
Secangkir teh hangat ini yang selalu menemani ku menyambut senja. Hampir tiap hari ku memandanginya. Keindahannya membuat ku iri dan tidak bosan melihatnya. Tapi teman ku beda, si Deny bosan banget meliatnya. Malah selalu mengganggu ketenangan jiwaku saat berkonsentrasi dengan senja.
Sore itu aku masih nongkrong dengan teman kecil ku. Kami ngumpul tapi, semua sibuk dengan kehidupannya masing-masing. Ada yang sibuk kerja tugas, ada yang main tiktok, ada juga yang sibuk ngebucin oppa-oppa koreanya. Waduhhh, bikin puyeng liat mereka. Mending fokus sama senja yang sangat indah dan mengagumkan ini.
Beberapa saat setelah fokus dengan dunia sendiri, makanan yang kami pesan pun telah sampai di hadapan kami. Tak lupa Erna foto makanan yang sudah siap disantap itu sebagai bahan media sosialnya.
“Na, cepetan dong aku laper nih” Kata Andi.
“Iya, bentar lagi nih aku mau ambil gambar yang bagus dulu ya”, jawab Erna.
Sembari menunggu, aku hanya bisa melihat cuaca yang mendung.
“Sepertinya akan turun hujan,” gumam ku.
“Yuks ah guys kita langsung makan, tuh sudah mau hujan, apa kalian mau hujan-hujan pulang?” Kata ku.
Mendengar hal itu, kami pun langsung menyantap makanan kami dengan cepat agar cepat habis. Selesai makan, kami langsung ke kasir dan berjalan ke parkiran untuk mengambil kendaraan kami.
“Oke guys, besok jangan lupa ya, pokoknya kalian semua harus hadir, oke?” Kata Dinda.
“Asiyaaap”, jawab kami kompak.
Aku mengendarai sepeda motor ku seorang diri menuju rumah, sembari memikirkan sesuatu yang membuat ku bingung.
“Kok orang-orang bisa suka sih sama korea selatan? Apa bagusnya? Hmmm.”
Sembari berpikir keras aku mengendarai kendaraan ku dengan kecepatan konsisten. Tak terasa akupun sampai di halaman rumah yang penuh dengan bunga-bunga yang indah dan bermekaran. Akupun langsung bergegas memarkirkan kendaraannya di garasi rumah. Setelah itu aku mulai masuk ke dalam rumah dan mencari seseorang yang aku sayangi.
“ Mami aku pulang, mami where are you ?”
Merasa tidak ada yang menjawab, aku pun sibuk mencari mami di sekeliling rumah.
“ Kok aneh mami nggak ada di rumah biasanya dia di stand by di rumah”.
Aku pun bergegas mengambil handphone yang ada di dalam tasku. Aku pun segera menelpon mami lalu menanyakan keberadaannya.
“Mami lagi di mana kok gak ada di rumah dan pintu tidak terkunci ?”,Kataku.
“ Aduh nak, mami lupa kunci, tadi buru-buru dijemput sama temen mami” kata mami.
“ Memangnya sekarang mami ada di mana?” tanya ku.
“ Mami lagi arisan nak, kalau kamu lapar kamu order aja di luar makanan ok nak?” Ucap mami.
__ADS_1
“Iya mami, siap”, Jawabku.
Setelah itu aku pun bergegas naik ke lantai dua untuk memasuki ruang pribadi ku.
“Wah nyamannya. Oh punggung ku sangat lelah, beristirahatlah.” Ucap ku. Beberapa saat kemudian aku pun tertidur dengan pulas
Ketika waktu telah menunjukkan pukul 09.00 WIB, terdengar bunyi pintu yang terbuka dari arah lantai satu. Aku pun kaget dan segera bangun dari tidur nyenyak ku. Sembari mengumpulkan nyawa, aku pun bergegas melangkah turun dan mengecek sesuatu yang terjadi di bawah. Tapi, lampu di dapur rumah dan ruang tengah semuanya padam. Aku kaget dan merinding. Kulupakan niat ku untuk mengecek lantai satu dan segera melangkah kembali ke kamar tidurku. tapi baru satu langkah kembali mundur lampu di lantai satu kembali menyala. Aku pun langsung kaget dan berteriak,
"aaaaahhh".
Beberapa detik kemudian kulihat mami dan teman-temanku berkata,
"Happy Birthday".
