kok. Yaudah yuk ke kasir”


Saat perjalanan menuju kasir Citra tidak sengaja menabrak seorang pria yang berjalan dari arah yang berlawanan darinya. Mengakibatkan semua buku yang di pegang Citra dan pria itu jatuh berserakan di lantai. Dengan cepat Citra segera jongkok dan mengemasi bukunya. Serta tak lupa meminta maaf. Belum sempat ia meminta maaf kepada pria itu setelah mendongak ternyata Citra mengenali pria itu.


“loh. Indro? Kamu kesini juga? Ngapain? Sendirian?” tanya Citra


“eh Citra gue sendirian ke sini. Gue lagi nyari buku sains sekalian mau nyari buku karyanya J.K Rowling yang baru rilis”


“oh gitu? “


Rio yang menyaksikan mereka berdua berbicara sangat asik merasa panas, hatinya tak rela jika Citra dekat dengan Indro!


“yaudah yuk Cit keburu malem kasihan juga temen temen udah nunggu kamu dari tadi” ucap Rio memotong pembicaraan asik antara Indro dan Citra


“eh iya. Yaudah ya aku duluan Ndro. Jangan lupa ntar malem ke rumah ya di tungguin papa loh kamu”


“eh beneran? Yaudah nanti aku usahain biar bisa ke rumah kamu yah” ucap Indro dengan memberikan senyuman manis sekaligus berharap Rio semakin panas.

__ADS_1


Sebenernya udah lama banget Indro memendam rasa cintanya dari Citra sejak kelas 5 SD. Indro yang sudah mengenal Citra dari kecil, dan mengenal keluarga Citra sejak lama, seharusnya tidak sulit untuk mengambil hati Citra dan keluarganya agar Ia dapat di terima menjadi menantu mereka. Namun hal ini sampai saat ini masih sulit untuk Indro dapatkan . Indro masih berjuang mati matian agar dengan mudah Ia dapat di terima di tengah keluarga Citra.


Indro juga pernah beberapa kali menembak Citra! Mulai dari memberi Citra cokelat, permen, bunga, buku bahkan puisi. Tapi semua di tolak oleh Citra. Untung saja Ia masih di beri kesabaran sampai saat ini.


“yaudah ya bro kita pamit dulu oke!” kata Rio sambil menepuk sebelah bahu Indro kemudian pergi menghilang dari penglihatan Indro bersama Citra.


“gue berharap suatu saat nanti lo jadi milik gue Cit! Bukan milik orang lain! Terutama Rio! Cowok paling tenar, paling ganteng dan paling cool satu sekolah!” gumam Indro dalam hati!


Setelah membayar buku di kasir. Kemudian Citra dan Rio bergegas kembali ke mobil. Setelah sampai di mobil dengan cepat Rio langsung menancap gas menuju cafe biasa dia nongkrong.


**


“guys kalian mau pesan apa?” Tanya Rio


“gue juga” sambung Diki


“espresso?” tanya Rio memastikan


“iya” jawab Endro dan Diki kompak tanpa mengangkat wajahnya dari ponsel hp

__ADS_1


“kalau kalian mau pesan apa? Biar gue yang pesenin” tawar Rio


“gue caramel machiato aja” jawab Kaira


“gue cappuccino aja” sambung Alya


“emm kalau kamu? Cit? Mau pesen apa?”


“ ehm terserah deh samain sama pesenan kamu aja!”


“oke”


*setelah menunggu selama 20 menit akhirnya pesanan mereka sampai juga.


“Cit, lo harus cobain ini tuh enak banget! Ini tuh kopi kesukaan gue udah dari gue masih SMP! Cobain deh pasti lo suka!” paksa Rio


“oke.” Setelah Ia menyeruput kopinya Ia langsung mendapatkan ide untuk membuat puisinya menjadi semakin menarik. Dengan segera Citra mengambil pensil penghapus serta buku tulisan kumpulan puisi puisi nya dari dalam tas.


“lo ngapain? Cit?” tanya Rio heran

__ADS_1


“aku gak nyangka kalau kopi kesukaan kamu ini bikin aku mendapatkan inspirasi baru agar puisi aku kelihatan lebih menarik”


“wah beneran?” tanya Rio tidak menyangka


__ADS_2