
Tiap hari ku pandangi poster yang terpasang di dinding kamar kami. Ini semua ulah Dinda, yang membuat ku melihat orang ini setiap saat. Ku pandangi wajahnya baik-baik.
“Cakep juga,” gumam ku.
Dinda yang mendengar perkataan ku langsung tertawa sambil berkata,
“Apa? Apa aku salah dengar?” ucap Dinda mengejek.
“Apasih, din. Kamu tuh salah dengar,” ucapku
Tak lama kemudian, Dinda mengambil laptop dan memutar youtube di sampingku.
Ku tidak memandang laptopnya, ku hanya fokus pada HP ku saja. Lalu Dinda mengalihkan pandangan ku.
“Lihat deh, cakep banget,” ucap Dinda.
Ku hanya menoleh sebentar, lalu mengangguk saja.
“Ih, serius aku nih. Ini orang ganteng banget tau.” Ucap Dinda memaksak memandang orang itu.
“Itu siapa sih?” tanya ku.
“Kamu gak tahu? Yaampun teman ku ini tinggal di planet mana sih?” ucap Dinda geleng-geleng kepala.
“Ya emang aku gak tahu, itu siapa sih?” tanya ku lagi.
“Coba deh kamu cari di google tentang orang ini, namanya KIM TAEHYUNG,” ucap Dinda.
“Dia seumuran kita loh,” lanjutnya.
“Ah masa? Serius? Apa tadi namanya, kamu ejain deh,” kataku penasaran.
“Sini aku ketik ya, nih KIM TAEHYUNG” Ucap Dinda sambil melihatkan ku fotonya.
“Kamu baca-baca aja tuh biodatanya, gak jauh beda sama kita,” lanjut Dinda.
Akupun fokus membacanya, Dinda hanya tersenyum karena telah memberikan ku virus bucin.
“Gimana? Kerenkan?” tanya Dinda.
“Yagitu deh,” ucapku singkat.
“Tapi ini yang kamu suka di BTS?” tanya ku.
“Aku suka semuanya, tapi aku lebih fokus sama yang ini,” ucap Dinda sambil menunjukkan foto seseorang.
“Ini namanya JEON JUNGKOOK,” ucap Dinda.
“Oh ganteng juga ya,” ungkapku.
“Eih, kamu jangan suka dia, ini milikku,” ucapmya menghalu.
“Iya, iya ambil semua tuh,” ucap ku sambil tertawa.
Tak terasa sudah sore, ternyata aku belum makan.
“Bunda Dinda, aku lapar nih. Keluar yuk cari makan,” ajakku.
“Ke mana? Mending ku masak aja. Ada resep baru nih, sini kamu ikut masak, jangan rebahan mulu,” ajak Dinda.
__ADS_1
“Iya, iya,” ucapku sambil berjalan ke dapur.
Beberapa menit kemudian.
“Oh jadi gini ya cara masaknya, luar biasa gampang banget. Nanti aku mau belajar masak yang lain ah biar jadi koki restoran bintang sepuluh,” ucap ku
Dinda hanya tertawa melihat tingkahku.
[Triiing, triiiing]
Bunyi handphone ku terdengar sampai dapur. Akupun bergegas mengambil dan mengangkat panggilan masuk. Ku dengar seseorang dari kejauhan berbahasa Inggris dan mengajakku bicara.
“Halo, dengan saudara Echa?” tanya orang itu.
“Iya saya sendiri,” ucap ku
“Kami mau menginformasikan agara saudara besok ke kampus ya, mengisi formulir mahasiswa baru,” pintanya.
“Iya baik pak, saya akan ke sana,” ucapku
“Okay, kami tunggu ya,” ucap orang itu.
“Siapa yang telpon?” tanya Dinda.
“Orang kampus, disuruh ke sana besok isi formulir,” ucap ku.
“Oh gitu, yuk makan udah masak semua nih. Nanti makanannya dingin,” ajak Dinda.
Kami pun segera menyantap makanan yang telah kami masak hingga habis tak tersisa.
“Kenyangnya, gak bisa gerak nih,” ucap ku.
“Eh ada telepon dari Erna,” ucap Dinda sambil mengangkat telepon tersebut.
"Hei guys, kalian lagi apa?" tanya Erna lewat telepon.
"Nih baru saja sudah makan, Dinda masakannya enak bangetloh," ucapku.
