Bersama Mimpi

Bersama Mimpi
Chapter 01


__ADS_3

Hari yang menegangkan telah berlalu. Saatnya pulang ke rumah menemui mami.


“ Aku duluan ya guys, nanti kita kumpul lagi kalau aku tidak sibuk”, kata ku kepada empat sahabat ku.


“Iya, ok”, kata mereka serentak.


Setelah itu, kami pun naik motor masing-masing untuk pulang ke rumah sebelum hujan datang.


“Mami, aku pulang,” kata aku sambil berteriak.


“ Aneh kok sunyi banget ya”, gumam ku sambil mencari keberadaan mami.


Aku menemukan surat di atas meja makan yang ternyata dari mami. “Nak, mami pergi dulu ya. Kamu tunggu mami ya”, begitulah isi suratnya. Aku pun mengangguk aja setelah membaca surat itu.


Sembari menunggu mami, aku masak mie goreng supaya tidak kelaparan. Beberapa menit kemudian pintu pagar berbunyi ”ciiiiit” tandanya mami sudah pulang.


“Udah lama pulang nak?” tanya mami.


“Belum sejam mi”, jawab ku.


“Oh iya, mami mau kasi tau aku apa?” sambungku.


“Mami mau kamu kuliah di Korea Selatan ya nak, di sana kampusnya bagus, kamu pasti suka” kata mami.


“Apa???? Harus aku?? Kok bukan yang lain aja sih? aku tuh gak ada rencana ke sana, Mami. Buang uang, buang tenaga, bikin puyeng itu mi. Mending jangan aku ya, please mam..” pintaku.


“Pokoknya kamu harus ke sana, kuliah di sana lebih bagus, mami yakin kamu bakalan betah di sana”. Kata mami ku sembari memotong wortel.


Aku hanya bisa lari ke kamar meratapi nasib yang tidak sesuai keinginan sendiri. Terpikir di benakku untuk kabur dari rumah, tapi aku gak tega. Beberapa saat kemudian terdengar bunyi nada dering handphone kesayangan aku. Ternyata ada panggilan masuk dari keempat temanku itu lewat whatsapp. Aku pun langsung mengangkat telepon mereka dan berbincang-bincang sejenak. Aku memberitahukan kabar tentang keinginan mamiku.


“ Wah, beruntung banget kamu sist. Banyak loh yang mau dan ingin berada di posisi mu. Aku aja pengen banget. Tapi, kamu tahulah aku nggak punya duit”, kata Dinda.


“Iya, bahkan aku aja nih yang cita-cita pengen jalan-jalan ke Korea itu harus nabung dulu entah sampai kapan,” ungkap Erna.


“ Aku sih iyain aja, sekali-kali bahagiain mami mu”, ucap Andi.


“Tapi, aku ingin ke Eropa bukan ke Korea”, ungkap ku.


“Terserah kamu sih tapi aku yakin mamimu pasti akan berikan yang terbaik untukmu,”kata Andi.


“Iya, lagian kamu gak akan menyesal kok tinggal di sana, aku jamin kamu akan betah,” kata Dinda.


Beberapa saat setelah berbicara dengan sahabatku, aku mulai merenung perkataan mereka. Walaupun ini adalah pilihan terberat ku. Aku harus meyakinkan diriku bahwa semuanya akan baik-baik aja.


Hingga tiba saat jam makan malam, aku pun melangkah turun ke ruang makan. Kulihat ada mamiku yang sedang menunggu kedatanganku untuk makan bersama. Akupun langsung duduk di sampingnya dan mulai menyantap makanan yang telah disediakan. Setelah makan, aku langsung memulai pembicaraan.

__ADS_1


“Mami, aku bersedia kok dikuliahkan di Korea Selatan”, ucap ku. Mami terdiam sejenak lalu berkata,


“aAa kamu serius?, mami gak maksa ya nak”, kata mami.


“Iya mami, aku serius”, ungkap ku. Mami pun tersenyum senang dan memelukku karena sudah mengambil keputusan yang benar.


“Oke baik nak, mami akan menelpon teman mami untuk mengatur semua urusan mu di sana, mulai dari kuliah, tempat tinggal, dan sebagainya. Kamu tunggu ya nak”, kata mami sambil meraih handphonenya. Aku hanya bisa mengangguk aja. Melihat mami bahagia, aku pun ikut bahagia sambil meratapi nasib yang tidak sesuai harapan ku.


Setelah kejadian itu mami terlihat sangat sibuk mengurus kehidupan ku di sana. Aku hanya bisa menonton TV sambil melihat mami menelpon di sampingku.


“Nak, minggu depan kamu harus berangkat ya urus berkas kuliah mu di sana. Jadi, besok kita harus cari perlengkapan yang harus kamu bawa di Kota Seoul”, ucap mami mendadak.


“Secepat itu mi? Bulan depankan acara kelulusan ku”, kata ku.


“ Kamu gak perlu tunggu acara itu, karena bulan depan kamu harus ada di Seoul urus kuliah mu nak”, ucap mami.


