
Sementara Citra sibuk ganti baju, Indro langsung bergerak untuk melancarkan aksinya kepada Citra. Setelah Citra meninggalkan Indro di ruang tamu sendiri. Indro dengan cepat mengeluarkan sesuatu seperti serbuk yang di bungkus di dalam kertas kecil. Kemudian memasukannya ke dalam minuman yang ada di depannya. Karena Citra hanya membuat satu minuman untuknya jafi Ia memasukkan serbuk itu ke dalam minumnya.
Setelah berganti baju Citra kemudian turun intuk menemui Indro yang ada di bawah. Setelah citra sampai di bawah. Indro memberikan minumnya kepada Citra.
“nah gitu dong ganti baju gue kan jadi enak ngeliatnya. Udah nih minum dulu lo pasti haus kan?”
“nggak! Gue nggak haus, kan tadi pas gue ke dapur gue udah minun air putih. Idah lo aja yang minum! Gue gak mau!” tolak Citra
“udahlah dikit aja yah? Mau yah? Ayo lah? Kamu keliatannya banyak pikiran gitu soalnya. Katanya kan kalau orang lagi banyak pikiran atau stress gitu kan banyak banyak minum teh itu jadi nghak stress lagi. Ya kan? Beban pikirannya itu berkurang gitu katanya. Udah nih minum dulu”
__ADS_1
“ih gak mau! Kok lo maksa sih? Kan gue udah bilang kalau gue gak mau!”
“dikit aja tuh liat kerutan di muka kamu. Keliatan banget kalau lagi banyak pikiran”
“ehm sebenarnya sih emang lagi banyak banget sih yang lagi aku pikirin akhir akhir ini. Terutama masalah cacian temen temen aku”
“tuh kan coba deh nih minum dulu. Kalau kamu ada masalah, kamu bisa kok cerita sama aku. Aku bisa jadi temen curhat yang selalu mendengar setiap curhatan kamu. Nih minum dulu” ucap Indro sambil mengabil teh yang ada di meja dan memberikannya kepada Citra.
“Cit? Lo gapapa?”
__ADS_1
“hah! Ehm gapapa kok aku pusing gitu yah?”
“mendingan lo istirahat aja deh di kamar. Yuk gue anterin” ajak Indro.
Setelah sampai di kamar Citra, anehnya dia sudah tidak merasakan sakit di bagian belakang kepalanya lagi. Tapi setelah Citra melihat wajah Indro dia malah berubah gak seperti Citra yang biasanya dia berubah 180 derajat.
“eh Indro, kamu disini? Kamu kok ganteng banget sih?” ucap Citra dengan nada mendesah.
“eh iya nih gatau aku kok tiba tiba disini. Ehmm kamu mau gak gituan sama aku? Hah?” ajak Indro kepada Citra untuk melakukan hal yang tidak senonoh.
__ADS_1
Tapi Citra justru menyetujuinya. Wajar saja Citra kan, berada di bawah kontrol obat yang di berikan oleh Indro. Selayaknya cewek kegatelan dia melakukan hal menjijikkan itu dengan Indro di dalam kamar Citra.
Mereka melakukan hal itu sampai ketiduran. Betapa penatnya mereka berdua karena telah melakukan hal itu mulai dari jam 12 siang sampai jam 3 sore melewati beberapa ronde dengan panasnya.