
“trus gimana?” tanya Rio
“ehm... Iya aku mau jadi pacar kamu” jawab Citra sambil memberikan senyuman manis.
“beneran nih?” tanya Rio
“iya”
“wah!...” teriak Rio di dalam mobil sambil memeluk Citra.
“jadi udah boleh manggil sayang dong?” goda Rio
“iya sayang” jawab Citra.
Setelah mereka selesai berbincang bincang. Akhirnya Rio melajukan mobilnya dan melanjutkan perjalanan lagi untuk mengantar Citra pulang.
“sayang, aku masuk dulu yah?” ucap Citra setelah turun dari mobil.
“sayang! Kok nggak cium aku dulu sih?” tanya Rio menggoda
__ADS_1
“emang kalau orang pacaran gitu ya? Harus cium dulu kalau mu apa apa?” tanya Citra polos.
“ya iyalah. Katanya sayang kok gak cium sih?” goda Rio lagi dengan nada pura pura marah dan memanyunkan bibirnya.
“ya maaf. Emang biasanya kalau orang pacaran ciumnya di sebelah mana?” tanya Citra masih dengan polosnya.
“kamu gak pernah pacaran?” tanya Rio penasaran.
“nggak” jawab Citra sambil menggelengkan kepalanya.
“nih disini nih kalau pacaran” sambil menepuk halus dengan telunjuk indahnya di bibir Citra.
Setelah mereka berdua berciuman Rio segera menancap gas mobilnya untuk segera pulang. Karena tidak mau mengganggu waktu istirahat Citra. Tetapi setelah kepergian Rio beberapa detik kemudian ada sesosok pria dengan membawa mobil pribadinya menghampiri Citra.
“Cit!” teriak pria itu.
“siapa sih gatau orang lagi capek apa! mau seneng seneng di rumah mumpung gak ada orang aja banyak banget halangannya!” batin Citra.
“eh Indro! Ada apa? Mau ada perlu sama kakak apa sama papa? Eh tapi maaf yah! Dirumah lagi gak ada orang. Lagi ada acara semua jadi Cuman ada aku” ucap Citra nyerocos mulu.
__ADS_1
“eh diem dulu. Aku kesini karena ada perlu sama kamu Cit...” jawab Indro sambil mengarahkan jari telunjukknya ke arah bibir Citra bertanda mengisyaratkan Citra agar diam.
“kenapa sih? Ada perlu apa?” tanya Citra
“udah ayo masuk ke rumah kamu dulu deh!” paksa Indro.
“ya udah, yuk! Buruan”
Setelah Indro memarkirkan mobil di halaman rumah Citra. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam rumah Citra. Indro langsung duduk di kursi tamu seperti biasa sedangkan Citra sibuk di dapur untuk membuatkan minum untuk Indro.
“nih! Minum! Udah gue buatin teh anget tuh! Udah buruan apa urusan lo sama gue?”
“kok lo tumben sih marah marah mulu? Lagi pms?”tanya Indro santai
“nggak, gue nggak lagi pms! Tapi gue emang lagi marah sama lo soalnya waktu santai gue, waktu istirahat gue, waktu sendiri gue itu lo ganggu tau gak! Pacar gue aja gue suruh pulang kenapa lo malah ke sini!” jelas Citra kesal
“iya iya yang baru jadian sama Rio. Gue tau kok. Yaudah mending lo ganti baju dulu gue risih liat lo pakek seragam sekolah!” pintah Indro.
Citra menuruti ucapan Indro karena memang dia sendiri merasa gerah dan risih dengan seragam sekolahnya. Citra bergegas untuk segera ganti baju di kamarnya yang berada di lantai atas.
__ADS_1