Aku terisak tangis karena aku benar-benar takut dan terharu. Aku sangat bahagia karena teman-teman dan khususnya Mamiku ingat ulang tahunku yang kenyataannya aku lupa dengan hari lahirku sendiri. Mereka semua tertawa karena aku lupa bahwa hari ini ulang tahunku.
"Nih tiup dulu lilinnya nanti keburu mati" kata Mami.
" Duh mami, aku kira mami pergi arisan loh" kata ku.
" Arisan mami diundur minggu depan karena ada hari spesial yang mau mami rayakan" ujar mami.
"uhh so sweet", gumam teman ku kompak.
"Aduh aku laper nih mau makan kuenya", ucap Andi dan Deny.
Kami pun berjalan menuju ruang tengah untuk menyantap makanan yang telah disediakan oleh mami. sambil makan kami pun berbincang-bincang dan tertawa bersama.
Beberapa saat kemudian temanku pun berpamitan pulang ke rumah masing-masing karena waktu sudah larut malam.
" Kalian menginap aja nggak usah pulang", pinta ku.
" Masalahnya besok kita sekolah jadi ya gitu harus pulang." Kata Erna.
"Kalau gitu kami pamit ya sampai jumpa besok" kata Dinda dan disusul anggukan teman-teman yang lain.
" Iya terimakasih dan hati-hati", ucap ku dan mami
Setelah mereka pulang aku dan mami pun kembali masuk ke ruang tengah untuk merapikan ruangan.
" Besok ujian terakhir ya nak? " tanya mami.
" Iya, mam lalu tidak lama lagi hari kelulusan, sedih deh karena bakalan berpisah dengan teman-teman sekolah", kataku.
__ADS_1
" Ya begitulah nak kehidupan, kamu harus siap menghadapi semua ini. Kata mami.
" Oh iya, kamu sudah ada rencana mau kuliah di mana?" sambung mami. "
"belum ada si mami tapi aku niatnya nggak jauh-jauh dari rumah", kataku.
Mami pun tersenyum sembari berkata,
" mami tidak masalah tuh kalau kamu kuliah jauh kan ada handphone yang bisa mendekatkan kita, mami ada saran nih kamu mau nggak mendengarnya?"
Aku hanya mengangguk mendengar pertanyaan mami.
" Tapi besok aja ya mami kasih tahu, kamu fokus belajar aja karena besok Ujian terakhir Oke nak?" ucap mami.
"Baik mami". kataku sambil melangkah ke arah kamar.
Sesampainya di kamar aku pun melihat roster untuk ujian besok sambil belajar sedikit sebelum tidur. Setelah itu aku pun membersihkan wajah dan mengambil selimut untuk tidur nyenyak.
Ketika waktu menunjukkan pukul 6 pagi, mami mengetuk pintu kamar aku. aku pun bergegas bangun dan menyambut mami yang berada di depan kamarku. Sembari tersenyum mengarah Mami aku pun langsung menarik handuk dan berlari menuju ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian aku sudah berada di ruang makan dan menyantap beberapa makanan yang telah disediakan oleh mami.
"Semangat ya nak ujiannya, pulang sekolah langsung ke rumah ya mami ada sesuatu untukmu". Ucap mami.
"iya mam, aku pergi dulu ya mami". kata ku sembari melangkah menuju motor yang terparkir di halaman rumah.
"Wah sepertinya mendung, aku harus segera berangkat nih".
Sesampainya di sekolah, kulihat beberapa temanku telah sampai dan melambaikan tangannya kepada aku. mereka adalah Deni Andi Dinda dan Erna. Selain mereka ada juga yang tegang dalam menghadapi ujian terakhir ini.
"Eh gimana sebentar sore jadi gak?", tanya Dinda.
"iya, jadi", jawab Deni, Andi, Erna kompak.
Mereka berempat pun langsung melirik diriku seolah bertanya,
"kok diam?" .
Aku pun langsung berkata
" sepertinya aku harus pulang cepat, aku ada janji sama mamiku".
Mereka pun mengangguk dan berkata
__ADS_1
"ya udah tidak apa-apa lain kali aja".
Beberapa saat kemudian bel masuk pun berbunyi yang menandakan bahwa ujian akan segera dimulai. kami segera duduk di kursi masing-masing dan melanjutkan ujian.