Aku hanya terdiam dan melanjutkan menonton TV.


Keesokan harinya, mami membangunkan ku dari mimpi indah ku.


“Nak, bangun cepat. Ayo kita ke mall, banyak yang harus kita urus ini” teriak mami. “iya, iya mami aku sudah bangun”. Ucapku.


Sejam kemudian aku berjalan menuju ruang tengah untuk menemui mami yang telah lama menungguku.


“Aku dah siap, mam”, ucap ku.


Kami pun berangkat menuju mall dengan mengendarai mobil kesayangan mami. Di perjalanan, aku pun menyempatkan mengabari teman-teman ku lewat WhatsApp.


”Guys ngumpul yuk di mall, ku udah di jalan nih sama mami”, Ajak ku.


Semuanya pun membalas “ok”. Mengetahui hal itu, akupun bahagia karena teman ku akan berkumpul dengan ku karena sudah beberapa hari tidak jumpa mereka. Tak terasa mobil sudah sampai di parkiran mall, aku pun bersiap turun dan berjalan di samping mami ku.


“Mi, teman ku mau datang, setelah belanja aku mau ngumpul sama mereka ya mami”, ungkapku.


“Ok baik nak, asal jangan lama pulang ya. Supaya belanjanya cepat, ayo sekarang cari barang yang mau kamu bawa ke Seoul”, Kata Mami. “Siap mami”, ,ucapku bahagia.


Selang beberapa saat setelah belanja banyak perlengkapan kuliah, aku pun berpamitan untuk menemui teman ku yang sudah menunggu di salah satu kafe yang berada di mall. Di perjalanan menuju teman-teman ku, aku melihat banyak penggemar K-Pop sedang berteriak sana-sini saat melihat video idolanya muncul dilayar besar. Aku hanya menoleh sejenak memandang wajah yang mereka lihat.


“Ya lumayan ganteng sih”, ungkap ku.


Setelah itu aku kembali berjalan mencari keberadaan teman-teman ku.


“Lama amat sih, kamu nyasar?” tanya Andi.


“Gak kok, tadi ramai banget di sana. Jadi, susah melalui keramaian itu”, Ujar ku.

__ADS_1


“Oh gitu, ya udah kamu mau makan apa?” tanya Erna.


“Aku kenyang sih, aku mau minum aja jus alpokat,” kata ku.


Erna hanya mengangguk mendengar perkataan ku lalu memanggil pelayan untuk memesankan ku jus alpokat.


Sembari menunggu, aku pun memberitahukan sesuatu kepada teman ku.


“Jadi gini guys, minggu depan aku udah otw Seoul”, Ungkap ku sedih.


“Heh?? Secepat itu???”, tanya mereka kompak.


“Iya nih, soalnya ada banyak urusan yang harus diselesaikan sebelum masuk kuliah”, kata ku.


“Dan mungkin aku gak akan ikut acara kelulusan karena bulan depan aku udah di sana,” Sambungku.


“Yah, gak seru deh,” kata Dinda


“Tapi, gak apalah. Itu sudah rencana masa depannya kamu, jadi harus kamu jalani baik-baik”, ujar Deni


“Jadi ada alasan dong kalau mau jalan-jalan ke Korea Selatan”, ungkap Erna bahagia.


“Iyalah, kalian wajib datang ke sana liat aku. Jangan cuman untuk oppa-oppa kalian aja”. Ujar ku sambil tertawa.


Semuanya pun ikut tertawa mendengar perkataan ku.


“Eh tadi ada acara apa ya di sana? Ramai banget dengan oppa-oppa kalian” tanya ku


“Oh itu acara lomba gitu, aku lupa kalau acaranya hari ini. Padahal ada rencana mau lihat,” ucap Dinda dan di balas anggukan Erna.


“Kalian pilih oppa-oppa itu atau aku?” tanya ku cemberut disambut ketawa Andi dan Deny.


“Ya kamulah, tiada duanya sayang,”ujar Erna dan Dinda bersamaan sambil memeluk ku.


Kami pun menghabiskan waktu berkumpul dengan tertawa bersama.


Keesokan harinya, mami terlihat sibuk mengepak barang-barang untuk di bawa ke Seoul.


“Nak, sini cepat”, panggil mami.


“Iya mami, tunggu sebentar. Aku pakai baju dulu,” kata ku.


Tak lama kemudian, akupun muncul di samping mami.


“Yaampun, mami kaget”, ungkap mami

__ADS_1


“Sini kamu pilih koper yang mau kamu pakai,” Ucap mami


Aku hanya menunjuk aja, tanpa berbicara banyak. Setelah itu aku keluar ke Supermarker dekat rumah untuk belanja cemilan saat nonton TV. Saat di toko itu, aku melihat MV dari salah satu boygroup yang ada di korea Selatan. Ku hanya memandanginya sejenak lalu pergi ke kasir dan berjalan kembali ke rumah. Namun tiba-tiba....


__ADS_2