
Hari sudah malam tiba saat dimana Citra waktunya untuk belajar. Karena besok ada ulangan harian matematika, jadi Ia memanfaatkan waktunya untuk belajar rumus rumus matematika malam ini. Seperti biasanya disaat Ia tengah belajar Ibunya datang ke kamar Citra dengan membawakan segelas susu.
“Citra... ini nak di minum dulu susunya”
“iya ma, taruh situ dulu ntar aku minum”
“kamu belajar apa sih nak?”
“ini ma, belajar rumus matematika buat ulangan harian besok”
“baru juga selokah kok udah ulangan aja sih?”
“guru aku tipe orang yang gak terlalu banyak menjelaskan. Jadi tiba tiba di kasih tugas, tiba tiba ulangan, jadi jarang banget guru aku kasih penjelasan. Hampir gak pernah malahan”
“oh gitu. Tapi kamu bisakan ngikutin pelajarannya? Gak kesulitan kan?”
“nggak kok ma”
“ yaudah kalau gitu mama kedapur dulu yah mau buatin papa kopi”
“iya mah”
Semoga besok aku bisa menghadapi ujian pertamaku. Biar aku bisa tunjukkin ke Rio kalau aku gak cuma cantik tapi juga pinter dalam pelajaran.
Seperti biasa hari ini Rio duduk di bangku sebelah Citra.
“anak anak hari ini ulangan harian matematika. Kalian sudah siap?”
__ADS_1
“sudah “ jawab semua murid serempak satu kelas.
“ baik, Citra, Indra, saya minta tolong kalian berdua untuk membagikan lembar soal dan jawaban untuk teman teman kalian”
“baik pak” jawab Citra dan Indra secara bersamaan.
Sejauh ini untuk ulangan hari ini berjalan khidmad. Sebelum akhirnya Rio dan ke dua temannya Endro dan Diki usil untuk mencari jawaban dari teman mereka yang lain.
“Rio..Endro..Diki...kalian kalau masih ramai saja lebih baik kalian keluar!” teriak pak Alwan guru matematika kelas 10
“iya pak” jawab mereka bertiga kompak.
Satu jam sesi ulangan ini berjalan dan hanya ada 2 siswa yang sudah mengumpulkan. Yaitu Citra dan Indro. Sementara yang lainnya sedang pusing memikirkan bagaimana cara penyelesaiannya.
“Citra, Indro kalian berdua boleh istirahat duluan “
“good luck” ucap Citra kepada Rio.
Tapi Rio sibuk dengan kertas kertas soal yang berserakan di atas mejanya dan tidak menggubris kata kata Citra.
“ke kantin bareng yuk Cit” ajak Indro
“ayuk”
“Lo mau makan apa Cit biar gue yang pesenin” tanya Indro
“hmm. Mie ayam aja deh sama es teh”
__ADS_1
“ yaudah tunggu yah”
Setelah menunggu sekitar 20 menit akhirnya sampai juga makanannya.
“Cit gue mau nanya sesuatu nih sama lo! Boleh kan?”
“boleh dong. Masa gak boleh sih” jawab citra dengan lugu.
“ lo udah punya pacar belum?”
Pertanyaan yang di berikan oleh Indro seakan seperti bom yang jatuh tergelincir ke dalam tenggorokan Citra kemudian meledak di dalamnya.
“uhuk uhuk..” sambil meraih gelas minumnya dan tangan lainnya menepuk nepuk dadanya Citra masih berusaha untuk tidak terlalu panik.
“ lo gakpapa? Maafin gue yah? Gue gak maksud bikin lo keselek”
“iya iya yaudah gapapa gak masalah kok”
“terus gimana?” sambung Indro melanjutkan percakapan mereka.
“ apanya yang gimana?” tanya Citra sok polos.
“ itu lo udah punya pacar apa belom?”
“ hemm gue.. gue.. belum punya pacar lagian gue juga gak berminat pacaran untuk saat ini” jawab Citra seadanya.
Jantung Indro yang deg deg an dari tadi menunggu jawaban dari Citra seakan sekarang berhenti berdetak. Tubuhnya pun menjadi lemas tak berdaya. Bagaikan burung yang sayapnya sedang patah.
__ADS_1