
“ini kopi apa? Kok aku gak pernah coba?” tanya Citra polos.
“itu namanya kopi caramel machiato. Sama kayak punya nya Kaira ” jawab Rio
“oh gitu? Enak banget sih ini bisa dapet ide secepet itu lagi ”
“wah jadi selera kita ber tiga sama nih ceritanya?” cetus Kaira
“eh iya yah” jawab Rio gugup
Alya yang sedari tadi sibuk dengan hp nya seketika Ia merasa terpojokkan. Bagaimana tidak? Endro dan Diki sibuk dengan game online mereka masing masing. Sedangkan Citra, Rio, dan Kaira asik ngobrol sendiri. Alya berpikir bahwa dirinya kalah saingan dengan teman temannya itu. Bagaimana tidak dia yang lebih cantik dia yang lebih tenar dia yang lebih segalanya, malah kalah dengan anak rumahan dan anak tomboy. Tak banyak bicara Alya langsung angkat bicara Ia tak rela jika Rio jatuh ke tangan Citra maupun Kaira.
“guys foto yuk!” ajak Alya
“wah, boleh tuh biar bisa buat kenang kenangan. Yakan?” jawab Rio
__ADS_1
“iya bener banget tuh yuk!” ajak Alya yang langsung dengan spontan berdiri mendekati Rio.
“Cit lo gak ikut?” tanya Rio
“Citra mana mau di ajak foto foto udah mau di ajak nongkrong aja syukur banget” jawab Alya sambil memberikan lirikan tak nyaman kepada Citra.
“ehm. Aku gausah ikut deh Yo! Makasih ya buat traktiran kopinya dan inspirasinya aku mendingan balik sekarang aja yah makasih loh buat traktirannya. Dadah guys” ucap Citra berusaha sabar.
“e-eh cit lo mau ke mana? Pulang? Gue anterin aja deh udah malem, ntar kenapa kenapa lagi di jalan. gak baik cewek malem malem pulang sendirian” ucap Rio meyakinkan.
“ehm Yo aku buru buru mau pulang soalnya udah di cari sama mama aku. Kamu mau nggak nganterin aku pulang?” tanya Alya menyela percakapan antara Citra dan Rio.
“oh udah di cari mama kamu Al? Yaudah sama Rio aja pulangnya” jawab Citra
“gapapa kan Cit kalau Rio nganterin aku pulang?”
__ADS_1
“ya gapapa dong emang aku siapa? Dan punya hak apa ngelarang kalian berdua? Yaudah ya aku balik dulu” Citra yang sudah mulai emosi lebih memilih memendamnya untuk saat ini.
“yaudah yuk Yo kita balik” ajak Alya
“eh heem” jawab Rio cuek bebek
Alya yang mendengar jawaban dari Rio Ia merasa kecewa dengan sikap Rio kepadanya yang beda dengan sikap kebanyakan pria kepadanya. Tapi disisi lain Ia merasa bahagia karena Rio setidaknya tidak berdua bersama Citra melainkan berdua bersamanya.
Di dalam mobil suasananya sangat hening, hanya ada Alya dan Rio di dalam mobil itu dan tidak ada yang membuka suara sejak kepergian mereka dari kedai kopi menuju rumah Alya. Hingga pada akhirnya,...
“Al, gue mau nanya sesuatu nih sama lo boleh kan?”
“bo boleh kok Yo emang mau nanya apa?” seketika Alya merasa gugup padahal selama ini Ia tidak pernah gugup dekat dengan cowok manapun.
“ehm.. Gue mau nanya cewek tuh paling suka kalau di kasih apaan sih?” tanya Rio.
__ADS_1
“ehm.. Cewek tuh paling suka kalau di kasih bunga atau kalau nggak coklat. Tapi bisa aja cewek tuh paling suka kalau di kasih sesuatu yang berharga dan gak bisa dilupakan. Misalnya aja kalau kamu kasih sepatu atau tas mungkin?” jawab Alya dengan nada ragu karena dia berharap Rio dapat menerima kata katanya.