Sekian menitpun berbincang-bincang dengan sahabat kami melalui telepon. Tak terasa waktu sedang menunjukkan sore hari. Dinda pun histeris karena tidak sabar untuk antre membeli tiket konser BTS.
“Duh, aku gak sabar banget. Semoga aku dapat tiketnya. Kamu mau beli tiket juga?” tanya Dinda.
“Ya mau lah tapi, aku nggak mau capek aku tunggu aja calo”, ucap Dinda.
“Hei kalau itu mahal loh”, ujar Dinda.
“Gak papa sih. Yang penting ke konser kan?” ucap ku tertawa.
“Ya terserah kamu sih, hahaha”, kata Dinda
Waktu sudah menunjukkan pukul jam 7 malam, aku lihat Dinda sedang heboh sendiri di depan laptopnya. Akupun mengabaikannya dan dan pergi ke dapur untuk mencoba resep baru.
“Ternyata masak gak sesulit yang aku bayangkan,” ucap ku
Tiba-tiba, “waaaaaaaaaah” teriak Dinda.
Aku pun kaget dan memastikan ada apa dengannya. Kudapati temanku sedang loncat-loncat di atas tempat tidur. Dia terlihat seperti orang gila yang bahagia dan tertawa sendiri. Aku hanya geleng-geleng kepala lalu menegurnya.
“Ada apasih heboh sendiri?” tanya ku.
__ADS_1
“Sini deh lihat, aku lagi beruntung hari ini,” ucapnya.
Aku pun melangkah mendekatinya dan langsung memandang laptopnya.
“ Apasih ? Aku nggak ngerti”, kata ku heran.
“ Ini loh aku menang tiket di kursi depan pula,” kata Dinda.
“ Oh ya, selamat ya guys. Yuk makan,” ucapku.
“ Ih tunggu dulu, aku masih bahagia banget. Kamu nggak mau coba beli, siapa tahu menang tiket di kursi depan,” kata Dinda.
“ Yaudah deh coba daftarin aku,” ucapku.
Dinda pun coba mencari keberuntunganku melalui tiket BTS. Aku hanya bisa kembali menuju ke dapur untuk melanjutkan kegiatan masakku karena aku tidak mengerti urusan perbucinan. Beberapa saat kemudian, Dinda teriak memanggilku.
“Cha, sini cepetan,” pintanya.
“Apasih? Aku menang? Kursi yang mana?,” tanya ku kepo.
“Nih, baca sendiri,” pintanya.
“Mana ngerti aku tuh,” ucap ku kesal.
“Nih, baca sendiri,” pintanya.
“Mana ngerti aku tuh,” ucap ku kesal.
“Ini itu artinya kamu gagal” ucap Dinda.
“Yah, berarti harus lewat calo dong,” ucap ku.
“Tapi, bohong..” kata Dinda sambil tertawa terbahak-bahak.
“ Kamu tuh menang guys, dapat tiket paling depan panggung,” lanjut Dinda.
“Eih serius gak nih? Mau senang, tapi takut salah,” ucap ku.
“Serius dong, nih baca saja atau terjemahkan kalau kamu gak percaya,” kata Dinda.
Akupun bergegas mengambil handphone-ku lalu mengecek kebenarannya.
“ Eh, ini beneran loh, ya ampun beruntung banget kita,” ucapku.
“Kan sudah aku bilang, kita dapat depan dong,” ucap Dinda.
“Iya, ya ampun,” kata ku sambil loncat-loncat berbahagia bersama Dinda.
Kami pun merayakan kebahagiaan ini dengan makan yang enak dan banyak di malam yang indah itu.
Sambil menonton live streaming BTS di aplikasi Y. Kupandangi wajah mereka satu persatu dan kulihat semuanya ganteng. Tap,i aku hanya penasaran sama satu orang yang bernama Kim Taehyung.
“ Kalau dipikir-pikir aku pernah lihat dia deh,” gumam ku.
“Apa? Apa aku tidak salah dengar? Kamu pernah lihat dia?” kata Dinda sambil menunjuk Kim Taehyung lalu dia tertawa terbahak-bahak.
“ Ya ampun mungkin kamu sudah ngantuk kali ya,” tambahnya.
“ Apasih, orang masih segar nih mata” ucapku.
__ADS_1
“Iya deh iya, aku percaya,” kata Dinda menahan tawanya.